Like duluu baru baca:)
^
SUNSHINE
####
Untungnya pikiran terburukku tidak terjadi, dari restoran sampai ke hotel tempatku akan menginap, aku tidak melihat adanya kendaraan yang membuntuti mobilku. Maaf Puma sudah berburuk sangka, bukan salahku sepenuhnya karena tatapan mata dan prilakunya membuatku tidak nyaman.
Masih ada satu setengah jam lagi sebelum waktu chek in, jadi aku memilih makan dulu di restoran hotel ini. Aku belum benar benar kenyang, aku kembali ingin menyalahkan Puma.
Setelah selesai memesan dan memilih tempat duduk aku langsung menyalakan ponsel, bilah status dipenuhi notifikasi dari satu nama yang sama 'Fiance'. Inti dari deretan pesan dan panggilannya adalah menanyakan keberadaanku. Sedetik setelah aku membuka pesannya, panggilan telpon langsung masuk darinya tanpa pikir panjang aku menerimanya.
"Kamu dimana sekarang?"
Dari suaranya aku langsung tahu jika dia sedang menekan amarahnya. Lucu sekali, hanya aku yang boleh marah sekarang! Karena seharusnya hari ini aku berlibur dengannya, tapi secara tiba-tiba sehari sebelum keberangkatan dia batalkan, dengan alasan perjalanan bisnis.
Tidak masuk akal! Siapa yang memulai perjalannan bisnis di hari sabtu?
Anggap saja itu benar dan sangat urgent, tapi aku tidak perduli untuk sekarang ego ku tidak akan mengalah, karena ini bukan pertama kalinya dia membatalkan jadwal denganku secara mendadak.
"Di Bogor," jawabku ketus.
"Sama siapa?"
"Sendiri lah, kan tunangan aku super sibuk, sibuk sampai janji dari bulan lalu dia ingkari tiba-tiba."
Terdengar helaan nafas disebrang sana, "sayang... tolonglah jangan kaya gini."
"Kaya gini gimana maksudnya? Emang salah ya kalau aku pergi liburan? Ke tempat yang udah aku booking dari jauh-jauh hari? Kalau-kalau kamu lupa, inituh bukan rencana dadakan!"
"Sayang... aku minta maaf untuk itu... tapi bukan berarti aku membenarkan tindakan kamu yang nekat pergi sendiri."
Aku tidak merasa tersentuh dengan permintaan maafnya, "aku gak nekat, ini udah direncanain dari bulan lalu."
"Tunggu aku, dua jam__ enggak satu setengah jam lagi aku sampai."
"Hah?!" Aku berangkat pagi saja butuh waktu tiga jam untuk sampai kesini, apalagi kalau dia berangkat sekarang dimusim liburan saat ini. "Kamu bohong ya tentang perjalanan bisnis kamu..."
"Udah beres sayang.... Dan aku gak pernah bohongin kamu."
"Terserah deh," aku langsung mematikan panggilan tanpa menunggu balasannya, sambil menghela nafas aku mengirimkan live location ku padanya. Sejujurnya aku merasa sedikit lega dia hendak menyusul ku apalagi setelah bertemu Puma sebelumnya, agak menakutkan jika terus sendiri.
Sudah tiga jam berlalu, makananku sudah habis dari dua jam lalu, aku bahkan sudah memesan minuman tiga kali tapi Alzriel belum juga datang. Konyol sekali, aku berharap dia benar-benar menepati ucapannya untuk sampai kesini dalam waktu 90 menit.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE
Short Story18+ Sisi gelap dari cinta. Mereka penuh keegoisan. Cinta berlebihan itu tidak baik. {(Rate:18+) terdapat adegan dewasa, kekerasan, bahasa kasar, gore, fantasi, horor, pembunuhan, dan lain sebagainya.} Tamat di 1-3 chapter. (Ini kumpulan cerpen) C...
