Dua Puluh Tiga

20 6 0
                                        

Melihat Jihoon dan Sohye datang bersama ke Sekolah membuat teman-temannya bertanya-tanya. 

"Tumben banget ngga bareng Sejeong," komentar Wonwoo.

"Iya nih, biasanya Sejeong selalu ketempelan Jihoon," timbrung Jun yang segera dapat tepisan kasih sayang dari Yoojung.

"Ji, mau gue yang ngomong apa lo?" seru Sejeong yang baru sampai lengkap dengan Soonyoung di belakangnya.

"Kok lo baru dateng?" Bukannya menjawab Jihoon malah balik tanya.

"Penting banget ya? Udah kasih tau mereka aja Ji, tuh liat udah pada merhatiin lo," balas Sejeong yang berjalan ke tempat duduknya.

Benar saja semuanya menatap Jihoon menuntut penjelasan.

"Seperti yang kalian duga."

Pernyataan Jihoon membuat teman-temannya bereaksi berlebihan.

"Harus kita rayakan ngga sih," celetuk Jun.

"Harus sih," sambung Yoojung.

"Ngga nyangka gue, sekarang Sohye sudah besar," ucap Seungkwan mendramatisir.

"Ohh ... selamat Ji, akhirnya ngga jomblo," timbrung Wonwoo.

Sohye tersipu malu atas respon teman-temannya, sedangkan Jihoon menahan diri untuk tidak melempar buku pada teman-temannya itu.

***

Doyeon, Nayoung, Chaeyeon sedang merayakan kepergian Minju dengan bersantai di pinggir Kelas. Doyeon merasa suasana Sekolah menjadi lebih damai.

"Akhirnya pelakor itu hilang juga," ucap Nayoung bernapas lega.

Nayoung dan Chaeyeon mengangguk. Tak lama setelah itu, terlihat Sejeong sedang berjalan ke Kantin.

"Eh Sejeong tuh," celetuk Chaeyeon.

"Sejeong!" panggil Doyeon. Lalu Sejeong menghentikan langkahnya.

"Iya, ada apa ya?" tanya Sejeong bingung pasalnya ia tidak mengenal Doyeon.

"Gue Doyeon ... sorry tiba-tiba manggil lo."

Sejeong langsung teringat semua cerita Minju yang diceritakan oleh Yoojung.  

"Ohh ternyata ini yang namanya Doyeon," batin Sejeong.

"Jadi, ada apa Doyeon?"

"Gue cuma mau ngomong kalau lo keren banget bisa mempertahankan hubungan lo ... padahal bisa saja hubungan lo kandas kaya gue."

Sejeong tersenyum tipis, "bukan usaha gue doang kok, ada usaha Sooonyoung juga. Soonyoung tidak tergoda dan dapat menjaga kepercayaan gue."

"Ah bener juga," ucap Doyeon pelan seraya menundukan kepala. Ia masih teringat dengan Jinyoung.

"Doyeon ... lo cantik, berkarisma, dan berani. Gue yakin ada saatnya lo nemu cowok yang tepat. Ingat kita masih SMA, kita masih punya waktu kok untuk menemukan cinta sejati," ucap Sejeong menangkan Doyeon, meskipun merasa geli akan omongannya sendiri.

Mendengar hal itu Doyeon kembali menatap Sejeong. "Bener juga apa kata lo! Kenapa gue jadi pesimis gini? Thank you ya Sejeong. Oh ya, minggu depan lo sama temen-temen lo datang ke rumah gue ya, gue mau ngadain party!"

"Temen-temen gue pasti senang!" kata Sejeong sembari mengangguk.

"Jangan lupa kadonya ya!" sahut Nayoung.

"Hahaha ... ngga usah khawatir. Kalau gitu gue lanjut lagi ya," ucap Sejeong berlalu.

"Pantes aja Soonyoung bucin mampus ke Sejeong," komentar Doyeon sambil melihat punggung Sejeong yang telah menjauh.

Dikarenakan percakapan mereka, Sejeong sedikit terlambat 10 menit. Soonyoung yang sejak tadi menunggunya mulai merasa jenuh.

"Sejeong kemana ya? Keburu dingin ini makanannya," gerutu Soonyoung.

"Sabar dong, dikira cewek kalau ke Toilet tuh sebentar apa!" protes Yoojung.

"Betul tuh!" timpal Jun.

"Tau! Baru juga 10 menit ngga ketemu," sambung Seungkwan.

"Kalian sih enak sekelas, lah gue? 10 menit tuh sangat berarti!" omel Soonyoung.

"Lebay banget sih," timbrung Jihoon.

"Gue sih ketawa aja kalau lo gini juga ke Sohye," balas Soonyoung.

"Gue juga sih, bakal ikut ngetawain lo," sahut Wonwoo.

Sejeong yang sudah melihat Soonyoung segera mempercepat langkahnya.

"Sorry ya lama, tadi diajak ngobrol dulu sama Doyeon," ucap Sejeong sambil duduk di sebelah Soonyoung, sedangkan Soonyoung tersenyum cerah.

"Ngobrolin apa sama Doyeon?" tanya Yoojung penasaran.

"Minju, ya dia salut aja sama hubungan gue dan dia ngajak kita ke pestanya minggu depan!" jelas Sejeong.

Mendengar kata pesta membuat Seungkwan bersemangat. "Akhirnya tiba juga saatnya gue dateng ke pesta orang lain selain Sohye."

"Sohye pernah ngadain pesta? Kalau adain lagi undang kita ya," sambung Yoojung.

Sohye yang sedari tadi menyimak hanya menganggukan kepalanya. Jihoon memperhatikan Sohye, ia pun mendekatkan kepalanya ke telinga Sohye dan berbisik. "Next adain pesta untuk kita berdua aja ya."

Blush!

Bisikan Jihoon sukses membuat Sohye malu yang membuat Jihoon tersenyum jahil.

"Ekhem ... enak ya nelen ludah sendiri," celetuk Wonwoo yang mendengarnya.

***

Saat ini, Jihoon sedang mengantar Sohye pulang ke Rumah. Tidak seperti biasanya, kini Jihoon berusaha memulai percakapan.

"Sohye, aku boleh tau ngga pesta yang kamu adain kata Seungkwan tadi?" tanya Jihoon penasaran sambil menolehkan kepalanya.

"Boleh, lagi pula itu waktu aku kelas 1 SMP. Kala itu, papa yang mengusulkannya dan mama sangat bersemangat. Aku inget banget, aku mengundang semua teman kelas dan beneran datang semua. Seketika rumahku menjadi ramai."

Jihoon asik mendengarkan Sohye dengan senyumannya.

"Pestanya ngga berlangsung lama, dari jam 12 siang sampai jam 3 sore, kecuali Seungkwan yang sampai jam 5 sore. Saat itu, kami memakan kue bersama, bercanda dan tertawa bersama. Setelah aku ingat-ingat lagi ini merupakan kenangan yang sangat berharga."

"Rasanya aku makin sayang deh sama kamu," ucap Jihoon yang dianya sendiri kaget, akibatnya mereka berdua menatap satu sama lain.

"Pfftt ... hahaha ..." Tawa Sohye lepas begitu saja.

"Gimana sih kamu? Kamu yang bilang, kamu juga yang kaget. Kan, jadi lucu hahaha ..." komentar Sohye.

Jihoon memalingkan wajahnya lantaran malu.

***

-TBC-

Udah 1K aja yang baca, makasih banyak yaaa><

Oh iya! Nantikan chapter selanjutnya dengan kerusuhan mereka di Pesta Doyeon~
Horanghae🐯

Lee Family 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang