26. Ultah Ayah

2.1K 79 0
                                        




"Selamat ulang tahun superheronya Samudra"
~Samudra Anka~

    
    

Samudra menatap ruangan ramai yang ada di hadapannya, malam ini adalah ulang tahun sang Ayah, Samudra merasa sangat bahagia meskipun ia hanya bisa melihat dari belakang.
    
"Selamat ulang tahun tuan Stevano"
    
"Terimakasih, terimakasih juga untuk semua yang telah hadir di sini dan merayakan hari ulang tahun saya"ucap Stevan kepada semua yang hadir.
    
Setelah menyapa para tamu akhirnya acara pun di mulai, acara yang pertama adalah pemotongan kue, Samudra menatap sendu kala sang Ayah menyuapkan potongak kue kepada sang Bunda dan kedua Abangnya dengan gembira.
    
"Ayah lupa lagi ya sama Samudra"ucap Samudra menatap sang Ayah yang terlihat sangat bahagia.
    
Prokk
    
Prok
    
Prokk
    
Suara tepuk tangan mengisi ruang aula.
    
"Sebelumnya saya di sini ingin mengucapkan terimakasih kepada istri saya dan juga kedua putra saya yang sudah menemani saya sampai sekarang"ucap Stevan.
    
Sorak Sorai dan tepuk tangan bahagia kembali terdengar kala para tamu mendengan ucapan dari Stevan.

•• SAMUDRA BERCERITA ••

    
Semua terlihat begitu bahagia kecuali Samudra yang tengah menahan tangisnya, ia merasa bahagia, semua do'a terbaiknya selalu ia panjatkan untuk sang Ayah, tapi ia juga tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya, ia ingin berdiri di samping sang Ayah seperti yang dilakukan kedua abangnya.
    
Ia ingin mendapatkan suapa kue dari sang Ayah, ia ingin menjadi orang spesial bagi sang Ayah, banyak sekali keinginannya yang mungkin hanya menjadi angan-angan semata.
    
"Selamat ulang tahun Ayah, selamat ulang tahun superheronya Samudra, semoga Ayah sehat selalu dan semoga Ayah bisa sayang lagi sama Samudra"ucap Samudra memandang sang ayah dari kejauhan, Samudra hanya ingin agar keluarganya tetap sehat dan bahagia, meskipun terasa sakit saat melihat mereka bahagia tanpanya, tapi akan lebih menyakitkan lagi saat melihat mereka sedih.
    
Sepanjang acara yang bisa Samudra lihat adalah kebahagiaan di wajah keluarganya, sejenak Samudra merasa bersyukur karena bisa berada di antara mereka meskipun dari jauh tapi ia tetap merasa senang.
    
"Aden ngapain di sini"
    
Samudra menatap Bi Asrih yang kini berada di sampingnya, beberapa hari yang lalu Bi Asrih sempat mengambil cuti dan baru kemarin kembali, awalnya Samudra kira Bi Asrih juga ikut mengundurkan diri seperti Bi Minah tapi ternyata tidak.
    
"Aden masuk ya nanti kalo ketahuan Tuan atau Nyonya Aden bisa dimarahin"ucap Bi Asrih khawatir.
    
"Bentar lagi ya Bi, Samudra masih Pengan lihat Ayah"ucap Samudra
    
Ada rasa kasihan saat melihat sang tuan muda yang kini hanya bisa melihat acara ulang tahun Ayahnya sendiri dari kejauhan.
    
Bi Asrih sendiri sempat kaget kala mendengar kalo Bi Minah orang yang paling dekat dengan Samudra telah berhenti bekerja, padahal Bi Asrih sendiri tau seberapa dekat sang tuan muda dengan Bi Minah.
    
"Bibi kapan ya Sam bisa berdiri di sana bareng sama Abang sama Ayah"ucap Samudra dengan terus memandang lurus ke arah depan.
    
"Nanti Aden pasti bisa kok"ucap Bi Asrih memberi semangat.
    
"Tapi waktu Sam udah gak banyak lagi"batin Samudra sendu.
     
Tatapan Samudra yang semula sendu kini berubah menjadi tatapan kosong,  jika ia harus menunggu lagi ia takut sebelum keinginannya tercapai tuhan lebih dulu datang menjemputnya.
    
"Ayah, Bunda, Abang, jangan lama-lama ya benci Sam, soalnya Sam gak punya waktu banyak lagi"batin Samudra dalam hati.
    

~notqueen_1~

SAMUDRA BERCERITA || ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang