30. Akhir dari Segalanya

4.7K 142 10
                                        


Semuanya sudah benar-benar berakhir sekarang


"Seorang pemuda dikabarkan melakukan bunuh diri di pinggir tebing pantai, dikabarkan kejadiannya terjadi sekitar pukul enam pagi, dari keterangan polisi ditemukan juga beberapa barang milik pemuda tersebut yang diketahui bernama Samudra Anka"

Stevan yang sedang membaca majalah langsung menatap ke arah layar TV kala mendengar nama yang begitu tak asing di telinganya.

Pyarr

Sonya yang tadi sedang membuat kopi untuk suaminyapun kini tengah menatap tak percaya ke arah layar TV, bahkan gelas kopi yang berada di tangannya pun kini sudah berceceran di lantai.

"Kenapa sih Bun"tanya Ken dan Skala yang baru datang.

"Ma-as itu gak mungkin Samudra kan?"ucap Sonya bertanya ke arah sang suami, ia ingat tentang kejadian 2 hari yang lalu di malam setelah acara ulang tahun suaminya, sejak hari itu Samudra belum juga kunjung pulang.

"Kenapa sama tuh bocah sialan"tanya Skala bingung.

"Kita kesana sekarang"ucap Stevan menghiraukan pertanyaan kedua putranya.

Ken yang melihat wajah panik kedua orangtuanya pun langsung berlari mengikuti kedua orang tuanya diikuti Skala di belakangnya.

Sepanjang perjalanan, Sonya tak henti-hentinya menitihkan air mata, banyak penyesalan yang menghampirinya sekarang, sedangkan Stevan hanya menatap khawatir ke arah depan sesekali mengumpat karena jalan yang begitu ramai.

Sekarang yang bisa mereka harapkan adalah bahwa nanti yang akan dia temui itu bukanlah putranya, mungkin hanya nama mereka yang sama.

Stevan dan Sonya langsung bergegas keluar saat sampai di tempat tujuan diikuti Skala dan Ken di belakangnya yang masih bingung dengan apa yang terjadi.

"Pak saya mau lihat korbannya"ucap Stevan pada salah satu polisi.

"Apa anda keluarganya?, maaf tapi kamu belum menemukan jasadnya, tapi ada beberapa barang yang di tinggalkan"baik Ken dan Skala mengernyit saat mendengar ucapan sang Ayah.

Polisi mengantar Stevan beserta keluarga ke tempat barang bukti berada, dalam hati, baik Stevan maupun Sonya sudah berharap bahwa ini benar-benar bukan Samudra putra mereka.

Air mata Stevan dan Sonya meluruh kala melihat siluet kotak yang begitu mereka kenali, itu adalah kado yang ingin Samudra berikan untuk sang Ayah.

Dengan tangan gemetar Stevan mengambil dompet yang tergeletak di tanah, harapannya seketika hancur, tangis Sonya yang asalnya pelan kini menjadi raungan tak berdaya.

Di dalam dompet itu terdapat foto Samudra yang memakai seragam SMA dengan bibir tersenyum.

Ken dan Skala yang awalnya tidak mengerti apa yang terjadi kini mulai paham, air mata mereka juga mulai berjatuhan tanpa di minta.

Stevan langsung berlari ke arah tebing yang menjadi titik jatuhnya sang putra, mengabaikan beberapa polisi yang sudah berusaha untuk menahannya.

Stevan jatuh terduduk dengan menatap ke arah laut, ia ingin berharap kalo putranya tidak melompat dari sana, tapi polisi sudah menemukan jejak darah di batu karang yang berada di bawah, yang menandakan bahwa seseorang telah melompat dari atas.

"Maafin Ayah"hanya kata itu yang bisa Stevan ucapkan saat ini, dunianya seakan runtuh sekarang.

•• SAMUDRA BERCERITA ••


Hari mulai gelap, setelah berada di sana selama satu hari Stevan dan keluarga memutuskan untuk pulang dan menenangkan diri sebentar.

Dengan langkah pelan Stevan berjalan memasuki kamar milik putra bungsunya, hal pertama yang ia lihat adalah sang istri yang tengah menangis dengan memeluk foto sang putra.

SAMUDRA BERCERITA || ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang