24. RUN AWAY FROM YOU

1.9K 190 21
                                        

HALLO GUYS
HAPPY READING YA
MOHON UNTUK BIJAKSANA DALAM MEMBACA, JANGAN MENIRU ADEGAN BERBAHAYA OKE!

***

Tak terhitung berapa lama Setra menunggu gadisnya mau berbicara setelah insiden tenggelam terjadi, matanya masih mengekori gerak-gerik seseorang yang masih menunduk enggan untuk menatapnya. Aneh, pikir Setra. Baru beberapa menit lalu gadis itu memeluknya seolah akan hancur tanpa kehadirannya, sekarang ia menjauh seperti sedang melarikan diri dari sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada air laut yang nyaris merenggut nyawanya.

"What’s going on, Lily? Hey, look at me!" suara Setra terdengar tegas, namun tak dipedulikan gadis itu.

Sebenarnya bukan tidak dipedulikan. Liane hanya tidak tahu harus bagaimana. Otaknya penuh kabut, hatinya pun berdegup tak menentu. Ancaman Lio berdengung jelas di kepalanya, seperti gema yang tak mau berhenti. Namun bersamaan dengan itu, ada rasa berat menyakitkan yang menolak untuk meninggalkan Setra.

Apa yang harus aku lakukan…” batinnya bergetar, seperti tercekik gundah yang tidak punya bentuk.

Perlahan, akhirnya ia mengangkat kepala. Setra berada di depannya terlalu dekat, menatapnya dengan kekhawatiran yang membuat hatinya semakin mencelos sedih, padahal meraka baru sebentar bertemu dan merangkai cerita, kini  harus berpisah lagi? Meskipun di kehidupan yang tabu ini?

“Tera… ayo kita selesai,” ucapnya lirih, suaranya patah menahan sesak yang menekan dadanya.

Wajah Setra berubah seketika. Kekhawatiran itu padam, berganti gelap, gelap yang hanya muncul ketika ia benar-benar berada di ujung kendali dirinya. “Say it again,” bisiknya keras, rahangnya mengencang sampai pipi bagian dalamnya tergigit.

Liane menelan ludah dengan sulit. Tenggorokannya kering.
“A-aku ingin kita selesai… aku ingin pergi dari sini. Ayo kita lupakan semuanya. Anggap semua ini mimpi biasa.”

Ia berharap penjelasan itu bisa membuat Setra mengerti.

Namun, ternyata salah. Setra tak setenang sebelumnya, yang di lihat sekarang dia langsung menjelma seperti hewan buas mengoyak mangsanya. "Selesai? Pergi? Lupakan dan anggap mimpi biasa? Sebenarnya apa yang salah dengan otakmu Liane? Apa karena tenggelam akalmu juga mendadak rusak?" Untuk pertama kalinya Setra menyebutkan nama asli sang gadis.

Tak menapik jika Liane tak bisa menutupi rasa keterkejutannya. Telinganya merasa asing kala Setra memanggilnya Liane bukan Lily. "T..tera bukan gitu, hanya saja aku merasa kalau ini salah."

"Di mana letak kesalahannya?" Secepat itu Setra memotong ucapan Liane.

Gelagapan sudah tak bisa menjawab, Liane merasakan lidahnya kelu. "Semua. Semuanya salah, aku, Tera dan mimpi ini juga salah! Aku seperti orang gila yang mengikuti lelucon tabu, kita di sini enggak nyata Tera." Jawabnya bersemu takut.

Begitu mendengarnya Setra langsung menarik dagu gadisnya, tak peduli sang empu meringis kesakitan karena cengkramannya. "Ini yang di sebut lelucon tabu? Bahkan kamu merengek karena kesakitan." Ucapnya terkekeh geli.

"Apa mulutmu gak bisa ngerasain kalau lidahku bermain di dalam sana? Apa ciumanku selama ini kurang panas? Bilang padaku dimana letak gak nyata nya Liane?!" Bisiknya tepat di sebelah telinganya.

Dagunya terasa kebas dan berdenyut linu, ternyata lelaki itu benar-benar meremasnya kuat sampai-sampai matanya mengeluarkan sedikit cairan bening. “Lepasin, Tera… sakit… kumohon…” suaranya pecah, kedua tangannya berusaha melepas cengkeraman itu, tapi sia-sia. Tenaganya selalu kalah dari lelaki yang kini berdiri seperti bayangan kelam yang menutup seluruh ruang geraknya.

I FOUND YOU BABY!  [ENDING]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang