Setelah makan malam keadaan hati Haechan dibuat tidak karuan. Rasanya ia ingin sekali marah dan memaki-maki orang tetapi ia tidak tahu siapa orang yang harus merasakan pedasnya makian dari Haechan, jadilah dua temannya yang harus menjadi sasaran.
Sejak meninggalkan ruang makan tingkah Haechan sangatlah aneh. Anak itu berjalan sendirian untuk kembali ke ruangannya padahal biasanya ia sangatlah penakut. Entah kemana perginya rasa takut itu, mungkin sekarang setan yang justru takut kepadanya.
Sekarang pun Haechan menjadi semakin menyebalkan. Ada saja hal hal yang dirasa salah olehnya. Renjun dan Jaemin dibuat sangat dongkol.
"Bisakah kau diam, Jaemin?"
"Apalagi, Haechan?"
"Kau berisik sekali."
"Astaga! Aku hanya duduk di ranjangku sendiri, berisik apanya?"
"Ranjangmu berisik."
Jaemin emosi. Hampir saja ia bangkit dari ranjangnya hendak menghampi Haechan jika Renjun tidak berlari dengan segera dan menahan tubuhnya untuk tetap berada di tempat. Renjun hanya tidak ingin ada pertumpahan darah malam ini.
"Aduh jangan bertengkar, ini sudah malam. Haechan, sebaiknya kau tidur. Kau juga tidur, Jaemin."
"Aku tidak mau."
Renjun menghela nafas mendengar penolakan dari Haechan. Ia lelah sekali dan sudah emosi. Tapi melihat Haechan juga ia sebetulnya tidak tega. Jadilah Renjun kini berpindah naik ke ranjang Haechan dan duduk di sebelah anak itu.
"Apa? Kau itu kenapa? Perasaan sebelumnya kau baik-baik saja."
"Aku sekarang pun baik-baik saja."
"Ya ya, terserah. Geser sana, aku ingin tidur di sini."
Dengan sengaja Renjun mendorong Haechan agar anak itu bergeser, setelahnya ia dengan santai merebahkan diri di ranjang Haechan bahkan menguasai selimutnya. Pemilik ranjang itu tentu saja tidak terima.
"Sempit, Renjun. Sana balik ke tempatmu."
"Tidak mau, aku mau tidur di sini bersamamu."
Setelah perdebatan dan juga insiden dorong mendorong, Haechan akhirnya menyerah. Ia membiarkan saja apa yang Renjun lakukan meskipun karenanya Haechan hanya mendapat sedikit saja tempat untuk tidur. Dia juga sudah lelah berdebat, Renjun tidak tampak akan menyerah.
Lagipula feromon Renjun yang lembut membuatnya sedikit lebih tenang. Tidak biasanya feromon Renjun selembut ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pembicaraan mengenai tamu yang datang dari pack sebelah menjadi topik yang hangat diperbincangkan orang-orang. Banyak yang penasaran dengan tujuan dari kedatangan mereka, tapi ada juga yang justru fokus pada kedekatan antara Mark dan sang gadis muda. Mereka semua dibuat bertanya-tanya, apakah ada sesuatu di antara keduanya?
Begitu pula dengan Haechan. Mendengarkan orang-orang bicara membuatnya ikut penasaran juga. Sebenarnya, apa hubungan keduanya?
KAMU SEDANG MEMBACA
LUNA
Fanfic[Werewolf AU] Markhyuck! Warning! BoyxBoy, mature, missgendering, mpreg, gay! Setiap tahun memang ada pemilihan untuk seluruh siswa, tak perduli jika mereka adalah alpha, beta, atau bahkan omega. Namun Haechan tidak pernah sama sekali membayangkan b...
