Haechan memandangi Mark yang masih sibuk berusaha untuk menangkap ikan ikan di sungai itu. Sudah cukup banyak ikan yang Mark tangkap, tapi belum ada tanda tanda alpha muda itu akan berhenti. Tidak mempedulikan bajunya yang basah dan mencetak lekukan tubuhnya dengan jelas.
Melihat pemandangan itu wajah Haechan kembali memanas. Ia teringat hal yang beberapa saat lalu mereka lakukan. Ya ampun, rasanya Haechan sangat malu, ia tidak tau harus bersikap bagaimana di depan Mark.
"Memikirkan apa?"
Kepala Haechan mendongkak, ia menatap Mark yang sudah berdiri di hadapannya. Dalam posisi duduk seperti ini Mark terlihat menjulang. Padahal, tinggi mereka tidak jauh berbeda.
Mark kembali menyimpan dua ekor ikan pada tempat yang sudah ia siapkan sembari menunggu jawaban dari Haechan. Tapi Haechan tidak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Mau mencobanya?"
"Apa?"
"Menangkap ikan. Ayo, akan aku ajarkan caranya."
Dengan semangat Haechan bangkit, mengikuti Mark yang berjalan kembali ke arah sungai. Melupakan kecanggungan yang ada di antara mereka berdua.
"Batu di sini licin karena berlumut, kau harus hati-hati."
Tangan Mark terjulur menawarkan bantuan yang dengan segera Haechan terima. Ia sedikit tersentak ketika merasakan dinginnya air sungai di pagi hari ini.
Hampir saja ia terpeleset jika Mark tidak dengan segera menarik pinggangnya. Kini wajah mereka berdua kembali berdekatan dengan mata yang tidak lepas dari satu sama lain.
"Kau baik-baik saja?"
"Iya. Celanaku sedikit basah."
"Kau bisa menggantinya nanti. Lihat, di sana ada ikan. Kau ingin mencobanya kan?"
Haechan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Mark. Di sana tampak ada dua ekor ikan berukuran sedang.
Dengan sabar Mark mengajarkan Haechan cara menggunakan alat yang dibawanya. Alat itu terbuat dari kayu yang sudah dibuat sedemikian rupa. Kayu itu terdiri dari dua bagian yang bisa disambung, lalu di salah satu ujungnya juga diberi besi tajam. Semacam tombak yang bisa dibongkar pasang sehingga lebih memudahkan untuk dibawa.
Pada percobaan pertama Haechan gagal dan justru membuat dua ekor ikan itu kabur entah kemana. Percobaan yang selanjutnya pun begitu. Untung saja dia adalah Haechan, jika itu orang lain maka kesabaran Mark pasti sudah tidak lagi tersisa.
Haechan baru berhasil pada percobaannya yang ke-14. Omega itu begitu bahagia karena akhirnya ia berhasil juga mendapatkan buruannya. Saking bahagia nya ia bahkan dengan suka rela melemparkan dirinya sendiri ke dalam pelukan Mark. Alpha itu juga tidak menyia-nyiakan kesempatan seperti ini, ia balas pelukan Haechan. Bahkan tangannya juga bergerak mengelus kepala belakang Haechan.
"Hari sudah semakin siang, kita harus segera kembali."
"Baiklah, ayo!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUNA
Fanfiction[Werewolf AU] Markhyuck! Warning! BoyxBoy, mature, missgendering, mpreg, gay! Setiap tahun memang ada pemilihan untuk seluruh siswa, tak perduli jika mereka adalah alpha, beta, atau bahkan omega. Namun Haechan tidak pernah sama sekali membayangkan b...
