18

709 23 0
                                        

Ezra membuka matanya perlahan. Matanya menelisik ruangan dimana ia berada. Sepertinya ia di kamarnya. di sampingnya ada Jeff yang sudah tertidur pulas sambil menggenggam tangannya. Perempuan itu membuang nafasnya. Ia merasakan mulutnya, rasa anyir darah yang sudah bercampur dengan air liurnya, namun masih terasa rasanya. Ezra bangkit dari tidurnya menuju wastafel, dan memuntahkan isi perutnya.

Jeff dengan cepat bangun dari tidurnya, dan menyusul Ezra menuju wastafel kamar. Namun, perempuan itu mendorongnya.

"Jangan deketin gue!" Ezra menunjuk ke arah Jeff. Matanya berkaca-kaca. marah, kesal, sedih. itulah yang Jeff lihat dalam mata istrinya itu. Jeff merasa bersalah.

"Gue gak ngerti kenapa Tuhan harus membawa gue ke takdir yang sedang gue jalanin sekarang. semuanya gak masuk akal. lo dan keluarga lo..." Ezra masih mempertahankan jari telujuknya ke arah Jeff. Tiba-tiba, perempuan itu maju dan menarik kerah baju Jeff. 

"lo sebenernya siapa? keluarga lo sebenernya apa? kenapa harus gue yang terseret ke dalam semua drama keluarga lo yang gak masuk akal itu?" tanya Ezra menggebu-gebu dengan amarahnya.

Jeff yang semula menatap dengan perasaan bersalah kini menatapnya tajam. Laki-laki itu menyentak kasar tangan Ezra hingga cengkraman tangan perempuan itu pada kerahnya terlepas. posisinya berbalik, kini Jeff yang mendorong Ezra ke tembok dan mencekik pelan leher perempuan itu.

"Istri pembangkang! berani-beraninya lo cengkram baju gue. apa Mama lo gak bisa kasih contoh gimana jadi istri yang baik?!" Jeff sedikit mengencangkan cengkramannya pada leher Ezra yang membuat perempuan itu mulai sedikit kesulitan untuk bernafas.

"Bahkan lo gak bisa jadi suami yang baik dengan cekik leher gue kayak gini"

"Karena lo memang pantas diperlakukan seperti ini"

"Gue benci sama lo" ucap Ezra di sela-sela nafasnya yang mulai tercekat akibat ulah Jeff.

"Ngomong sekali lagi" tantang Jeff yang kembali mengeratkan cengkramannya pada leher Ezra.

"Gue...benci...sama...lo" ucap Ezra terbata-bata.

Jeff berdecih.

"Lo emang harus gue kasih pelajaran supaya bisa jadi istri yang baik" 

Jeff melepas tangannya dari leher Ezra dan menarik tengkuk perempuan itu. ia menciumnya kasar, bahkan mengigit bibir Ezra hingga berdarah. Ezra mendesah, perempuan itu membuka sedikit mulutnya karena perih yang ia rasakan. dan tentu saja kesempatan itu dimanfaatkan oleh Jeff untuk memasukkan lidahnya. Ezra memberontak. ia mendorong dada Jeff hingga ciuman itu terlepas.

"Lo emang beneran udah gila, Jeff" ucap Ezra sambil mengusap bibirnya yang memerah karena ulah Jeff. ada sedikit luka kecil pada bibir bawah Ezra, namun entah mengapa terlihat seksi di mata Jeff.

"Biar gue tunjukin seberapa gilanya gue, seperti yang lo maksud"

Jeff menarik lengan Ezra dan membanting tubuh perempuan itu ke atas kasur. Tak peduli bahwa Ezra sedang mengandung darah dagingnya. Laki-laki itu segera menindih tubuh Ezra. Namun, Ezra tak tinggal diam. perempuan itu memberontak dengan sisa tenaganya yang tentu saja berbeda jauh dengan tenaga Jeff. tak kehabisan akal, Jeff menahan kedua tangan Ezra diatas kepala perempuan itu. laki-laki itu segera merogoh laci nakas yang didalamnya terdapat borgol.

(author nafas dulu 😭 gakuat nulisnya)

"semakin lo berontak, semakin kasar gue bermain" bisik Jeff yang sukses membuat Ezra terdiam.

smirk kecil terhias di sudut bibir Jeff.

" Good girl!! "

namun tetap saja Jeff memborgol tangan Ezra. 

" Just enjoy the punishment " ucap Jeff dengan seringai di bibirnya. laki-laki itu kembali mencium kasar bibir Ezra. tangannya tak tinggal diam, ia meraba titik sensitif Ezra dibawah sana hingga membuat sang empunya tersentak sedikit. Jeff melebarkan paksa kedua kaki Ezra. tangannya sudah menjelajah dengan bebas di badan istrinya itu. tak munafik, Ezra mendesah menikmati tiap sentuhan yang suaminya lakukan. Jeff melepas ciumannya. Dengan kasar, ia merobek baju yang Ezra pakai.

"What the f*ck are you doing?!!!" tanya Ezra dengan wajah terkejutnya.

"Punish you, what else? " ucap Jeff sambil melanjutkan aksinya yang membuat Ezra kembali mendesah.

***

Ezra terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang menyorot persis ke depan wajahnya. Perempuan itu benar-benar merasakan sakit pada sekujur tubuhnya. sedangkan si pelaku masih tertidur nyenyak dalam balutan selimut yang membungkus tubuhnya. 

Perempuan itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, dan menguncinya rapat dari dalam. Ia memperhatikan seluruh tubuhnya. kissmark, bekas cakaran di leher, dan lingkaran merah yang menghiasi pergelangan tangannya akibat borgol yang digunakan Jeff membuat Ezra menarik nafasnya pelan.

"Bisa mati gue kalo tiap malam gini terus"

Ezra mulai membersihkan tubuhnya. namun ia merasa aneh ketika sesuatu keluar dari vaginanya. sedikit darah yang menempel pada jari-jarinya ketika ia meraba area itu.

deg

'apa gue keguguran?' batinnya.

****

dari author no komen ya, soalnya kena mental karna for the first time author somvong nan polos ini menulis hal-hal yang berbau seperti ini wokwok

kelen aja deh yang ramein komenan. 1 vote aku gas update di next malming xixi

enjoy 👌


ACCIDENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang