Kelopak 87 - Kaburnya Raja Peri

184 21 0
                                        

Beberapa tubuh terkulai, persenggamaan yang mereka lakukan barusan benar-benar menguras tenaga. Bertukar pasangan dan tanpa ada batasan. Rasa malu telah lenyap jauh-jauh, semua demi mereguk kepuasan nafsu sesaat.
Namun di antara tubuh-tubuh telanjang berpeluh itu, ada satu tubuh yang ternyata belum mencapai kepuasan yang dia inginkan. Nafsunya masih menggebu-gebu. Tubuh itu milik seorang perempuan cantik jelita dengan potongan tubuh menggiurkan, dia adalah Dewi Ular.

Dewi Ular bangkit dari kerumunan itu, dia berdiri sambil melirik keadaan sekutunya. Ratu Peri berpelukan mesra dengan Byakta yang tampak pejamkan mata dengan raut wajah penuh kepuasan. Lalu ada pula Ki Kamandaka yang sedang di peluk oleh dua wanita sekaligus, yakni Ratu Cangkangea dan Putri Cempaka, sedang Dharmaji juga tampak tengkurep tak berkutik karena bokongnya sedang diremas-remas oleh Byakta.

Dewi Ular memang bernafsu besar dan liar, bahkan setelah digagahi Byakta serta Ki Kamandaka, tak ada tanda-tanda lelah dan puas.
"Sial, nafsuku masih tinggi. Tapi aku tak mau melakukannya dengan dua pria itu lagi!" Dewi Ular melirik bergantian pada Byakta dan Ki Kamandaka.

Perhatian Dewi Ular tertuju pada Dharmaji, sebenarnya dia ingin menyicipi lelaki muda itu tapi dia takut akan membuat Byakta marah. Byakta memang aneh, selain bernafsu pada perempuan, dia juga bernafsu pada lelaki, dan lelaki itu adalah Dharmaji.

"Wisnu Dhanapala sedang dibawa oleh Dhanu, padahal sudah lama aku merindukan tubuhnya lagi. Ah masih terasa nikmatnya saat kelaminnya menelusup di liang wanitaku." Dewi Ular mengusap-usap kewanitaan. Tiba-tiba dia ingat ada satu lelaki lagi di Pondok Kayu itu.

"Raja Peri." Sebut Dewi Ular sambil tersenyum mesum.

Perempuan siluman ular itu pun tanpa ragu melangkah berlenggak-lenggok ke dalam rumah dengan tubuh telanjang. Tak susah buat mencapai kamar di mana Raja Peri terpasung oleh belitan akar-akar sakti. Pintu terkuak.

Raja Peri mendelik melihat kemunculan Dewi Ular yang bertelanjang bulat. Lekas-lekas Raja Peri buang wajah.

Dewi Ular jengkel melihat lelaki itu abaikan tubuhnya. Namun saat menyadari ketampanan lelaki itu, Dewi Ular langsung tersenyum menggoda.
"Kenapa palingkan wajah, kekasihku? Tidakkah tubuhku ini indah?"

"Siapa kekasihmu? Aku bukan kekasihmu! Iblis Naga lah kekasih sekaligus pemuas birahimu!" Sahut Raja Peri masih dengan palingkan wajah.

Dewi Ular tertawa cekikikan, "Ah tak kusangka kau cemburuan sekali, tenang saja, Sayang. Setelah aku berhasil menaklukkan dunia, maka akan ku buang Iblis Naga. Sebagai gantinya, aku ingin mempersuamimu! Bagaimana, tawaran yang menarik bukan?"

"Cuih! Siapa sudi beristrikan ular!" Caci Raja Peri. Pria yang masih dibeliti akar-akar sakti ini berusaha kerahkan tenaga dalam buat lepas dari jeratan. Namun ternyata kekuatannya belum cukup, tenaga dalam pemberian Wisnu belum mampu membantunya menghimpun kekuatan.

Dewi Ular meski dihina namun dia tertawa terbahak-bahak, "Lantas, apakah kau pikir istrimu si Ratu Peri itu lebih baik dariku? Hikhikhik, tukang selingkuh, bahkan sampai punya anak. Yang lebih gila dia membiarkan kau membesarkan anak haramnya hingga setelah dewasa menjadi anak durhaka kepadamu."

Mendidih kepala Raja Peri, ucapan Dewi Ular memang benar. Dia telah dibodohi sang istri selama ini. Tiba-tiba Raja Peri mendapatkan satu ide. "Hemmm tak ada salahnya menuruti mau perempuan satu ini, dengan bersatunya tubuh kami, aku bisa menyedot sedikit kekuatannya. Aku rasa dengan tenaga dalam Dewi Ular yang hebat itu, aku bisa lepas dari jeratan akar-akar laknat ini, lalu kabur dengan jurus Lingkaran Suci Membawa Budi. Semoga Dewata mengampuniku kali ini." Pikir Raja Peri.

"Sudahlah sayang, tak perlu kau sesali Ratu Perimu. Sekarang ada aku, Dewi Ular. Aku siap sedia kapanpun kau inginkan aku menjadi ratumu. Setelah dunia jatuh ketanganku, kita akan mendirikan Megapura lagi. Akan kita jadikan istana atas angin itu sebagai istananya para pecinta." Ratu Dewi Ular. Dia terus menggoda. Perempuan itu telah berdiri di sebelah Raja Peri, membelai-belai tubuh lelaki itu.

MAWAR DARAH & HALILINTAR BIRU (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang