Sumilir 45

48.8K 3.6K 387
                                        

Selamat Malam Sabtu!
Gimana hari ini? Selamat istirahat!
Kalaupun ada yang shift malam, berarti update kali ini untuk menemani kalian! Semangat!

Ini part terpanjang sejauh ini, jadi kalau nggak rame kalian dzolim ke aku sih😔

RAMEIN COY, 4500+ KATA INIII... FIRST TIME BGTT...

Amplopnya dicicil disiapin yak!💌

Saltik tandain, jariku dah keriting ini!

🌾

"Pagi, Pak." Nindya berjalan memasuki bangunan yang sudah beberapa bulan ini menjadi tempat kerjanya. Hilir mudik orang dengan pakaian rapi menjadi penanda jika Hari Senin telah tiba.

"Pagi, Bu Hani." Setelah satpam depan, kini ganti rekan kerjanya yang Nindya sapa. "Kok udah turun lagi, Bu? Ada yang ketinggalan?"

Seorang wanita yang mungkin seumuran dengan ibunya itu menggeleng. "Ada tugas di luar. Tadi cuma absen. Duluan ya, Nin."

"Iya, Bu. Hati-hati."

Sebelum Bu Hani memutar badannya, wanita itu tiba-tiba teringat sesuatu. "Selamat ya, Nin. Ditunggu undangannya."

Ah, iya. Kemarin Nindya membuat grup kantornya menjadi heboh karena ia mengunggah sebuah dokumentasi saat acara lamarannya. Grup yang biasanya sepi di akhir pekan itu pun sontak ramai dan nindya dibanjiri komen dari para kenalannya.

"Iya, Bu. Terimakasih." Nindya melepas tawanya singkat.

Setelahnya baik Nindya dan Bu Hani pergi ke arah yang berlawanan. Bu Hani mengarahkan langkahnya menuju pintu keluar sementara Nindya mendekati lift dan menunggu kotak besi itu turun ke lantai satu.

Setibanya di ruang kerja, Nindya langsung merapikan ulang penampilannya. Melalui kaca kecil yang ia siapkan di meja kerja, Nindya mengoleskan kembali tint ke bibirnya agar warnanya menjadi lebih kentara.

"Nindya udah datang belum?!" Teriakan itu terdengar bersamaan dengan derap langkah sepasang sepatu hak tinggi yang melangkah cepat mendekati meja kerja Nindya.

"Beb, kamu tega ya!"

Nindya baru saja menyimpan tint miliknya ke dalam pouch riasannya saat Cia tiba di tempatnya dan meremas pergelangan tangan kanannau dengan gemas.

"Aku selalu curhat tentang suami aku yang nggak bisa pulang pas lebaran kemarin. Aku juga sellau curhat sekangen apa aku sama Mas Suami. Terus sekarang perkara kamu lamaran, aku tahunya dari Instastory? Gemes banget aku sekarang sama kamu!"

Cia meluapkan kekesalannya pada Nindya. Tubuh Nindya terayun dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri. Nindya memasrahkan kendali tubuhnya ke Cia yang kesal kepadanya.

"Iy-a. Ma-af. Ad-aw!" Nindya meringis pelan saat lengannya terantuk ujung meja.

"Eh, maaf!" Cia langsung menghentikan aksinya dan meminta maaf dengan penuh sesal.

"Ini bukan salah Mbak Cia kok! Aku yang gerakin tanganku sendiri." Nindya mengusap lengannya yang terantuk ujung meja.

Cia pergi meletakkan tas dan kunci motornya ke meja kerjanya dan menarik kursinya mendekat ke Nindya.

"Cepet sekarang cerita! Gimana ceritanya kamu akhirnya dilamar?!"

"Ya... gitu?"

"Gitu gimana?" Cia tidak sabar. "Cepet ceritain!" Desak Cia.

Sumilir [Selesai | Lengkap]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang