HAII SEMUAA
AKU BALIK DENGAN CHAPTER BARU
Untuk kalian yang udah nunggu lama mohon di maapkan. Akhir2 ini kerjaan sedang sibuk2 nya
Chapter ini juga gak terlalu panjang. Tapi semoga bisa mengobati rasa kangen dan penasaran kalian.
Tanpa perlu menunggu lagi, mending kita langsung ke cerita nya
SEBELUM ITU TARIK NAFAS DULUU...
1.
2.
3.
Happy reading 🤍
———
Plak! Sebuah tamparan keras menghantam pipi mulus Ody. Tanpa aba-aba kepala wanita itu langsung tersungkur ke samping. Selama beberapa detik tercipta hening.
Diam-diam di rasakannya rasa panas yang mulai hadir. Menjalar naik ke kepala hingga membuat kepalanya berdenyut. Dan di detik berikutnya, sudut bibirnya yang mulai terasa perih. Tangan Ody lantas terkepal kuat. Wanita itu langsung memberikan tatapan tajamnya. Yang langsung di balas dengan sebuah cengiran remeh.
Ody bersumpah, Jika saat ini tangannya tidak sedang terikat. Ody pastikan dia sudah memberi balasan pada lelaki tua bangka di hadapannya ini.
"Sudah sadar?" Tanya Octo dengan nada sindirian.
Kakinya melangkah pelan sambil matanya fokus menatap Ody. Rasa kemanusiaannya sedikit muncul mengingat dia sudah mengenal Ody cukup lama, tapi tentu saja rasa itu hanya sekedar hadir, dalam sekejab ekspresi wajahnya berubah datar.
Octo semakin mempersempit jarak. Saat sudah beberapa langkah lagi tubuhnya pun membungkuk, untuk bisa melihat jelas wajah kesal gadis itu. Bibirnya lantas langsung tersenyum lebar.
"Bukankah sudah ku katakan untuk jangan mendekati api? Kau sudah melupakan nasihatku?"
Ody yang mendengarnya lantas mendengkus sinis, "Api mana yang kau maksud?" Tanya Ody menatap Octo tajam. "Putramu____aku tidak tahu keberadaannya. Jadi sekarang lebih baik kau lepaskan aku, jika tidak, kau akan menyesal." Sambungnya berani.
Octo balas tertawa kecil. Matanya memandang Ody rendah.Wanita itu memang tidak pernah berubah. Dari dulu hingga sekarang, masih sama.
Berani, sekaligus bodoh.
"Kau jelas tidak berubah. Masih berani tapi juga bodoh." Komentarnya. "Apa kau tidak bisa melihat situasi saat ini? Kau terkurung!"
Anna reflek melihat sekelilingnya. Dia pun mengerti keadaannya saat ini. Tapi terlihat lemah dihadapan Octo adalah jelas pilihan yang salah. Lelaki tua bangka itu akan merasa diatas awan jika melihat lawannya merasa menderita dan dia sudah pasti tidak akan membiarkan Octo merasakan itu.
"Jika kau berpikir aku masih memiliki hubungan dengan putramu maka kau hanya buang-buang waktu."
"Ahh anak itu?_____ Ngomong ngomong aku sudah lama tidak melihatnya. Terakhir kali ku berikan dia sedikit hadiah kecil atas pengkhianatannya."
Ody langsung menoleh, dalam hatinya bertanya-tanya 'pengkhianatan?' Apa yang sebenarnya lelaki itu lakukan?
"Kau penasaran?" Tanya Octo membaca raut wajah Ody. "Ku yakin dia akan segera datang kesini. Saat mendengar kalau kekasihnya di culik oleh ayahnya sendiri dia pasti akan langsung datang. Di saat itu kau bisa bertanya padanya secara langsung."
Saat mendengarnya kening Ody mengkerut bingung. Apa yang sebenarnya orang tua ini inginkan. "Apa yang sedang coba kau lakukan? Kau memakai ku untuk memancingnya datang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Billionaire Prison
Mystery / Thriller[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam seje...
