"Gue nyesel. Mau sebanyak apapun gue minta maaf, tetep aja gue ngerasa bersalah. karna secara gak langsung gue udah ngancurin masa depan seseorang. terlebih, orang itu adalah orang yang gue kenal dengan baik" ucap seseorang.
"Ezra seringkali nyeritain mimpi-mimpinya setiap kali gue lagi ngabisin waktu bareng dia. gue ngerasa jahat karna ternyata gue lah yang ngancurin semua itu"
Simon menghembuskan asap dari mulutnya. tangannya melempar asal puntung rokok di sekitar pelataran rumahnya karna tembakaunya sudah terbakar habis. ia menghampiri gadis di depannya, mengusap pelan kedua lengan gadis itu.
"Fan, kita udah pernah bahas ini. gak ada yang perlu di sesali atas apa yang udah terjadi"
Flashback on
"Kak Fani?"
"Ra" Fani memeluk erat tubuh Ezra yang sedikit lebih mungil darinya. rasanya sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan juniornya itu. Fani melirik sekilas ke arah Simon. Simon yang mengerti hal itu langsung menarik Jeff untuk pergi dari sana. memberikan sedikit ruang untuk Fani dan Ezra berbicara empat mata.
"Kakak apa kabar?" tanya Ezra memulai percakapan.
"Baik, Ra. Lo sendiri gimana?"
Fani melihat Ezra dari atas hingga bawah. matanya tertuju pada perut Ezra yang sedikit membuncit. melihat hal itu Ezra reflek mengelus pelan perutnya.
"Seperti yang lo liat kak. setelah kejadian malam itu, gue hamil" Ezra menunduk. "Dan Jeff tanggung jawab dengan nikahin gue"
Fani sudah mengetahui hal itu, dan tentu saja informasi itu datang dari Simon.
"Nikah semuda ini bener-bener gak ada di planning hidup gue kak. mungkin kalo gue kabur setelah tau kalo yang lo maksud tempat hiburan itu tempat terlarang buat gue, ini gak akan kejadian"
Fani menghembuskan nafasnya pelan, sebelum berbicara.
"Ra, kedatangan gue kesini buat ngejelasin sesuatu ke lo"
Ezra mengernyitkan dahinya.
"Sesuatu apa"
"Mungkin lo ngerasa dibalik kejadian malam itu ada seseorang yang ngejebak lo sama Jeff. dan perkiraan lo gak salah"
"maksudnya?"
"Gue sama Simon yang ngejebak lo"
Ezra terdiam.
"Gue tau lo bakal benci banget sama gue ra. tapi satu hal yang harus lo tau. gue gak tega liat lo terus-terusan cari uang karna lo gak dapet cukup support finansial dari orang rumah buat gapai semua mimpi-mimpi lo. bertepatan dengan Simon yang cerita ke gue kalo dia mau bantu temennya keluar dari perjodohan keluarganya. dari situlah gue tau kalo Jeff adalah orang yang sangat berkecukupan. Bahkan lebih dari cukup. gue pikir dengan lo masuk ke hidup Jeff, semua bakal berubah jadi lebih baik"
Ezra menatap Fani tak percaya. satu kata yang ada di dalam benaknya setelah mendengar semua penjelasan Fani.
'Konyol'
"Gue minta maaf ra. gue tau keputusan gue salah buat ngejebak lo malam itu. setelah kejadian itu, gue selalu dihantui perasaan bersalah. that's why, hari ini gue mutusin buat ketemu lo dan ngejelasin semuanya"
Ezra berdecih.
"Lo siapa sih kak? tau apa lo tentang hidup gue? gue kerja bukan karna semata-mata mau gapai semua mimpi gue aja. tapi karna gue seneng. gue ngerasa gak jadi beban buat mama. gue seneng punya penghasilan sendiri. gue seneng karna udah bisa jadi mandiri, di usia yang masih terbilang sangat muda" ucap Ezra. dirinya tak kuasa menahan tangis lantaran kesal bahwa orang yang benar-benar ia percaya ternyata bisa merencanakan hal jahat seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ACCIDENT
Dla nastolatków⛔ Bukan Tempat Untuk Plagiat -- "Yang di perut lo anak gue kan?" Ezra terdiam, Tak berani menjawab. "Berani-beraninya lo sembunyiin ini dari gue?!" Ucap Jeff dengan nada pelan namun menusuk sambil melempar testpack yang mendarat tepat didepan sepat...
