PART 59 : KEPUTUSAN MAIRA

668 44 11
                                    

JANGAN LUPA RAMAIKAN CERITA MEREKA GUYS🙏
BERI VOTE DAN JUGA KOMENTAR KALIAN GUYS🙏

"Hal yang paling sulit aku lakukan adalah, ketika aku di paksa untuk berhenti mencintaimu sekaligus meninggalkan mu."

                      ~Almeera Azahra alfathunissa

                                          ~⚛⚛~

Di balkon atas, Darren mencoba untuk memnghampiri Luke untuk membahas masalah mereka, lagi pula Darren bukan tipikal orang yang lari dari masalah. Ia akan menyelesaikan selagi ia bisa.

"Kau marah kepadaku karna aku lebih membela Louis dari pada dirimu?" tanya Darren setelah dia berdiri di sampingnya, kemudian menatap kegelapan malam.

Mendengar hal itu pun tentu membuat Luke mengelengkan kepalanya,"Bukan itu yang membuat aku marah kepadamu, tuan Darren."

"Lantas apa yang membuatmu marah?" tanya Darren melirik Luke.

"Ini menyangkut Cristal yang masih saja mencintaimu, tuan Darren," jawab Luke berhasil membuat Darren terkejut. Bukan karna perkataan dari Luke, melainkan terkejut karna dia tidak menyangka jika keponakannya itu masih menyimpan perasaan kepadanya sampai detik ini. Padahal ia sudah berkali-kali menolaknya.

Pria itu bahkan tidak tau ingin berkata apa lagi untuk saat ini, yang pasti ia tidak suka bila Cristal masih mencintainya, sebab cinta yang dia miliki tentu akan menyakiti dirinya sendiri, seperti saat ini.

"Padahal aku sudah mengatakannya berkali-kali, tapi anak itu sepertinya tidak mendengarkan aku," Ujar Darren masih tidak percaya.

Luke pun menghembuskan nafasnya berat,"Bahkan aku telah membuat dia agar terikat pernikahan denganku, tapi syangnya dia masih tidak mencintaiku." Hingga pandangan Luke pun mengarah ke langit yang terlihat begitu cerah malam ini.

Darren pun menepuk bahu Luke seakan paham yang Luke rasakan,"Bagaimana kalau kita pergi ke Night Klub? Bukankah sudah lama juga kita tidak berkumpul bersama di sana?" Ajak Darren seakan memberi solusi agar Luke tidak terlalu memikirkan masalah ini. Apalagi bersikap galau seperti anak muda yang tengah putus cinta.

Luke sempat berfikir, hingga ia pun memutuskan untuk terima solusinya, karna siapa tau dengan dia datang ke tempat itu, pikiran mengenai istrinya bisa terlupakan walau sejenak,"Ide tuan Darren ada benarnya, sepertinya aku harus mencerahkan otakku ini dari yang namanya percintaan," kata Luke sembari terkekeh. Dia bahkan tidak bisa berlama-lama bermusuhan dengannya hanya karna seorang wanita. Karna menurutnya itu terlalu kekanak-kanakan.

Setelah itu, keduanya pun memutuskan untuk turun ke lantai bawah,"Ayo Kita pergi ke Night Klub, karna sepertinya aku butuh hiburan malam ini," ajak Luke berhasil membuat Louis segera menatap Darren. Karna ia tidak yakin jika pria itu mau ikut ke Klub, apalagi besok mereka akan berangkat berperang melawan tiga Klan sekaligus.

"Tapi tuan, bukankah besok kalian akan pergi berperang?" tanya Louis memastikan.

Hingga pandangan Darren pun beralih ke arah tiga manusia yang ada di sana,"Kami janji tidak akan mabuk malam ini," kata ketiganya serempak hingga membuat Darren menganggukan kepalanya. Dia pun segera beralih mencari istrinya.

"Nyonya zahra berada di dalam kamar, tuan." Louis seakan tau apa yang Darren cari.

"Baiklah, kalau begitu aku akan meminta izin kepada istriku lebih dulu," kata Darren bergegas pergi dari sana menuju kamarnya, hingga membuat Joy, Xaiver, Alvaro hanya bisa menatap kepergiannya.

"Ini alasan terbesar kami, tidak suka berkomitmen dengan prempuan," celetuk Joy, Xaiver, berserta Alvaro secara bersamaan, hingga membuat Luke terkekeh tapi tidak dengan Louis, tatapan pria itu dingin seperti biasa, itu sebabnya tidak ada yang mau berteman dengannya kecuali Darren. Karna hanya pria itu satu-satunya orang yang mau mengenal Louis.

Garis takdir Azahra (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang