Chap 62

872 39 6
                                        


"Jangan khawatir. Mereka pasti akan baik-baik saja." Ucap Tao. Matanya melirik Anna yang hanya dibalas diam.

Lelaki itu pun menambahi "Kau mungkin tidak tahu, tapi kami di latih dengan baik. Jadi melawan mereka tentu bukanlah hal sulit. Dia sudah menerima ancaman kematian dari beberapa musuh yang berbeda. Kematian dari penerus Bails adalah salah satu yang paling di tunggu. Beberapa orang ingin mendengar berita itu lebih awal hingga melakukan segala cara."

Helaan nafas berat terdengar. Perkataan Tao jelas tidak membuat dirinya merasa lebih baik. Penjelasannya malah semakin membuatnya semakin khawatir. Wajahnya murung. "Tadi Armand bilang dia akan menyusul kan?"

Tao mengangguk kecil, "setelah selesai mereka akan langsung menuju Croydon" jelas Tao. Anna pun membalas dengan anggukan singkat.

Croydon, salah satu kota yang menjadi tempat persembunyian Armand dan tim nya. Sesuai perintah lelaki itu. Malam ini juga Tao bersama timnya akan membawa Anna ke Croydon. Demi menjaga keselamatan Anna dan juga agar fokus Armand tidak terpecah lantaran harus mengamankan banyak nyawa, Armand memilih membawa Anna ke tempat yang jauh lebih aman sementara dia membantu Tom berusaha untuk mengeluarkan Ody.

"Bersiaplah, kita akan berangkat 10 menit lagi." Ucao Tao lalu melangkah pergi.

________

"Apa anak buahmu cukup terlatih?"

Armand melirik lalu mendengkus kecil, "Tidak perlu khawatirkan soal mereka. Khawatirkan saja dirimu sendiri, dengan stamina yang kau miliki, ku yakin kau akan tumbang hanya dengan sekali pukulan." Balas Armand tajam. Terdengar tawa kecil dari Tom.

Tangannya reflek mengusap tulang hidungnya yang masih berdenyut. Pukulan Armand memang tidak main-main. Lelaki itu pasti telah banyak berlatih.

Setelah balasan dari Armand. Tidak ada yang  berniat untuk membuka topik. Tercipta hening cukup lama. Baik Armand dan Tom tidak ada yang bersuara. Keadaan mereka masih sangat canggung. Bagaimana tidak. Dalam beberapa bulan terakhir mereka terlibat konflik serius dimana keduanya sama sama saling berlomba membunuh satu sama lain. Dan sekarang mereka harus bekerja sama untuk mencapai tujuan penting.

Dengan rasa dendam yang ada Armand masih mencoba untuk tetap berpikir rasional. Tidak mau perasaan apapun mempengaruhinya. Sebagai pebisnis ada keputusan tertentu yang harus dia ambil bahkan sampai jika harus melawan ego nya sekalipun. Demi tujuan yang lebih baik dan pastinya menguntungkan. Tapi tentu saja dia tidak akan melupakan apa yang sudah Tom lakukan dan masih berniat akan membalas lelaki itu.

"Jadi kau mencintainya bukan?" Suara Tom tiba-tiba terdengar.

Armand memberikan lirikan singkat, lalu membuang pandangannya lagi keluar kaca mobil. "Kita tidak dalam tahap untuk bisa berbagi cerita." Balas Armand dingin.

"Setelah semua ini selesai. Bawa dia pergi sejauh mungkin. Dari dulu dia menginginkan suasana pedesaan." Jelas Tom sudah tak peduli lagi bahkan setelah Armand membalasnya dengan acuh.

Awalnya Armand ingin kembali menghiraukan ocehan Tom. Tapi setelah mendengar perkataan lelaki itu, Armand tiba-tiba teringat sesuatu. Keningnya lantas mengkerut, "Kau memasang cctv dan penyadap di kamarnya?" Tanyanya dengan tatapan tajam. Mengingat lelaki itu mengatakan kalau dia memantau Anna membuat Armand berpikir kemungkinan itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 22 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Billionaire PrisonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang