21

5.4K 552 55
                                        

Samar Samar Haechan mendengar perkataan luna Doyoung tentang heat dan semacamnya. Tapi ia tidak benar-benar bisa memperhatikan karena saat ini tubuhnya terasa sangat aneh. Rasanya panas sekali seperti ada yang terbakar dalam tubuhnya, seluruh tubuhnya bergejolak entah karena apa.

Seumur hidupnya baru kali ini Haechan merasakan hal seperti ini. Rasanya asing dan sangat menakutkan. Sampai sampai ia berpikir mungkin seperti inilah rasanya saat ajal mendekat.

Tetapi luna Doyoung menenangkannya. Berkata bahwa hal ini adalah sesuatu yang normal bagi mereka para omega. Mungkin terasa menakutkan karena ini menjadi yang pertama bagi Haechan, setelahnya akan terasa lebih santai.

Haechan tidak menyukai gagasan itu. Ia tidak ingin merasakan hal seperti ini secara berulang. Kenapa harus?

"Kau tenangkan dirimu ya, Haechan. Aku berjanji ini hanya beberapa hari saja, setelahnya kau akan kembali pulih dan menjadi lebih kuat. Percaya padaku."

"Aku ingin di ruanganku saja, luna."

"Tidak bisa. Kau tidak boleh meninggalkan ruangan ini! Biar nanti aku minta teman temanmu untuk menemanimu di sini. Akan sangat berbahaya bagimu jika kau pergi."

Haechan terdiam. Sesekali ia merintih kesakitan. Ada sesuatu yang ia inginkan, yang mungkin bisa meredakan rasa sakitnya, tapi ia tidak tahu apa itu.

Luna Doyoung memandangnya dengan prihatin. Haechan ini berbeda dengan omega lain yang ia tangannya heat pertamanya. Anak ini benar-benar tidak mengetahui apapun soal ini membuatnya sangat sangat kesulitan.

Belum lagi kekhawatiran soal para alpha yang mengincarnya karena jujur saja feromon dari Haechan sangatlah menarik. Aromanya berbeda, ada sentuhan aroma sensual yang bisa menggoda siapa saja. Haechan tidak boleh ditinggal barang sejenak, harus ada seseorang yang bersamanya sekalipun tempat ini aman. Ia tidak ingin terjadi sesuatu.

Doyoung juga merasa kagum kepada Mark yang mengantarkan anak ini dengan tangannya sendiri. Pasti sulit baginya untuk menahan hasrat yang timbul terlebih feromon Haechan sebegitu kuatnya. Belum lagi kenyataan bahwa Haechan dan Mark mungkin saja mate menambah daftar penderitaan yang Mark alami, tapi ia bisa menahannya. Semoga saja Mark benar-benar bisa menahannya.

"Kau ingin mandi, Haechan? Air dingin akan sedikit membantu."

"Aku mau. Tubuhku rasanya panas sekali, luna. Aku membutuhkan air dingin."

"Ayo biar aku bantu. Nanti teman-temanmu akan kemari untuk menemanimu."

Haechan menerima bantuan dari luna Doyoung. Ia mengesampingkan rasa malunya denganmembuka seluruh pakaian dan menerima guyuran air dingin mengalir membasahi seluruh tubuhnya. Air dingin itu memang membantu, tetapi hanya sedikit saja karena setelahnya tubuhnya tetap terasa panas.

Selesai membersihkan tubuh Haechan sudah melihat Renjun yang sedang membantu merapikan ranjang di sana. Dengan kehadiran Renjun di sana, luna Doyoung pamit kepada mereka berdua dan meminta Haechan atau Renjun memberitahu jika memang nanti membutuhkan sesuatu.

"Kau tau Haechan, saat ini feromon mu benar-benar kuat sekali."

"Apa maksudmu? Luna Doyoung berkata jika sedang heat memang feromon yang dikeluarkan akan lebih kuat dari biasanya, kan?"

"Memang, tapi milikmu benar-benar kuat. Kau baik-baik saja?"

"Tubuhku panas sekali, aku harus apa?"

Tubuh Haechan meringkuk di atas ranjang dengan tidak nyaman. Renjun prihatin sekali melihat kondisi anak itu.

Renjun juga bingung bagaimana cara menolong Haechan? Satu-satunya yang bisa menolong Haechan tentu saja hanya mate nya sendiri.

"Haechan?"

"Hm?"

"Kau sudah bertemu dengan Mark hyung?"

"Dia yang mengantarku pada luna Doyoung, setelah itu dia pergi. Mungkin ada pekerjaan. Memangnya kenapa?"

"Ah tidak. Sudah ayo coba tidur, aku akan menemanimu di sini. Jaemin ada pekerjaan jadi dia tidak bisa ikut kemari."

Ya memang harusnya begitu, keputusan Mark sudah sangat baik bagi Renjun. Biarlah mereka berdua berjalan secara perlahan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Di tempat gelap dan lembab itu Mark duduk sendirian. Nafasnya terengah-engah bukan karena lelah tetapi ada sesuatu yang harus ia tahan.

Setelah mengantar Haechan pada orang yang ia rasa tepat, Mark secepat mungkin pergi dari sana. Ia tidak bisa berdekatan dengan Haechan saat ini, sedetik saja ia tetap berada di sana mungkin Mark tidak akan bisa menahan dirinya. Ia akan menggila dan justru melukai Haechan nya. Mark tidak ingin Haechan semakin takut.

Dan tempat inilah yang ia rasa cocok. Tempat dimana ia dan Haechan menghabiskan malam berdua.

Rahangnya mengeras kala aroma feromon Haechan kembali terbayang. Bukan hanya Haechan yang tengah kesulitan saat ini, Mark pun begitu. Ingin rasanya ia membawa Haechan ke ruangannya dan menghabiskan waktu bersama. Ia tahu anak itu pasti tengah kesakitan, ingin sekali Mark membantunya. Karena Haechan adalah mate nya.

Tapi pikiran warasnya menahan. Ia tidak ingin menyakiti Haechan barang sedikit saja, ia harus menunggu Haechan benar-benar siap, meski entah kapan saat itu akan tiba.























***



Dikit dulu yeahhh

Kalian boleh cek cerita ku yang lain yaa. Aku baru aja reupload cerita ku, MarkHyuck juga kok. Dulu sempat diunpub karena beberapa alasan.

Aku reupload lagi karena Luna ini nguras pikiranku banget, butuh yang lain biar tidak bosan nulis.

See you~

See you~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LUNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang