"Sir ku pikir kau harus melihat ini."
Begitulah informasi yang di terima oleh Armand sesaat setelah Tao datang. Kepala Armand langsung menoleh, menatap Anna yang saat ini juga sedang menatapnya. Anna mendengar dengan jelas apa yang Tao katakan. Anna melihat lelaki itu terdiam untuk beberapa saat, seolah tengah mencerna. Tepat beberapa detik berikutnya kakinya mulai bergerak.
Baik Armand dan Tao mereka berdua melangkah tegas. Anna pun mengekor. Dengan perasaan resah Anna menatap keduanya dari belakang.
Saat mereka tengah berjalan, dapat Anna lihat dengan jelas bagaimana keadaan di bawah. Bola mata Anna hampir saja keluar saat melihat bagaimana semua senjata api itu mengarah ke satu titik.
Tom.
Anna langsung melihat keadaan Armand, berusaha mengecek raut wajah lelaki itu guna menebak isi hati Armand. Tapi raut wajah itu masih sama dinginnya. Hanya langkah kakinya saja terasa semakin cepat. Mereka bergegas.
Hingga baru melewati beberapa anak tangga, suara Armand terdengar. "Tahan." Perintahnya. Bukan hanya Anna dan Tao tapi seluruh orang yang ada di rumah itu menatap Armand. Lelaki itu masih terus berjalan, tanpa ragu dan tanpa takut. Melewati seluruh pasang mata yang menatapnya. Termasuk Tom.
Lelaki itu terdiam dengan tangan terangkat ke udara. Khas orang yang menyerah. Matanya menatap Armand yang kian lama semakin mendekat.
Anna menatap punggung Armand, kakinya berhenti di pijakan tangga terakhir bersama Tao disebelahnya. Membiarkan Armand yang terus berjalan. Kening Anna mengkerut penasaran dengan apa yang akan Armand lakukan.
Dan sesuatu yang di tunggu-tunggu pun terjadi.
BUGH!
Sebuah pukulan mendarat sempurna di wajah Tom hingga membuat lelaki itu langsung terjatuh kelantai.
Anna tersentak, terkejut bukan main. Kakinya perlahan mendekat. Ingin langsung menghentikan mereka, tapi tangannya lebih dulu di tahan oleh Tao.
"Damn." Tom mengerang pelan sambil perlahan bangun. "Jujur saja, sambutan ini tentu diluar ekspetasiku. Ku pikir kau akan langsung menembakkan peluru itu ke kepalaku." Ujar Tom sambil mengelus rahangnya yang berdenyut.
Armand mendengkus kecil. Merasa sedikit terhibur dengan lawakan lelaki di hadapannya. Tapi tentu tidak membuat emosinya berkurang. Lelaki itu kembali mendekat memberikan pukulan lagi. Kali ini di perut Tom. Hingga lelaki itu kembali jatuh.
Tak tinggal diam, Tom pun mulai bangkit dan melawan. Memberikan dua pukulan ke wajah Armand, hingga membuat lelaki itu terjungkal. Tapi tentu itu bukan masalah besar bagi Armand. Karena setelah nya Armand membalas dengan pukulan yang bertubi-tubi.
Melihat kejadian gila itu terjadi di depan matanya tentu membuat Anna kalang kabut. Anna takut jika salah satu dari mereka mati. Walaupun yang pasti itu bukanlah Armand, melainkan Tom. Melihat Armand mendominasi permainan membuat Anna sedikit khawatir. Anna takut Tom terbunuh dan Armand harus bertanggung jawab.
"Hentikan." Teriaknya.
Anna menatap semunya, tapi tidak ada yang merespon. Baik Tao dan bodyguard Armand yang lain tidak ada yang bergerak sama sekali. Perkataannya seolah hanya angin lalu. Semua tetap diam di tempat. Mereka tetap memperhatikan perkelahian itu tanpa berniat melerai.
"Kau tidak menghentikan mereka?" Tanya Anna pada Tao yang berada tepat di sampingnya.
Lelaki itu menoleh, "Dia telah berusaha mencelakaimu. Armand hanya sedang membalasnya. Kita hanya perlu diam."
Anna melongo saat mendengarnya, "Tapi salah satu dari mereka bisa mati." Balas Anna lagi. Tak habis pikir dengan jalan pikiran Tao.
Lelaki itu menggeleng, "Tidak akan. Suamimu tidak akan mati." Ucapnya santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Billionaire Prison
Mistério / Suspense[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam seje...
