"Hridaya pravahita anugraha"
Cinta adalah anugerah yang mengalir dari hati.
Lintang Arganata seorang murid cekatan dari padepokan Linggabuana mendapatkan tugas memberikan undangan adu tanding Kanuragan ke Padepokan Kembang Dewa.
Di sana Lintang Arg...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tiga dara jelita terbagi menjadi dua kubu. Dua lawan satu. Anggun siap sedia dengan selendang merah muda miliknya sedangkan Ringgita menggenggam erat tiruan Pedang Intan. Keduanya baru saja berhasil menghindari serangan Putri Cempaka.
"Bagaimana?" Tanya Putri Cempaka yang merasa pongah sambil menimang-nimang sekuntum Kamboja yang menjadi senjatanya.
Ringgita jengkel bukan main, dia mempererat pegangannya pada setangkai bambu. "Jangan senang dulu perempuan liar! Aku belum menyerang!" Ringgita menyentak, dengan kaki bertolak di bambu tubuhnya melenting cepat.
Sreeettt, Pedang Intan berhasil menebas lima batang bambu sekaligus. Terdengar suara gemuruh tumbangnya batang-batang bambu. Namun Putri Cempaka telah berhasil menghindar, malah perempuan itu telah menyerbu dengan melemparkan senjata Kamboja. Kembali pohon-pohon bambu tertebas. Apalagi Ringgita meladeni dengan senjata anggrek rahasia pula.
Berulang kali derak bambu ambruk terdengar riuh. Bambu-bambu yang patah menyisakan tunggul-tunggul yang runcing.
Selagi dua perempuan itu asyik beradu jurus, Anggun pun turut terjun membantu, dia kebutkan selendangnya ke arah satu batang bambu, bambu itu langsung remuk dan pecah. Anggun sentakkan selendang yang membelit bambu itu ke arah Putri Cempaka. Pecahan bambu itu langsung menyerbu Putri Cempaka dalam wujud runcing layaknya lembing, ada selusin lebih.
Putri Cempaka kertakkan rahang. Cepat dia melenting melesat ke atas dengan berlari menuju puncak bambu. Kembali pohon-pohon bambu yang kena lembing hancur terbelah berkeping-keping. Secara serentak Anggun dan Ringgita menyusul Putri Cempaka. Maka dia atas puncak bambu itu mereka saling menyerang.
Duel silat yang benar-benar indah namun menuntut konsentrasi penuh. Lengah sedikit nyawa taruhan. Salah tempat mendarat bisa-bisa tubuh yang jatuh amblas dan di sambut tunggul-tunggul bambu yang runcing. Jika tidak membekal ilmu meringankan tubuh yang cukup maka jangan harap akan selamat.
Tiga dara yang saling berkelebat dari satu bambu ke bambu lain sambil saling mengadu pedang dan senjata semakin memperkuat dan mempercepat serangan. Sosok ketiganya tak ubahnya seperti bayang-bayang merah muda, kuning dan jingga yang saling bentrok.
Putri Cempaka terpekik, tatkala ujung pedang Ringgita hampir saja menyambar leher, untung dia sempat berkelit hingga pedang itu hanya sanggup memutus beberapa helai rambut. Namun dia tak bisa bernafas lega karena saat itu, selendang merah muda Anggun telah pula menerobos ke arah wajah. Putri Cempaka berjungkir balik dan ingin bergantungan pada sebatang bambu, namun Ringgita dengan cerdas melemparkan senjata rahasia ke pohon bambu di mana Putri Cempaka akan bertengger. Bambu itu ambruk.
Putri Cempaka menjerit karena sosoknya terperosok jatuh dan akan disambut tunggul-tunggul bambu runcing. Secepat kilat Putri Cempaka cabut satu konde rambut di kepala. Ketika mulut meniup, konde itu berubah menjadi sebilah pedang.
Ketika pedang diputar, dari badan pedang menyambar keluar serabutan benang yang melilit ke seluruh pohon bambu hingga di pohon bambu itu telah muncul sebuah jaring yang tercipta dari benang-benang itu. Putri Cempaka selamat karena tubuhnya telah hinggap di atas jaring itu.