Kembalinya Kenzo
Happy reading!
Pagi ini Farrel datang ke rumahnya untuk melunasi hutang milik ayah Keira. Sesampainya disana, ia langsung masuk ke dalam ruang kantor yang biasa ayahnya mengerjakan tugas.
"Selamat datang Farrel."tegur sang ayah menyambut kedatangan putranya, ia tau maksud dan tujuan anaknya datang menemui dia.
"Gue to the point aja, gue males ngomong sama Lo."tegas Farrel, kemudian membuka ransel yang berisi uang milik Mike.
Pak Ricko menepuk tangan sembari melangkah ke depan. "Kamu terlambat, Farrel. Ada yang lebih dulu membayar itu semua," tegasnya, membuat Farrel tertegun, matanya menatap tajam ke arah ayahnya.
"Lo bohong kan?" Farrel mengerutkan dahinya.
"Udahlah Lo ambil aja uang yang gue bawa, ya hitung hitung buat kampanye Minggu depan kan?"cibir Farrel, sambil tersenyum tipis.
"Dia cerita sama kamu?"bentak sang ayah.
'Farrel tolongin aku dong, bapak aku keliling hutang' GITU!"ucap Ricko, sembari mempraktikkan ucapan Keira.
"Keira bukan perempuan seperti itu, dia jauh lebih tinggi dibanding diri Lo!"ketus Farrel, mata nya menatap tajam ke arah sang ayah.
"Gue engga banyak waktu buat ngomong sama Lo, mending Lo terima uang ini dan jangan pernah ganggu kehidupan Keira lagi!"lanjutnya, tanpa berbasa-basi Farrel langsung keluar dari ruang kantor milik sang ayah.
Saat Farrel hendak keluar dari rumahnya, tiba tiba ia berpapasan dengan Nayla didepan pintu masuk.
"Lo ngapain kesini?"ketus Farrel pada Nayla.
"Gue cuma ngirim makanan buat bokap Lo, Lo juga sih parah banget jadi anak engga mau ngurus orangtuanya sendiri."cibir Nayla, tanpa berbasa-basi Farrel bergegas pergi, namun beberapa langkah kakinya terhenti saat sang Ayah memanggilnya dari dalam.
"FARREL!"seru sang Ayah, kemudian Farrel menoleh ke arah belakang.
"Mau ke kampus kan? Bareng sama Nayla juga, kalian kan satu kampus."ucap sang Ayah.
Nayla menoleh ke om Ricky, tanpa om Ricky kasih arahan, dia sudah mengerti maksudnya.
------
(Rumah Keira)
"Kak, ini bingkisan dari siapa?"tanya sang ibu, memperhatikan bingkisan yang diberikan oleh Farrel.
"Mampus gue, gue lupa taro di dalam kamar."gumam Keira dalam hati, sambil menepuk jidatnya.
"I-itu Mah, dari Farrel."ucapnya terbata-bata.
Sang ibu membuka surat yang berada di pinggir bingkisan tersebut. Berisi surat tersebut:
Sayang, maaf ya untuk semuanya, I'm promise! Aku bakal selesaikan semua permasalahan yang ada. I love you more. -Farrel Pradipta.
"Kak,"gerutu sang ibu.
"Apa Mah? Aku lagi nyuci gelas."sahut Keira, lalu sang ibu menghampirinya ke dapur.
"Kak, mamah menemukan surat, terus engga sengaja mamah baca."ucap sang ibu, membuat Keira terkejut dan melihat ke arah surat yang dipegang oleh ibunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTA & LUKANYA (COMPLETE)
Novela JuvenilSEMESTA bertemu dengannya adalah ketidaksengajaan yang membuat saya ingin mengenalnya lebih jauh. apakah luka ini sudah benar benar sembuh? ntahlah rasanya ia ada ruang tersendiri di dalamnya. Semesta kumohon, pertemuan pertama yang membuatku jatuhc...
