24

2K 188 71
                                        

HAPPY READING!

JANGAN LUPA VOTE AND KOMENT YAH!















.

.

.




Jennie hanya diam menatap pemandangan  dari kaca jendela yang menampilkan berapa indahnya diluar sana. Orang orang yang berjalan dengan bebas tanpa penutup wajah apapun dan tertawa bahagia tanpa memikirkan siapapun yang menguntit mereka.

Jennie juga ingin seperti itu. Dia ingin mewujudkan segala mimpi yang ia inginkan bersama keluarga kecilnya nanti.

Sekarang keluarga kecilnya sudah bersatu kembali namun ada begitu banyak hal yang membatasi mereka hingga terus menutup diri dan berpura pura tidak saling mengenal.

Rumor yang beredar hari ini cukup membuat Jennie terkena serangan panik dan tidak bisa berpikir jernih.

Bahkan di saat mobil yang mereka tumpangi berhenti di pekarangan mansion keluarga Jennie setelah kabur diam diam dari apartemen karena semakin ramai dan para wartawan berusaha melacak letak nomor apartemen mereka.

Jennie menghela napas kini langsung memilih mengurung diri di dalam kamarnya sejak kecil ini. Seharian ini, Jennie hanya bisa melamun dan memikirkan bagaimana cara mengatasi rumor ini agar semua orang mengerti.

Pintu kamar terbuka menampilkan Taehyung yang membawa sebuah nampan berisi makanan.

"Kau harus makan."

"Aku tidak lapar." Jawab Jennie tanpa mau menatap Taehyung.

"Buka mulutmu." Paksa Taehyung.

Taehyung membawa sendok berisi nasi dan kuah sup buatan mama Jennie setelah meniupnya hingga hangat. Mau tak mau, Jennie membuka mulutnya meskipun selera makannya hilang.

Meski begitu, Jennie bisa menghabiskan makanan yang di bawa oleh Taehyung.

"Jangan pikirkan apapun, Jen."

"Aku tidak percaya akan mengalami ini lagi setelah lima tahun lamanya. Dan rasanya tetap sama seperti lima tahun lalu.. menakutkan dan mengerikan. Aku merasa kecewa karena harus menjadi sasaran makian oleh para penggemar mu." Jelas Jennie dengan nada lesu.

"Kau terlalu menanggung banyak beban saat bersamaku Jen. Tapi aku tidak akan pernah rela jika kau pergi dari sisiku. Aku— tidak  mau kau kembali mengurus Hwan sendirian tanpaku." Jelas Taehyung pilu.

"Aku juga yakin Hwan tidak mau meninggalkan mu sendirian di Korea." Ucap Jennie.

"Itu benar." Ucap Taehyung kini mengingat wajah tampan Hwan yang selalu membuat lelahnya hilang.

Jennie tersenyum tipis dengan pandangan kosong. "Kau tidak ke agensi? Setidaknya kau harus membuka mulut dan menkonfirmasi berita kita."

"Dan meninggalkan mu sendirian? Itu tidak ada dalam pikiranku saat ini." Bantah Taehyung cepat.

"Aku tidak apa apa, Tae. Sedikit banyaknya aku sudah tau apa yang harus aku lakukan saat rumor ini muncul. Aku tidak memegang ponsel dan berusaha tidak memikirkan berita itu lagi. Bukankah itu yang selalu kau ingatkan padaku? Aku sedang berusaha melakukan nya."

Taehyung tersenyum tipis mengelus rambut Jennie dengan penuh kasih sayang. Ia bahkan membubuhkan sebuah kecupan manis di dahi istrinya.

"Kau tau kenapa Tuhan bisa menjadikan mu sebagai istriku?"

Jennie menatap wajah Taehyung seperti meminta jawaban. "Kenapa?"

"Karena Tuhan tau kau adalah wanita yang kuat maka dia menjadikanmu sebagai istriku. Dia tau kau tidak akan pernah menyerah menghadapi semua rintangan ini bersamaku. Meski semua orang memandang buruk rumah tangga kita, aku tidak peduli. Bagiku, kau adalah istri terbaik yang pernah ada yang Tuhan kirim untuk menemani ku."

THE PASTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang