Chapter 6 - Mimpi buruk

4.2K 246 57
                                        

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK VOTE DAN COMENT NYA.
TERIMAKASIH
-------------------------------------------------------

Happy reading ❤️

Lisa duduk di balkon apartemennya, membiarkan angin malam menyapu lembut wajahnya. Sejak misi ini dimulai, ia memilih tinggal sendiri, menjauh dari ayahnya demi menjaga penyamarannya.

Matanya menatap langit malam yang dipenuhi bintang, dengan rembulan menggantung tenang di atas sana. Keindahan itu seharusnya memberikan ketenangan, tapi tidak untuknya. Ada sesuatu yang selalu membuat hatinya terasa kosong setiap kali menatap bintang-bintang itu.

"Mama, apa yang sedang Mama lakukan di sana? Apa Mama merindukan Lisa?"

Suara hatinya terdengar begitu lirih, seakan berharap seseorang di atas sana benar-benar bisa mendengarnya.

Lisa tersenyum tipis, meski air mata tanpa sadar jatuh membasahi pipinya. Ia percaya, orang yang sudah tiada akan menjadi bintang—menemani orang-orang yang mereka tinggalkan. Setiap kali menatap bintang, Lisa merasa Mamanya masih di sisinya, memberikan pelukan hangat yang selalu ia rindukan.

Namun, seperti yang selalu dikatakan ayahnya…

"Jangan pernah tunjukkan sisi lemah mu kepada orang lain. Mereka akan mengambil kesempatan untuk menghancurkan mu!"

Dan Lisa tumbuh menjadi seorang wanita yang kuat—atau setidaknya, itulah yang selalu ia tunjukkan pada dunia.

Ia menghapus air matanya, lalu menarik napas dalam.

"Aku tidak boleh lemah. Mama pasti tidak suka melihatku seperti ini."

Lisa mengepalkan tangannya, berusaha menyemangati dirinya sendiri.

"Aku akan mendapatkan berlian itu, apa pun rintangannya. Aku berjanji!"

Dengan tekad yang bulat, Lisa bangkit dari balkon dan berjalan menuju ranjang kecilnya. Tidak senyaman ranjang di rumah, tapi cukup untuk menjadi tempatnya melepas lelah.

Perlahan, matanya tertutup, membiarkan alam mimpi menjemputnya.

---

Lisa berlari.

Ia tidak tahu sedang di mana, tapi kakinya terus melangkah, berusaha menjauh dari sosok yang mengejarnya dari belakang.

"Lisa sayang, mau lari ke mana?"

Suara itu…

Lisa semakin mempercepat langkahnya, namun jejak kaki di belakangnya juga semakin mendekat.

"Kamu tidak bisa lari dariku, Sayang. Kamu sudah menjadi milikku."

Lisa menoleh ke belakang, dan saat itu juga tubuhnya ditarik dengan kuat.

Brakk!

Punggungnya membentur dinding keras, dan sebelum sempat melawan, tangan pria itu sudah mengunci kedua pergelangannya di atas kepala.

Sehun menatapnya dengan sorot mata berbahaya.

"Lepaskan aku!" Lisa meronta, mencoba melawan cengkeraman pria itu.

Sehun menyeringai, ekspresinya penuh dominasi. "Apa kamu lupa dengan kesepakatan kita semalam? Kamu sudah menyetujuinya."

Lisa menggeleng panik. "Tidak! Aku menolaknya sekarang!"

"Terlambat, Sayang…"

Sehun merobek kemeja putih yang dikenakan Lisa, membiarkan kain itu terjatuh ke lantai. Lisa menjerit, meronta sekuat tenaga, tapi Sehun tidak memberinya celah untuk kabur.

Red Seduction Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang