"kalo mau mesra-mesraan harusnya dikamar, gak sopan kalo sampe dilihat tamu"
Dorothy melenggang masuk tanpa menunggu sahutan dari Jeff ataupun Ezra. di susul oleh Helen dan Robert. jangan lupakan kedua orang tua itu karena Jeff dan Ezra masih tinggal dirumah mereka.
"kenapa dia disini?" tanya Jeff.
"orang tuanya meminta kita untuk menjaganya selama mereka pergi" jawab Helen.
"kenapa harus disini?"
"Dorothy yang mau"
"ck!" Jeff mendesis tak suka. sedangkan Ezra hanya mengeratkan genggamannya pada tangan laki-laki itu.
"tapi, aku dan Helen pun ditugaskan kakekmu untuk mengurus projek baru di Dubai. kau tau? keuntungannya sangat besar, kupikir kita akan setara dengan keluarga Rothkid jika projek itu berhasil"
" so? just three of us at home? " yang dimaksud adalah Jeff, Ezra dan Dorothy.
Robert membuang napasnya pelan. laki-laki itu mengusap kedua lengan Jeff.
"aku pikir tidak ada yang dirugikan disini. dia hanya menginap. setelah 3 hari ia akan kembali ke rumahnya"
Jeff tak menghiraukan perkataan Robert. langsung saja ia menarik tangan Ezra dan pergi meninggalkan Robert dan Helen menuju kamarnya.
"tiga hari pun akan terasa seperti tiga abad jika dia yang disini"
***
Ezra mengikuti arah pandangannya pada Jeff yang sibuk mundar-mandir memasukkan pakaian mereka ke dalam koper. moodnya tidak bagus karena keberadaan Dorothy sejak siang tadi.
"Jeff..."
"gue gak bisa biarin lo disini lebih lama apalagi ada Dorothy"
"kenapa lo segitu bencinya sama dia? kenapa lo bersikap seolah-olah dia bahaya yang mengancam keselamatan gue?"
"emang itu kenyataannya"
tiba-tiba pintu kamar terbuka, hal itu sukses membuat Jeff berhenti dari kegiatannya.
"mau kemana?" Dorothy membawa nampan berisikan cookies, segelas susu hangat, dan juga kopi susu. meletakannya diatas meja yang tersedia di kamar Jeff.
"gue bawa cookies yang gue bikin dari rumah. susu hangat buat Ezra, sama kopi susu buat Jeff. lo tau kan kalo Jeff suka cookies yang dicelup sama kopi susu?" tanyanya pada Ezra. "ini favoritnya Jeff, kalo lagi nikmatin waktu santai"
"gak perlu lo jelasin, Ezra udah paham semua tentang gue. lo juga ga sopan ya! masuk kamar orang tanpa ketuk pintu" omel Jeff.
"sorry"
Dorothy menatap Ezra dari atas hingga bawah.
"Kakek bilang bayi lo ada tiga, selamat ya! gue bakal jadi tante yang baik nanti" ucap Doroty sembari menyodorkan tangannya. Ezra menyalami tangan Dorothy.
"makasih" ucap Ezra sedikit kikuk.
"kalo lo mau tanya-tanya soal Jeff, lo bisa tanya ke gue. gue tau semua hal tentang dia"
"ck! Ezra bisa langsung tanya ke gue. gak perlu sok akrab tanya-tanya lo"
"yaa.. barang kali dia masih sungkan sama lo. dia bisa anggap gue temen buat cerita kalo sewaktu-waktu lagi berantem sama lo, ya kan ra?"
Ezra hanya tertawa canggung sebagai jawaban.
"aha..ha... i-iya bisa.."
"gak perlu! Ezra bisa nyelesaiin masalahnya sama gue. lo gak perlu ikut campur dan gak usah deket-deket Ezra. mending lo sekarang keluar!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ACCIDENT
Fiksi Remaja⛔ Bukan Tempat Untuk Plagiat -- "Yang di perut lo anak gue kan?" Ezra terdiam, Tak berani menjawab. "Berani-beraninya lo sembunyiin ini dari gue?!" Ucap Jeff dengan nada pelan namun menusuk sambil melempar testpack yang mendarat tepat didepan sepat...
