"Ughh..."
Mark meleguh kesakitan ketika Haechan menempelkan obat pada luka di punggungnya terlalu kuat. Sepertinya anak itu sengaja melakukannya karena masih merasa kesal.
"Sakit?"
"Sakit, sayang..."
"Kau pergi berhari-hari menangkap orang jahat sampai luka tidak ada tuh merasa sakit. Sekarang hanya diberi obat malah seperti sedang diapakan saja. Dasar aneh!"
Haechan mengomel meski pada akhirnya ia melembutkan perlakuannya, bagi Mark itu lucu sekali. Sepertinya Mark telah membuka sesuatu yang baru dalam dirinya begitu melihat wajah khawatir Haechan yang berlinang air mata saat melihatnya pulang dengan keadaan terluka. Ya mungkin ia sebaiknya tidak merasa begitu. Ia tidak boleh membuat Haechan khawatir apalagi sampai menangis.
Hanya butuh dua malam untuk Mark dan kawanannya menangkap orang asing tersebut. Tidak terlalu sulit melakukan pengejaran meski mereka cukup lincah seperti belut yang ada di sawah. Tapi bagi Mark, Lucas, serta kawanan yang lain, itu masih bisa dilakukan.
Pada malam pertama keberangkatan mereka, kawanan itu pergi ke lokasi kejadian untuk mengendus sisa sisa feromon yang mungkin masih berada di sana. Dengan penciuman alpha dominan seperti Mark, mereka mendapatkan satu petunjuk itu. Meski sudah beberapa jam sejak kejadian, Mark masih bisa mendapatkan apa yang ia butuhkan. Langsung saja ia memimpin kawanan untuk pergi mengikuti asal feromon yang tertinggal.
Kelompok asing itu pergi cukup jauh, karena itu Mark baru bisa mendapatkan mereka di malam kedua. Mereka sedang bersenda gurau di sekitar api unggun yang mereka buat. Cukup terkejut ketika Mark tiba-tiba duduk di sebelah salah satu dari mereka sambil menodongkan ujung belati yang dipegangnya ke arah leher orang tersebut.
"Puas kalian bermain main?"
Sekian detik mereka masih diam karena terkejut, lalu kemudian kawanan Mark berusaha untuk melumpuhkan mereka. Pertempuran cukup sengit terjadi di sana.
Awalnya Mark berpikir ini hal yang aneh ketika ia mendengar kabar kawanan berburu mereka terluka karena diserang oleh kelompok asing. Karena Mark tahu meskipun tanpa dirinya dan Lucas, mereka tetap kumpulan orang-orang terlatih, tidak mungkin semudah itu mendapatkan luka. Setelah melihat mereka semua, barulah ia mengerti alasannya.
Gaya bertarung mereka sangat berantakan, tapi cukup bertenaga dan mematikan. Mungkin ini yang akan kalian dapatkan jika selama bertahun-tahun yang kalian lakukan hanyalah berkelana dan berkelahi dengan siapapun yang berani melawan kalian. Mark tersenyum miring ketika ia merasa pertarungan mereka semakin menarik.
Satu persatu dari mereka semua berubah ke bentuk serigala masing-masing, begitu pun dengan Mark. Mereka mulai bertarung dengan buas, menyerang satu sama lain tanpa mempedulikan apapun.
Mark sedang melakukan pertarungan satu lawan satu dengan seseorang yang seperti pemimpin kelompok asing. Menyerang, menangkis, menghindar, begitulah yang mereka lakukan. Terlalu fokus pada pertarungan itu, Mark melupakan sekitarnya. Ia tidak sadar ada satu orang yang sejak tadi memperhatikan, bersiap siap menyerang.
Serangan itu berhasil mengenai punggungnya, ada cakaran cukup dalam yang dihasilkan. Mark melirik sekilas namun tidak memperdulikan nya, ia tetap fokus kepada lawannya karena ia tahu ada Lucas yang siap mengcover penyerangnya tadi.
Untunglah hanya itu luka cukup besar yang ia dapatkan, sisanya hanyalah memar tak berarti saja. Mereka berhasil memenangkan pertempuran tersebut, memboyong kelompok asing itu ke depan alpha Johnny yang berwenang untuk memikirkan hukuman terbaik untuk mereka semua.
Begitulah muasal luka yang kini sedang diobati oleh Haechan dengan pasta hijau yang tempo hari dibuat langsung oleh tangannya sendiri. Ia tidak menyangka obat yang ia (tentu atas arahan luna Doyoung) akan langsung berguna dan digunakan. Terlebih itu digunakan oleh alpha nya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUNA
Fiksi Penggemar[Werewolf AU] Markhyuck! Warning! BoyxBoy, mature, missgendering, mpreg, gay! Setiap tahun memang ada pemilihan untuk seluruh siswa, tak perduli jika mereka adalah alpha, beta, atau bahkan omega. Namun Haechan tidak pernah sama sekali membayangkan b...
