^
SUNSHINE
####
"Lu pernah jatuh cinta?" Bimo bertanya sambil menatap kotak cincin yang baru saja dia beli. Dia tersenyum begitu lebar hingga memberiku ilusi kedua sudut mulutnya robek sampai telinga.
"Gue gak tau," jawabku seadanya.
"Jawaban lu persis kaya jawaban gue pas ditanya Rayn setahun lalu." Dia memasukan kotak cincin itu ke saku kemejanya, "siapa sangka orang kaya gue bakal punya pikiran untuk nikah. Kayanya kalau bukan Rahayu gue gak bakal ada pikiran buat nikah."
Aku mengagguk setuju, "hmm, lu jadi makin normal setelah kenal Rahayu."
"Jadi maksud lu gue kurang normal gitu sebelum ketemu Rahayu?"
"Hidup lu carut-marut, ga punya aturan atau boundaries kaya orang ga takut sama dosa dan tuhan," senyum Bimo luntur mendengar jawaban ku. "Kalau Rahayu tahu diri lu yang sebenernya gue yakin dia bakal langsung nolak lamaran lu."
"Cangkem mu, kaya diri lu percaya sama tuhan aja," Bimo melirik sinis. "Lu pikir kita bisa temenan selama ini karena apa? Ya karena kita sejenis lah, cuman bedanya lu lebih pendiam aja dari gue."
"Hidup gue ga se orak arik hidup lu. Kita emang sejenis tapi bukan berarti sama."
"Anjing lu," Bimo terkekeh. "Sebagai sohib yang baik sehidup dan seperjuangan gue bakal kasih tahu lu sedikit gambaran tentang 'apa itu jatuh cinta'."
"Omongan lu kaya yang ngerti aja, padahal lu aja masih uring-uringan ke Ryan kalau cewek lu ngambek."
"At least gue punya pengalaman jatuh cinta bro, sedangakan lu belum sama sekali. Dua puluh tujuh tahun lu hidup tapi belum pernah ngerasain jatuh cinta sekalipun! Rugi.. rugi..."
Ku rasa tidak apa jika dia aku memukulnya sekali untuk menghentikan kesombongannya itu.
"Dengerin dan ingat baik-baik wahai calon groomsmen ku, jatuh cinta ituuu......"
[#####]
Bimo dan aku mulai bersahabat sejak kami menjadi teman sekamar di panti asuhan. Sebenarnya hanya kedok, dibandingkan panti asuhan itu lebih bisa aku sebut sebagai tempat pelatihan anak-anak terlantar. Tidak ada satupun dari pernghuni panti itu yang diadopsi, kunjungan atau relawan pun tidak pernah muncul. Dipermukan memang terlihat seperti panti asuhan, tapi kenyataannya jauh dari kata itu.
Kami menjalani pelatihan dan test tidak terhitung jumlahnya sampai kami mencapai usia 20 tahun. Anak-anak yang tidak berhasil masuk dalam kualifikasi mereka akan langsung hilang keesokan harinya. Selain itu meski berhasil lolos dalam kualifikasi mingguan tidak sedikit juga orang menghilang saat menjalani misi.
Setelah mencapai usia 20 tahun kami yang masih hidup dan lolos dari semua pelatihan juga test mingguan akan di beri dua kehidupan, normal dan bayangan, di permukaan kami terlihat seperti pegawai negri biasa tapi kenyataanya kami adalah anjing pemerintahan yang bekerja dibalik layar seperti bayangan. Membereskan hal-hal kotor yang tidak bisa diungkapkan kepada khalayak umum.
Negara ini akan hancur jika kami tidak ada, mungkin terdengar menggelikan bagi orang lain tapi bagi kami itu adalah kalimat yang tertanam kuat dalam diri kami. Otak kami telah tercuci sepenuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE
Short Story18+ Sisi gelap dari cinta. Mereka penuh keegoisan. Cinta berlebihan itu tidak baik. {(Rate:18+) terdapat adegan dewasa, kekerasan, bahasa kasar, gore, fantasi, horor, pembunuhan, dan lain sebagainya.} Tamat di 1-3 chapter. (Ini kumpulan cerpen) C...
