"Ini semua gara-gara Ibu!"
Ibu Minju membelalakan matanya.
"Maksud kamu apa nak?"
"Iya karena Ibu, Ayah pergi!" teriak Minju.
Sang Ibu mencoba menenangkan Minju meski terkejut dengan perkataan anaknya. "Nak, ayo ganti baju dulu, sini Ibu bantu bersihkan tubuhmu," kata Ibu lembut mencoba membantu Minju berdiri.
Plak!
Minju menepis tangan Ibunya. "Kenapa sih harus nikah sama Ayah? Kenapa Ibu ngga cari tahu dulu Ayah gimana? Kenapa aku harus menanggung ini semua? Aku hanya ingin bahagia dengan laki-laki lain seperti wanita itu Bu. Aku ngga mau kaya Ibu yang ditinggalkan oleh Ayah."
Lagi-lagi Ibu Minju terkejut dengan perkataan anaknya, "rupanya kamu mendengar pertengkaran Ayah dan Ibu kala itu ya. Maafin Ibu ya, Ibu ngga bisa jadi Ibu yang sempurna, Ibu yang selalu ada saat anaknya butuh bahkan Ibu tidak bisa mempertahankan keluarga."
"Sudahlah, aku ngga akan berhenti sampai berhasil merebut kekasih orang lain seperti wanita itu dan berakhir bahagia," tegas Minju seraya bergegas untuk membersihkan diri.
Sang Ibu tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Minju. Namun, satu hal yang pasti, Minju harus pindah Sekolah.
***
Disisi lain ada Soonyoung yang seperti biasa berkunjung ke rumah Lee bersaudara.
"Soonyoung bisa diem ngga sih?" protes Jihoon.
Soonyoung tidak sengaja menginjak kaki Jihoon untuk yang kedua kalinya saat mencoba menari.
"Hahaha ... gue bilang juga apa!" sahut Sejeong tertawa.
"Iya deh aku mah nurut kalau Sejeong yang ngomong," cicit Soonyoung.
"Idih bucin," ledek Chan.
"Idih ngga ngaca!" timpal Seokmin.
Tok ... tok ... tok!
"Permisi ... Jihoonnya ada?"
"Kaya kenal nih suara," gumam Sejeong.
Tidak butuh waktu lama bagi Jihoon untuk berdiri. Jihoon sudah hapal betul suara Sohye.
"Tambah lagi manusia bucin," sahut Seokmin seraya mengikuti langkah kaki Jihoon yang tentu saja dihiraukan olehnya.
"Halo ka Sohye!" sapa Chan begitu melihat Sohye.
"Oh halo Chan!" balas Sohye sedikit malu.
Mendengar suara anak perempuan selain Sejeong membuat ibu Jihyun berjalan ke Ruang Tamu.
"Eh Sohye mau ketemu Jihoon ya?" ledek Sejeong.
"Eh? Ngga kok, aku mau balikin jaket aja. Terus Jihoon minta aku mampir dulu sebentar," balas Sohye.
"Ohhhh ... pantesan saja berangkat pakai jaket, eh pas pulang ngga ada jaketnya. Emang susah kalau udah bucin tuh," komentar Seokmin yang sukses mendapat lemparan bantal ruang tamu.
Puk!
"Hahaha ..." tawa Chan memenuhi Ruangan.
"Kalian ini kenapa ngga minta Sohye duduk dulu sih? Kasihankan harus berdiri menghadapi kalian!" omel bu Jihyun.
"Kok aku ngga digituan ya Sejeong?" keluh Soonyoung.
"Karna kamu langsung nyelonong aja."
"Kalau gitu aku mau kaya Sohye aja ah."
"Dih ngga yakin," kata Sejeong menyenderkan kepalanya pada pundak Soonyoung. Tentu saja Soonyoung senang bukan main.
"Halo Tante, perkenalkan nama aku Sohye teman sekelas Jihoon sama Sejeong," ucap Sohye sangat sopan.
Bu Jihyun terpukau dengan kesopanan Sohye. "Rupanya selain cantik kamu sopan juga ya. Pantesan saja Jihoon kepicut. Udah sana gabung sama yang lain dan kalau ada apa-apa panggil Tante saja ya."
"Baik Tante," balas Sohye mengangguk.
Lalu Jihoon segera menuntun Sohye untuk duduk, "Sohye, ayo duduk."
Setelah memastikan anak-anak baik-baik saja, Bu Jihyun kembali ke ruang tengah untuk melanjutkan aktivitasnya yaitu berbelanja online.
.
.
.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Sohye tidak bisa berlama-lama lagi karena besok ia mau berkunjung ke makam ayahnya. Jihoon pun berinisiatif mengantarkan Sohye.
"Sohye, aku tau aneh kalau mengatakan ini. Namun kenapa kamu ngga nginep saja? Kamu bisa tidur bersama Sejeong," ucap Jihoon.
"Jujur aku masih belum biasa sama kamu yang kaya gini hehehe," ucap Sohye menatap Jihoon.
"Nanti juga terbiasa," Jihoon menatap lekat-lekat mata Sohye.
Sohye yang tidak tahan ditatap Jihoon segera memalingkan mukanya. "Hmm ... mungkin lain kali bisa, yang pasti kalau hari ini aku ngga bisa."
"Boleh tau alasannya?"
"Besok aku mau mengunjungi makam Papa bersama Mama."
Mendengar alasannya membuat Jihoon merasa tidak enak telah mengajaknya menginap. "Maaf aku udah ngajak kamu nginep. Setelah dipikir lagi ajakan aku tidak sopan. Sekali lagi maaf ya."
"Awalnya aku agak kaget sih, tapi ngga apa-apa kok. Aku tau kamu ngga bermaksud buruk dan kamu juga ngga tau tentang papaku."
"Kalau begitu boleh aku ikut?"
"I-ikut?"
"Iya, aku mau ketemu mama sama papa kamu sekaligus minta izin untuk menyukai putrinya."
Kali ini Sohye tidak dapat menyembunyikan ekspresi kaget sekaligus malu. Sohye sampai merasa kalau Jihoon yang dihapannya ini bukan Jihoon. Bisa saja orang lain yang merasuki tubuh Jihoon.
"Jihoon, is that you?" batin Sohye.
***
-TBC-
AKU COMEBACK HEHEHE
MAAFKAN AKU KARENA LAMA SEKALI TIDAK UPDATE😭😭
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG MASIH MEMBACA LEE FAMILY 2 INI🫶
WOOAHAE ς(>‿<.)
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Family 2
Fanfic[On Going] "Soonyoung bisa diem ngga sih?" -Jihoon "Hahaha ... gue bilang juga apa!" -Sejeong "Iya deh aku mah nurut kalau Sejeong yang ngomong." -Soonyoung "Idih bucin." -Chan "Idih ngga ngaca!" -Seokmin "Permisi ... Jihoonnya ada?" -Unknow Kembali...
