Setelah bersenang-senang di pesta Doyeon. Sejeong dan kawan-kawan sedang bersiap menghadapi ujian yang sudah di depan mata.
Seperti biasa, Sejeong Jihoon dan Wonwoo membantu teman-temannya belajar pada materi yang tidak mereka mengerti. Seperti biasa pula, mereka belajar bersama di Rumah si Kembar setiap pulang Sekolah.
Melihat kakak kembarnya yang sabar mengajari mereka membuat Chan ikut bersemangat. Chan pun bergabung bersama Mina.
"Haahh ... cepet banget sih kita udah mau lulus aja," ucap Soonyoung merebahkan tubuhnya di sofa.
"Bener, kayanya baru kemaren gue kenalan sama kalian," balas Seungkwan yang ikut merebahkan diri di samping Soonyoung.
"Nanti tetep bisa kumpul lagikan?" sahut Yoojung sendu, tiba-tiba ia memikirkan masa Kuliahnya dimana mereka beda Universitas atau beda Jurusan.
"Masih dong! Mau nanti ada yang lanjut di Aussie atau kemana pun itu, kita tetap berteman!" tegas Sejeong yang disetujui oleh semuanya.
"Udah istirahatnya, kita lanjut lagi ... masih ada 20 soal yang belum dikerjakan," kata Jihoon merusak suasana.
"NGERUSAK SUASANA AJA!" teriak Soonyoung.
"BETUL BANGET!" sambung Jun.
"PADAHAL BARU 10 MENIT ISTIRAHAT," gerutu Seungkwan.
Mereka memang mengeluh, tetapi mereka tetap mengerjakan soal sambil dijelaskan oleh Wonwoo, Jihoon dan Sejeong secara bergantian.
***
"SEJEEOOONGGGG," Suara Kwon Soonyoung menggelegar hingga murid yang baru sampai di Gerbang Sekolah pun dapat mendengarnya.
Sejeong tidak menoleh sama sekali, ia terus berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Soonyoung sedikit menurunkan kedua sudut bibirnya, lalu Soonyoung siap-siap mengambil posisi hendak berlari.
"1 ... 2 ... 3," Soonyoung berlari secepat mungkin untuk menyusul Sejeong yang sudah memasuki Gedung Sekolah.
Drap ... drap ... drap
"KETANGKAP!" Soonyoung langsung memeluk Sejeong dari belakang.
"Masih pagi Soonyoung," keluh Sejeong.
"Justru karna masih pagi Sayang aku begini ... kan, aku mau dapet semangat dari kamu biar lancar mengerjakan soal ujian," ucap Soonyoung seraya bermanja-manja.
Soonyoung sudah semakin berani.
"Ekhem ... minggir lo berdua! Ngalangin jalan aja!" Wonwoo sudah muak dengan sikap manja Soonyoung, lalu meninggalkan mereka.
Sejeong mengambil kesempatan itu untuk melepaskan pelukan Soonyoung.
Tak lama setelah itu, datanglah Yoojung sepaket dengan Jun sedang berpegangan tangan.
"Tumben banget pegangan di Sekolah," komentar Sejeong seraya melanjutkan langkah yang tertunda dengan Soonyoung di belakangnya.
"Pas jemput gue, Jun ngerengek minta dipegang tangannya. Tadinya juga gue ngga mau, tapi gue ngga mau pusing, jadi gue kabulin aja," ucap Yoojung pasrah.
"Apa gue kaya gitu aja ya," ucap Soonyoung yang segera mendapatkan tatapan tajam dari Sejeong. "Ngga jadi deh, nanti yang ada gue biru-biru," lanjutnya.
Setelah itu, mereka asik berbincang selama perjalanan ke Kelas. Soonyoung dan Jun pergi ke Kelasnya untuk mengulang materi yang sudah dipelajari sesuai dengan Ujian hari ini.
Sejeong dan juga Yoojung merasakan kedamaian. Namun, beberapa detik kemudian, kedamaian itu hancur lantaran Seungkwan baru datang.
"HALO, GOOD MORNING EVERYONE! HARI YANG INDAH BUKAN UNTUK MENYAMBUT UJIAN YANG MEMBUAT PUSING ITU!" teriak Seungkwan sampai kelas sebelah saja mendengarnya.
"Hilang sudah ketenanganku," gerutu Sejeong dalam hati.
Tak!
Seungkwan dijitak oleh Sohye. "Berisik! Pagi-pagi udah teriak, ngga liat apa temen-temen lagi pada belajar?" omel Sohye.
"Hehehe ..." Seungkwan mengusap kepalanya.
Tak lama setelah itu, bel Sekolah berbunyi dan ujian hari pertama pun dimulai.
Soonyoung berusaha sekuat tenaga untuk mengerjakannya. Jun setengah menyerah, 10 soal terakhir ia isi dengan menebaknya. Begitu juga dengan Seungkwan.
Si kembar, Wonwoo, Sohye mengerjakan dengan serius.
***
"AKHIRNYA SELESAI," teriak Soonyoung meregangkan tubuh.
Kini mereka sedang berjalan di Lorong Sekolah untuk pulang ke Rumah masing-masing.
"SELESAI YANG HARI INI," sambung Jun.
"MATEMATIKA BELUM TERLEWATI," timpal Seungkwan.
Seketika semangat Soonyoung padam.
"Udah ngga usah lemes gitu, kamu, kan sudah berusaha," ucap Sejeong menenangkan sambil mengelus pucuk rambut Soonyoung.
Soonyoung memperlihatkan mata sipitnya, "hehehe ... makasih ya sayangnya Soonyoung, jadi makin sayang deh."
Kali ini Jihoon tidak berkomentar atau mencoba memisahkan mereka karena ia tahu bagaimana perasaan Soonyoung.
Sejeong melirik Jihoon, lalu tersenyum. Ia paham betul kalai Jihoon ingin bermanja dengan Sohye, namun kehalang malu. Jihoon memang bukan tipe yang menunjukan perasaannya secara langsung seperti Soonyoung.
Sejeong mendekatkan bibirnya ke Jihoon, "kalau mau manja-manja ke Sohye ngga usah malu-malu."
Jihoon membelalakan matanya, seketika kupingnya memerah lantaran malu.
***
-TBC-
Jihoon malu-malu kucing nih><
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Family 2
Fiksi Penggemar[On Going] "Soonyoung bisa diem ngga sih?" -Jihoon "Hahaha ... gue bilang juga apa!" -Sejeong "Iya deh aku mah nurut kalau Sejeong yang ngomong." -Soonyoung "Idih bucin." -Chan "Idih ngga ngaca!" -Seokmin "Permisi ... Jihoonnya ada?" -Unknow Kembali...
