JANGAN LUPA RAMAIKAN CERITA MEREKA YA GUYS🙏😊
"Kamu akan menyesal karna telah berani menguji kesabaran dari seorang Darren kendrick."
~⚛⚛~
Setelah mendapat kabar dari Luke mengenai istrinya yang memilih untuk kembali ke indonesia tanpa memberi kabar apapun kepadanya. Tentu membuat perasaan Darren menjadi kacau, bahkan Darren memutuskan untuk kembali ke kediamam alexander malam itu juga tanpa memikirkan jika perjalanannya akan membutuhkan waktu enam jam lamanya.
Tanpa pikir panjang, Darren mengendarai mobil berwarna hitam itu meninggalkan kawasan Black Moon. Bahkan Darren tidak sempat memberi kabar kepada anggota yang lain di karnakan waktu sudah memasuki tengah malam. Apalagi semua anggotanya telah tertidur pulas tanpa tau jika saat ini pemimpin mereka telah kembali lebih dulu. Bahkan ini sudah kesekian kalinya Darren merasa bahwa dirinya telah lari dari tanggung jawab seorang suami sekaligus seorang pemimpin.
Tidak perduli mengenai hal itu, kini ia memilih untuk tetap fokus ke perjalan miliknya yang terasa memakan waktu yang sangat lama, hingga malam berubah pagi tanpa di sadari, tapi Darren masih setia mengendarai mobilnya menuju kawasan milik Black horse. Yang akan sampai ke kediaman milik alexander satu jam lagi.
Hingga tiba-tiba, fokus milik pria itu buyar tak kala bunyi ponsel di saku celananya, dengan tidak sabaran Darren segera mengambil ponsel tersebut untuk segera mengangkatnya ketika nama Xaiver di balik layar ponselnya.
"Hmm?"
"Kau di mana, tuan Darren?" tanya Xaiver di sebarang telfon terdengar begitu khawatir. Apalagi ia mendengar dari salah satu anak buahnya, jika Darren pergi dari sana dengan keadaan terburu-buru.
"Aku menuju jalan pulang," jawab Darren terdengar santai.
"Jika kaka tertua pulang? Lantas bagaimana dengan wilayah barges?" tanya Alvaro, berhasil merebut ponsel yang di genggam oleh Xaiver.
"Masalah barges, aku serahkan kepada kalian bertiga, karna aku harus pulang sekarang!" sahut Darren.
"Apa ada sesuatu sampai kau memutuskan untuk pulang lebih dulu?" tanya Alvaro penasaran. Karna tidak biasanya pemimpin mereka seperti ini. Apalagi pulang sebelum menyelesaikan urusan mereka.
"Masalah ini menyangkut hidup dan juga mati ku! Jadi aku serahkan masalah barges kepada kalian bertiga!" setelah mengucapkan kalimat tersebut, Darren pun mematikan panggilan mereka dan kembali fokus ke tujuan awal. Yaitu, pulang untuk memastikan jika yang Luke katakan semalam itu tidaklah benar. Ia yakin istrinya tidak akan pernah meninggalkannya.
Darren terus melaju mobilnya menuju ke kediamam alexander, hingga satu jam kemudian, mobil yang di kendarai olehnya pun telah sampai di depan gerbang utama mansion.
Darren pun membunyikan klakson mobilnya, sampai di mana gerbang utama tidak kunjung di buka, hingga hal itu berhasil membuat Darren kehilangan kesabarannya. Hingga detik kemudian, Darren memilih untuk menerjang gerbang utama mengunakan mobil yang ia gunakan.
Bunyi benturan terdengar begitu keras, hingga hal itu berhasil mengalihkan perhatian semua penjaga yang baru saja tiba di sana dengan perasaan was-was jika pria itu akan murka.
Ketika mobil itu berhenti di halaman manison, barulah Darren keluar dari dalam mobil tanpa memperdulikan mobil tersebut telah rusak di bagian depan akibat menerjang paksa gerbang utama. Bahkan aura tidak bersahabat dari Darren terpampang begitu jelas hingga di saksikan oleh para penjaga yang menunduk ketakutan.
"Bodoh! Apa kalian tidak mendengar kedatangan ku, hah?" Emosi milik Darren benar-benar tidak setabil. Pria itu bahkan tidak segan-segan memukul para penjaga yang tidak becus dalam bekerja.

KAMU SEDANG MEMBACA
Garis takdir Azahra (END)
Teen Fiction"You are mine, baby." "Saya tidak akan membiarkan milliku di sakiti oleh siapapun!" ~Darren Kendrick CERITA INI SAMBUNGAN DARI CERITA MISSION IMPOSSIBLE YA GUYS DI LARANG PlAGIAT CERITA ORANG LAIN ❎ DAN WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA CERITA INI✅ DI HA...