Chapter 9 - Milikku

3K 220 34
                                        

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN COMENT NYA.
TERIMAKASIH
-------------------------------------------------------

Happy reading ❤️

Jungkook menatap Sehun serius.

"Sehun, kenapa kau tidak mengakhiri saja semua ini? Dari awal kau tidak pernah benar-benar menganggap Emma sebagai tunanganmu, kan?"

Sehun menatap Jungkook sekilas, lalu kembali bersandar di kursinya dengan santai. "Aku tidak pernah menganggapnya sebagai apa pun. Itu perjodohan yang aku tolak sejak awal."

Jungkook mendengus. "Ya, tapi kau tidak pernah benar-benar memutuskan pertunangan itu secara resmi, Sehun. Dan lihat akibatnya sekarang. Dia merasa punya hak penuh atas dirimu!"

Sehun mendecak, tampak tidak peduli. "Dia hanya keras kepala. Akan ada waktunya dia menyerah."

Jungkook menatap sahabatnya dengan ekspresi tidak percaya. "Keras kepala? Sehun, dia nyaris menyeret mu ke tempat tidur dalam keadaan mabuk! Kau pikir dia akan menyerah begitu saja?"

Sehun masih dengan ekspresi santainya—seolah hal itu bukan masalah besar.

Jungkook menggelengkan kepala, semakin frustrasi dengan sikap Sehun yang seolah tidak peduli. "Sehun, kau benar-benar tidak sadar betapa gilanya Emma, ya? Dia tidak akan menyerah hanya karena kau diam dan berharap dia pergi sendiri!"

Sehun menarik napas panjang, meletakkan gelasnya ke meja dengan bunyi kecil. "Aku sudah bilang, aku sedang menunggu waktu yang tepat. Lagipula, membuangnya begitu saja hanya akan membuatnya semakin berulah."

"Sialan, Sehun! Kau pikir diam saja akan menyelesaikan masalah?" Jungkook mengumpat. "Kalau kau terus membiarkan dia berpikir kalian masih punya hubungan, dia akan semakin gila! Apa kau mau dia merusak segalanya?"

Sehun menatap Jungkook, ekspresinya tetap datar, tapi kali ini ada sedikit ketegangan di matanya. "Aku tidak diam. Aku hanya mencari solusi yang tidak membuat situasi semakin buruk."

Jungkook mendecak, lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi dengan wajah frustrasi. "Lalu, solusi apa yang kau maksud?"

Sehun terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis. "Aku butuh seseorang untuk menghancurkan ilusi Emma tentang 'hak miliknya' terhadapku."

Jungkook mengangkat alis, mulai menangkap maksud sahabatnya itu. "Jadi… kau ingin menggunakan seseorang sebagai perisai?"

Sehun menyeringai. "Katakan saja… aku butuh seseorang yang bisa membuat Emma mundur dengan sendirinya. Kalau dia melihat aku sudah 'dimiliki', mungkin dia akan berpikir dua kali sebelum bertindak lebih jauh."

Jungkook menyipitkan mata. "Dan kau sudah punya seseorang dalam pikiran?"

Sehun tak menjawab. Tapi tatapannya bergerak ke arah pintu, ke arah Lisa baru saja pergi.

Jungkook terdiam sejenak, lalu tertawa kecil. "Astaga, jangan bilang kau mau memakai wanita itu?"

Sehun hanya tersenyum licik. "Kenapa tidak?"

"Kau sudah gila? Kau ingin melibatkan orang luar dalam semua ini?" Jungkook menatap Sehun tajam, suaranya dipenuhi ketidakpercayaan.

Sehun menyandarkan diri ke kursinya, jemarinya dengan santai memainkan pulpen di tangannya. "Dia berbeda."

Jungkook mengernyit, nada suaranya lebih tajam. "Berbeda? Jangan bilang kau mulai tertarik padanya."

Sehun hanya menyunggingkan senyum tipis, tetapi tidak memberikan jawaban.

Jungkook mendengus kesal. "Dengar, aku tidak peduli kalau kau ingin bermain-main dengannya. Tapi jangan lupa, ada Emma. Wanita itu lebih berbahaya dari yang kau kira. Jika dia tahu ada wanita lain di sekitarmu, kau pikir dia akan diam saja?"

Red Seduction Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang