Chapter 12 - Tidur bersama

746 41 4
                                        

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN COMENT NYA.
TERIMAKASIH
-------------------------------------------------------

Happy reading ❤️

Sehun akhirnya menutup laptopnya setelah mengetik beberapa baris terakhir. Ia melirik jam di sudut layar—hampir jam satu pagi. Dengan gerakan santai, ia meraih mantelnya, lalu menoleh ke arah sofa tempat Lisa duduk menunggu.

Namun, alih-alih menemukan wanita itu menatapnya dengan wajah penuh protes, yang ia lihat justru sesuatu yang jauh lebih langka.

Lisa tertidur.

Sehun menghampiri, memperhatikan wajah Lisa yang tampak begitu damai dalam tidurnya. Napasnya teratur, bibirnya sedikit terbuka, dan beberapa helai rambut jatuh ke dahinya. Wanita yang biasanya keras kepala dan penuh perlawanan ini kini tampak begitu tenang—seperti kucing liar yang akhirnya lelah setelah seharian melawan dunia.

Senyum tipis terukir di bibir Sehun.

Tangannya terangkat tanpa sadar, ingin menyelipkan rambut Lisa ke belakang telinganya, ingin merasakan kulit halusnya di bawah jemarinya.

Namun sebelum ujung jarinya menyentuh pipi Lisa, sesuatu terjadi begitu cepat.

Lisa terbangun.

Dalam hitungan detik, ia menangkap tangan Sehun dan dengan cekatan membalikkan posisi mereka. Sehun tersentak, tiba-tiba saja ia sudah terbaring di sofa dengan Lisa di atasnya, lengannya menekan lehernya dengan sigap.

Mata mereka bertemu.

Sehun tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ia tahu Lisa tangguh, tapi refleksnya barusan… Itu bukan refleks wanita biasa.

Lisa pun tampak terkejut dengan apa yang baru saja ia lakukan. Matanya melebar saat menyadari bahwa dirinya tengah menjepit tubuh bosnya di sofa.

"Aku…" Lisa buru-buru bangkit, wajahnya memerah.

Namun sebelum ia bisa benar-benar menjauh, Sehun bergerak lebih cepat.

Tangan pria itu melingkar di pinggang Lisa, menariknya kembali hingga tubuh mereka kembali saling bersentuhan. Lisa tersentak, berusaha meronta, tapi Sehun tetap menahannya erat.

"Pak! Apa yang Anda lakukan?" geram Lisa, berusaha melepaskan diri.

Sehun hanya menatapnya dengan mata setengah tertutup, suaranya terdengar serak. "Leherku sakit. Jadi anggap saja ini sebagai kompensasi."

Lisa membuka mulut untuk membantah, tapi pria itu tidak memberinya kesempatan.

Pelukannya erat, hangat, dan… nyaman.

Lisa awalnya terus berusaha melepaskan diri, namun sekuat apa pun ia melawan, Sehun tidak kunjung melepasnya. Dan pada akhirnya, ia menyerah.

Diam-diam, ia mengutuk pria itu dalam hati.

Mereka tetap dalam posisi itu selama beberapa saat, hingga akhirnya Sehun melepaskan Lisa dengan enggan.

Lisa segera menjauh, mengatur napasnya yang tidak beraturan. Ia mencoba mengabaikan detak jantungnya yang terasa terlalu cepat. Namun sebelum ia bisa menenangkan diri sepenuhnya, Sehun berucap santai,

"Oh, ngomong-ngomong… Kantor sudah dikunci."

Lisa menegang.

"Apa?"

Sehun menyandarkan diri ke sofa dengan santai, menatap Lisa yang masih terkejut.

"Aku sudah meminta penjaga untuk mengunci pintu kantor tepat jam satu. Dan sekarang…" Ia melirik jam tangannya. "Sudah jam satu lewat lima belas menit."

Red Seduction Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang