Kelopak 83 - Rencana Dua Golongan

284 21 5
                                        

Setelah anjing putih jelmaan Anggun dibawa pergi oleh Ringgita, Candrika Dewi, dan Nyai Jinggan, maka pembahasan para pendekar yang sedang berembuk terus berlanjut.

"Bisakah cermin sakti itu digunakan untuk mencari tahu kelemahan Ajian Pahit Lidah? Terlalu mengerikan jika kelak giliran kita yang dijatuhi kutukan oleh Dhanu?" Tanya Kelana tiba-tiba.

Pengemis Cinta merenung sebentar sebelum menjawab. "Setahuku ajian yang berhubungan dengan kutukan seperti itu punya kelemahan, yaitu tidak dapat mengutuk orang tuli. Artinya, jika kita tak mau kejatuhan kutuk ajian jahat itu salah satu caranya ialah dengan memutus saraf pendengaran."

"Itu tidak mungkin? Siapa juga yang ingin menjadi orang budeg?" Raja Merak merinding membayangkan dirinya yang menjadi budeg demi mengatasi Ajian Pahit Lidah.

"Baiklah, akan ku coba tanyakan pada cermin sakti." Pengemis Cinta kembali kerahkan tenaga dalam lalu berucap pada Cermin Terus Mata. "Cermin sakti pusaka Dewa, bisakah kau memberi tahu bagaimana cara menangkal Ajian Pahit Lidah?"

Cermin Terus Mata yang masih mengambang di udara lagi-lagi keluarkan sinar bergemerlap, ketika sinar pupus maka di permukaannya tersaji gambaran telinga yang diselipi bunga mawar merah.

"Jadi begitu, ternyata cara menangkalnya sangat mudah! Cukup dengan menyelipkan bunga mawar merah yang tumbuh berkat darah sakti Indradhanu di kedua telinga." Bunyi Nini Palupi.

"Kalian tahu di mana saja tanaman mawar itu berada?" Tanya Pengemis Cinta.

"Aku tahu," sahut Lintang dengan cepat. Dia memang ingat bahwa di hutan tak jauh dari padepokan Kembang Dewa banyak tumbuh tanaman mawar merah. Semua karena sewaktu berlatih silat ataupun bertengkar tiap tetes darah Dhanu selalu menumbuhkan tanaman itu.

"Bagus, kalau begitu kau kebagian tugas buat mengumpulkan bunga-bunga itu sebanyak mungkin." Ucap Pengemis Cinta.

"Saya tidak keberatan, hanya saja jarak menuju tempat itu jauh." Lintang mengeluh.

"Jangan khawatir! Dengan peti sakti milikku kau bisa sampai ke sana dalam waktu yang cepat. Aku akan membantumu." Iblis Pantun menawarkan diri.

"Terima kasih, Kek." Lintang sangat bersyukur.

"Aku ikut!" Sahut Giri Prawara dengan cepat.

"Aku juga!" Priyandhana tak mau kalah.

"Baiklah, tugas itu kuserahkan pada kalian." Pengemis Cinta merestui keinginan para pendekar itu.

Tanpa tunggu lebih lama, empat orang yang diberi kepercayaan bergegas pamit menjalankan tugas mencari mawar merah sakti sebanyak mungkin.

Ki Cipta Reksa sedikit lega sekarang, jika mereka berhasil menangkal Ajian Pahit Lidah, maka akan sedikit lebih mudah buat menaklukkan Dhanu.
"Cermin Sakti, bisakah kau memberi petunjuk siapakah ayah kandung dari Indradhanu?"

Cermin Terus Mata tampak bergetar sejenak, benda itu sedang berusaha menerawang alam ghaib buat menyelidik, namun agaknya ada kekuatan hebat yang agak sukar ditembus.

"Celaka! Cermin sepertinya kesulitan menerawang, lekas bantu aku menyalurkan hawa murni!" Seru Pengemis Cinta.

Semua orang di ruang itu kini mengalirkan hawa murni masing-masing ke dalam cermin sakti. Cermin Terus Mata akhirnya berhasil mengatasi kesulitan menerawang. Cermin itu memberikan gambaran peristiwa di masa lalu.

Kelana menyaksikan peristiwa itu dengan dada berdebar. "Bukankah itu Padepokanku dulu? Padepokan Pagar Jagat?"

Cermin Terus Mata lanjut memberikan gambaran sosok Dewi Ular sedang bertelanjang bulat, perempuan itu juga sedang menarik turun celana seorang lelaki yang sedang terpulas di atas sebuah ranjang. Lalu perempuan itu naik ke atas ranjang dan menduduki selangkangan si lelaki dengan buru-buru. Jelas sekali kedua orang itu melakukan hubungan badan, si gadis dalam keadaan sadar penuh birahi, sedangkan yang pria tidak karena sedang terlelap. Dan ketika Cermin Terus Mata menampilkan wajah pria yang sedang diperkosa oleh Dewi Ular itu, maka semua orang pun berseru bahkan ada yang berteriak.

MAWAR DARAH & HALILINTAR BIRU (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang