Yeya mudik beneran (2)

4.7K 297 0
                                        


Kami memutuskan untuk berhenti terlebih dahulu di rest area KM 102 Tol Cipali karena Rhea yang menangis kejar dan juga hitung-hitung Mas Radit bisa beristirahat dahulu. Waktu masih menunjukkan pukul 23.35, aku sedang menyusui Rhea di kursi depan dengan jendela yang sedikit dibuka. Sedangkan Mas Radit sedang pergi ke toilet sembari mencari kopi katanya. 

Sembari menunggu Mas Radit balik, aku membuka hp dan melihat kembali postingan yang sempa aku buat tadi. 

@gendhissayyu: Gemes banget tangan kecilnyaaa 🥹💖 Selamat mudik pertama, Baby Rhea! Semoga lancar perjalanannyaaa~ 🚗💨✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

@gendhissayyu: Gemes banget tangan kecilnyaaa 🥹💖 Selamat mudik pertama, Baby Rhea! Semoga lancar perjalanannyaaa~ 🚗💨✨

      @ranannra: Terimakasii Onty!! Tungguin Rhea main lagi yaa..

@zahrani08: Aduh ini gemes bangettt 😍 Bisa-bisanya tangan sekecil ini bikin hatiku meleleh 😭💖

      @ranannra: Wadooohhh! Om Eza udah ngga bikin meleleh lagi ya Onty Ran? Wakakaka

@dita.ar: Aaaa akhirnya mudik jugaaa! Rhea anak rantau nih ceritanya 😆🥰 Semoga betah di kampung yaa, cantikkk!

      @ranannra: Iya nih Onty, Rhea capek jadi anak kos HAHA

@juliaarchma: Rhea's first mudik! 😍 Bude kangen banget sama tangan mungilnya ini! 🤗💖 Cium jauh dulu yaaa, nanti di kampung main bareng bude yaaa 😘✨

      @ranannra: @juliaarchma Budenya harus siap mental nih, soalnya Rhea sekarang makin aktif! 🤭🤭 Nanti siap-siap dicubit gemes yaa sama Rhea! 😆💕

Setelah membalas beberapa komenan di postingan tersebut, aku menaruh kembali hp dan fokus dengan Rhea yangmasih menyedot dengan semangat. Bertepatan dengan Mas Radit yang sudah kembali dengan segelas kopi yang masih mengebul itu masuk ke dalam mobil tetapi dia membiarkan pintu terbuka sedikit mungkin agar udara tetap masuk karena mesin dan ac mati.

"Adek mo kemana ci ini? hmm?"

Aku mengusap pelan rambut Rhea yang masih sibuk menyusu, matanya sudah cerah tidak ada tanda tanda dia ingin tidur lagi.

Mas Radit melirik sekilas dari kursi kemudi, tersenyum kecil. "Kayaknya dia tahu bakal ketemu banyak orang, makanya nyiapin tenaga dulu," katanya.

Aku tertawa kecil. "Iya, siap-siap jadi pusat perhatian keluarga besar nanti."

Seusai menyusu aku mencoba meletakkan Rhea kembali ke car seat tetapi dia terus menolak hingga menangis kencang, alhasil aku memangkunya di kursi depan. 

Kami melanjutkan perjalanan dengan Rhea yang seperti antusias sekali berdiri dengan tetap aku topang. Dia seperti merasa amaze dengan lampu lampu kendaraan yang memadati jalanan. 

"Mas, liat deh, dia excited banget," aku tertawa kecil sambil menahan Rhea yang sibuk menatap keluar jendela dengan mata berbinar.

Mas Radit melirik sebentar dari balik kemudi, lalu tersenyum. "Iya, kayak baru pertama kali lihat lampu-lampu jalanan. Padahal tiap malam di rumah juga ada lampu."

Ramadhan Tale [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang