Hati-hati ya, dia mulai suka narik rambut orang

5.3K 305 0
                                        

Pagi ini aku agak lumayan gugup, pasalnya untuk pertama kalinya Rhea akan ikut aku ke kampus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi ini aku agak lumayan gugup, pasalnya untuk pertama kalinya Rhea akan ikut aku ke kampus. Ya dulu pernah sih, tapikan masih di dalem perut beda dengan sekarang. Yang biasanya tas backpack ku hanya tersisi laptop  sekarang bertambah dengan keperluan Rhea seperti diapers, celana ganti, baju ganti, beberapa lotion just in case aja sih. 

Rempong? hmm jangan di tanya lagi. Setelah sahur tadi aku terus saja bergerak menyiapkan ini dan itu. Aku janjian dengan dospem ku pada jam 10 pagi, dan sekarang masih jam 7.30 aku sedang menyuapi Rhea terlebih dahulu lalu menyiapkan makan siang nya untuk aku bawa ke kampus, karena ya seperti pengalaman yang sudah sudah janjian sama dospem pasti selalu ngaret. 

Setelah selesai dengan per MPASI an Rhea, aku segera memandikan dia. Mas Radit sudah berangkat terlebih dahulu ke rumah sakit tadi pagi. Jadi, nanti aku ke kampus menaiki taksi online. 

"Hari ini siapa yang mau ikut Mama sekolah?" ucap ku saat menaburi lotion ke tubuh halus Rhea

"Inget ngga kamu dulu di perut Mama ikutan belajar, hmm?"

Setelah selesai memakaikan baju dan popok, aku mendudukkan Rhea di kasur, lalu menyisir rambutnya yang mulai tumbuh lebih lebat. Anak itu hanya menatapku dengan mata bulatnya, terkadang tersenyum kecil sambil memainkan jari-jarinya.

Beralih ke aku, aku segera memakai jilbab yang tersampir di pinggiran sofa menyusui. Merasa bahwa penampilan ku sudah cukup rapih lantas aku kembali mengecek semua perlengkapan. 

Setelah memastikan semua perlengkapan sudah masuk ke dalam tas, aku menyiapkan gendongan untuk mobilitas ku di kampus bersama Rhea nanti.

Setelah memastikan semua perlengkapan sudah masuk ke dalam tas, aku menyiapkan gendongan untuk mobilitas ku di kampus bersama Rhea nanti

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Oke, kita siap berangkat, ya?" tanyaku sambil mengecup pipi Rhea.

Dia hanya tertawa kecil, lalu mengulurkan tangannya seolah minta digendong.

Aku menggendongnya keluar kamar, lalu menuju ruang tamu sambil membuka aplikasi taksi online di ponsel. Setelah mendapatkan driver, aku memakai sepatu dan memastikan pintu rumah sudah terkunci rapat sebelum berjalan keluar.

Tak lama, mobil taksi datang dan berhenti di depan rumah.

"Selamat pagi, Mbak," sapa driver itu ramah saat aku membuka pintu mobil.

Ramadhan Tale [ END ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang