"Haechan, bangun. Ayo cepat siap-siap."
Haechan terbangun dari tidurnya karena merasakan guncangan tanpa henti dari Jaemin. Jaemin mengguncang tubuhnya dengan sangat kencang, sampai-sampai kepalanya kini terasa pening.
Lagipula Haechan baru saja tertidur beberapa saat yang lalu, semalaman ia tidak bisa tertidur karena rasa gelisah yang ia alami. Tidak bisa kah mereka membiarkannya beristirahat sejenak? Kenapa juga pagi hari datang dengan sangat cepat.
Sejenak Haechan termenung sembari duduk di atas ranjangnya. Ia tidak melihat Renjun, tetapi ia bisa mendengar suara air dari kamar mandi. Pasti Renjun ada di dalam sana. Jaemin sendiri setelah membangun Haechan segera kembali keranjangnya dan merapihkan ranjang itu. Tidak begitu peduli dengan Haechan, yang penting ia sudah melakukan apa yang diminta Renjun.
"Haechan, kau mau langsung mandi?"
Renjun baru saja keluar kamar mandi dan segera bertanya begitu melihat Haechan yang sudah bangun.
Renjun sudah keluar kamar mandi dengan pakaian rapi sembari menggosok rambutnya yang basah. Gila, Haechan tidak habis pikir. Bagaimana Renjun bisa tahan untuk membasahi kepalanya pagi-pagi buta seperti ini? Apa ia tidak mereka kedinginan?
"Tidak. Aku hanya akan menggosok gigi dan cuci muka saja. Tunggu aku ya."
"Dasar jorok."
Haechan bisa mendengar cibiran dari Jaemin, tapi ia memilih untuk tidak terlalu mempedulikan. Ia harus menyimpan energinya untuk hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah sarapan, semua orang diminta untuk berkumpul di hadapan Alpha Johnny dan para petinggi lainnya di tengah lapangan. Seketika Haechan terserang perasaan familiar, ia merasakan dejavu.
Mereka sudah pernah melakukan hal yang seperti ini sebelumnya, dimana mereka diminta untuk berkumpul dihadapkan alpha Johnny tanpa tahu apa yang akan terjadi. Lalu tiba-tiba saja mereka mengatakan akan melakukan pelatihan untuk merubah diri.
Apakah akan kembali terulang? Jika iya, Haechan pun tidak akan terlalu terkejut.
Wajar saja jika pelatihan ini kembali digelar karena yang sebelumnya terpaksa dihentikan akibat insiden yang melibatkan Haechan, Yuta, dan Mark. Ngomong-ngomong soal Mark, ia masih tidak melihat alpha itu di sana. Yuta pun tidak ada. Apakah dugaannya salah?
"Menurut kalian apa yang akan terjadi? Mereka akan membuat kejutan apa lagi?"
"Perubahan wujud. Mereka akan melakukannya lagi."
Haechan dan Renjun menoleh ke arah Jaemin setelah anak itu mengatakannya. Jaemin tampak yakin dengan perkataannya itu, tidak seperti Haechan yang hanya menduga-duga dalam hati saja.
"Yang benar? Kau tahu darimana?"
Kali ini Renjun yang bertanya, sekaligus mewakili rasa penasaran Haechan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUNA
Fanfic[Werewolf AU] Markhyuck! Warning! BoyxBoy, mature, missgendering, mpreg, gay! Setiap tahun memang ada pemilihan untuk seluruh siswa, tak perduli jika mereka adalah alpha, beta, atau bahkan omega. Namun Haechan tidak pernah sama sekali membayangkan b...
