Ezra menatap dirinya pada pantulan kaca didepannya. Hari sudah hampir larut. Dirinya masih tidak menyangka bahwa statusnya saat ini sudah menjadi istri orang.
Sudah beberapa jam yang lalu Jeff dan Ezra mengucap janji suci di hadapan semua orang. Perasaan campur aduk menyelimuti pikiran Ezra.
Dirinya terus saja meragukan Jeff. Apa laki-laki itu akan selamanya memilihnya?
Atau hanya karena bayi yang sedang di kandung Ezra saat ini?
Suara pintu terbuka, terlihat Jeff dengan wajah lelahnya. Laki-laki itu menghampiri Ezra, dan membantu melepaskan hiasan mahkota yang masih terpasang di kepala istrinya itu.
Ezra menatap Jeff yang perlahan melepaskan satu persatu hiasan dikepalanya pada pantulan kaca, tanpa sepatah kata pun.
Jeff menarik pelan resleting gaun Ezra. Ada sedikit kejutan dari badan perempuan itu. Laki-laki itu melihat cermin yang terdapat pantulan wajah Ezra. Perempuan itu gelisah.
"Gue gak akan nyentuh lo malam ini" Ucap Jeff.
Ezra menoleh. Pandangannya bertemu dengan mata Jeff.
"Gue cukup lelah" Sambung Jeff.
Jeff memutus pandangannya. Laki-laki itu membuka satu-persatu Jas dan kemeja yg melekat di badannya, Hingga hanya menyisakan celana panjangnya saja.
"Lo mau mandi kan? Lo mandi disini aja, biar gue yang di kamar sebelah"
Jeff menaruh anduknya di pundak, menutupi sebagian badan shirtlessnya.
"Gausah. Ini kamar lo, lo aja yg mandi disini. Biar gue yang di kamar sebelah" Jawab Ezra sembari menenteng kimono handuk miliknya.
Perempuan itu berdiri didepan Jeff yang sedang melihatnya. Laki-laki itu maju selangkah untuk lebih dekat dengan Ezra. Melihat hal itu, Ezra menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa gak mandi berdua aja? Bukannya udah sah?" Ucap Jeff dengan senyum nakal yang terhias di bibirnya.
***
Ezra berjalan menyusuri lorong tempat dimana ia berada lengkap dengan jubah putihnya. Seseorang menuntunnya menuju altar. berbeda dengan gereja, dimana dia dan Jeff mengucap janji suci pernikahan. altar tempat ini sedikit gelap. ada banyak orang yang memakai jubah juga, hanya saja berbeda warnanya. mereka semua menggunakan jubah hitam. Ezra terus bertanya-tanya, mengapa hanya dirinya saja yang menggunakan jubah putih?
Kakek menatapnya didepan sana. diikuti oleh semua orang, yang juga ikut menatap Ezra yang baru saja memasuki ruangan itu didampingi oleh Jeff. Ezra mengeratkan genggamannya pada lengan Jeff. pada saat Ezra telah sampai tepat didepan Kakek, laki-laki tua itu mengelus pelan kepala Ezra.
"kau telah mengandung anak dari garis keturunan kami. ritual ini diadakan ketika orang asing yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga Albert akan menjadi bagian dari kami. apa anda bersedia untuk melakukan ritual ini hingga akhir?" tanya Kakek.
Ezra menelan ludahnya. takut, itulah yang ia rasakan. ia tidak pernah berada di suasana seperti ini. gelap, dingin yang menusuk, berada diantara orang-orang aneh, dan juga...ritual? apa keluarga Jeff menganut sekte sesat?
Jeff menyenggol pelan bahu Ezra, membangunkan perempuan itu dari lamunan singkatnya.
"saya bersedia" jawab Ezra sedikit ragu.
"apa anda bersedia memutus hubungan anda dengan keluarga anda untuk mengabdi sepenuhnya pada keluarga ini?"
Ezra terdiam sejenak. apa artinya ia benar benar tidak boleh bertemu dengan Mama dan Kakaknya lagi? tapi jika dipikir-pikir, Mamanya sudah benar-benar memutuskan hubungan dengannya bukan?
"saya bersedia"
"apa anda bersedia berkorban untuk keluarga ini?"
Ezra kembali terdiam, apa dirinya harus kembali berkorban? ia sudah mengorbankan keperawanannya direnggut oleh laki-laki brengsek seperti Jeff. mengorbankan perasaannya sebagai anak untuk menjauh dari Ibunya, dan lagi? apa lagi yang harus ia korbankan. tapi, bukankah memang hidup ini penuh dengan pengorbanan?
"saya...bersedia"
Suara kambing hitam terdengar dari sisi altar. Ezra menatapnya aneh. bukankan itu peliharaan kakek yang berada di belakang rumah?
Tiba-tiba saja, sebuah kapak besi terayun dan memutus kepala kambing tersebut dengan cepat. Ezra teriak, dan menangis disaat bersamaan. Jeff memeluknya dari samping untuk menenangkan perempuan itu.
"it's okay"
Algojo yang memasung kambing tersebut berjalan mendekat menuju Kakek, sembari memberikan segelas kecil darah segar yang berasal dari kambing tadi.
"minumlah"
Ezra dengan tegas menggelengkan kepalanya, perempuan itu sudah bersiap untuk lari. namun Jeff menahannya. Ezra menatap Jeff yang memandangnya dingin dan dengan tatapan kosong.
"drink it" bisik Jeff.
"drink...drink...drink" ucap semua yang hadir disana. hal itu sukses membuat Ezra ketakutan.
Kakek memaksanya meminum darah itu, perempuan itu tidak bisa kemana-mana. Karna Jeff menahannya terlalu kuat. Mau tidak mau Ezra menelan cairan menjijikan itu, tanpa sengaja ia menyentak kasar tangan kakek hingga gelas yang sudah kosong itu terbuang ke lantai.
Ezra menunduk. Tiba-tiba saja perempuan itu menatap ke atas dengan tatapan kosong. matanya berubah menjadi hitam. Kakek tersenyum tipis, ritualnya berhasil.
'Bapho akan sangat senang dengan pengorbanan kali ini'
Tak lama kemudian, Ezra pun pingsan.
****
SIAPA YANG KANGEN AKUUU?!!!
eh salah, siapa yang kangen cerita ini? mohon maaf lahir batin semuaaa :)
jangan lupa votenya sayang-sayangkuuu hihi<3
KAMU SEDANG MEMBACA
ACCIDENT
Novela Juvenil⛔ Bukan Tempat Untuk Plagiat -- "Yang di perut lo anak gue kan?" Ezra terdiam, Tak berani menjawab. "Berani-beraninya lo sembunyiin ini dari gue?!" Ucap Jeff dengan nada pelan namun menusuk sambil melempar testpack yang mendarat tepat didepan sepat...
