Dua orang yang sedang bertugas untuk berjaga di gerbang menunduk memberi hormat saat melihat Mark berjalan memasuki pack. Wajah kedua penjaga itu memerah begitu menyadari ada seseorang di gendongan alpha itu. Belum lagi feromon yang menyebar di sekitarnya membuat mereka seketika tahu apa yang telah terjadi.
Mark membalas sapaan itu sekilas dan tetap berjalan dengan tenang sambil sesekali membetulkan posisi Haechan yang ada di gendongannya.
Haechan tidak kuat berjalan, ia mengeluh kesakitan. Mark sendiri tidak keberatan untuk menggendong Haechan sampai ke tempatnya. Haechan kesakitan seperti itu juga karena ulahnya.
Alasan lain Haechan tidak ingin berjalan sendiri adalah karena ia merasa malu sekali. Ia tidak ingin ada yang melihatnya dengan kondisi sangat kacau seperti ini. Terlebih lagi karena lehernya sekarang dipenuhi oleh tanda yang diberikan Mark. Karena itu Haechan lebih memilih untuk berada di gendongan Mark, menyembunyikan wajahnya di dada alpha nya itu. Mark juga berusaha menutupi kepala Haechan menggunakan jaket miliknya.
Mark menepati ucapannya, ia tidak membawa Haechan ke tempat anak itu melainkan ke tempatnya sendiri. Tanpa ada kesulitan ia membuka kunci pintu dan membawa tubuhnya sendiri beserta Haechan masuk ke dalam.
"Kita sudah sampai, Haechan."
"Puahhh..."
Mendengar bahwa mereka sudah sampai Haechan segera mendorong jaket yang menutupinya hingga terjatuh ke lantai. Ia merasa pengap sekali berada di bawah jaket tebal Mark, tapi ia tidak bisa mengeluh juga.
"Turunkan aku, Mark!"
"Sebentar."
Mark kembali berjalan memasuki kamar dan mendudukkan Haechan di ranjangnya dengan sangat hati-hati. Ia memperlakukan Haechan seolah Haechan adalah keramik antik yang bisa pecah kapan saja hanya karena sedikit tekanan kecil.
"Ingin makan sesuatu?"
Haechan menggelengkan kepala untuk menjawab. Mark sudah memberikan makan tadi dan ia masih merasa sangat kenyang saat ini.
"Aku ingin mandi saja, Mark. Badanku rasanya sangat lengket."
Bukan hanya rasanya, tapi memang lengket. Karena kegiatan mereka semalam tubuh Haechan dipenuhi keringat dan juga cairan ughh mari lupakan saja. Wajah Haechan kembali memerah mengingatnya.
"Aku akan siapkan air hangat. Tunggu sebentar okay?"
"Ya okay..."
Haechan mengangguk, membiarkan Mark memberi kecupan lembut di dahinya sebelum alpha itu keluar dari kamar.
Begitu Mark tidak terlihat lagi senyuman di bibir Haechan melebar. Perutnya terasa menggelitik seperti ada sesuatu yang beterbangan di sana. Ciuman Mark yang lembut itu membuatnya salah tingkah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kedua bola mata Haechan terbuka secara perlahan. Ia sempat berkedip beberapa kali sebelum akhirnya kedua mata cantik itu berkelana ke sekeliling ruangan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUNA
Fiksi Penggemar[Werewolf AU] Markhyuck! Warning! BoyxBoy, mature, missgendering, mpreg, gay! Setiap tahun memang ada pemilihan untuk seluruh siswa, tak perduli jika mereka adalah alpha, beta, atau bahkan omega. Namun Haechan tidak pernah sama sekali membayangkan b...
