"SEJEONG ... SOONYOUNG SUDAH DATANG," teriak Soonyoung begitu menginjakkan kaki di Ruang Tamu. Soonyoung tiba pukul 1 siang yang dimana lebih cepat 4 jam.
"Acaranya masih jam 5 Soonyoung," gerutu Jihoon yang sudah siap untuk pergi.
Soonyoung menatap Jihoon dari ujung kepala sampai ujung kaki, "lo sendiri mau kemana? Rapi banget."
"Jemput Sohye."
Pecah sudah tawa Soonyoung sampai menitikan sedikit air mata. Soonyoung menyekanya dengan ujung jari, "kan, jadi bucin juga lo."
Jihoon tidak menghiraukan ucapan Soonyoung. Ia segera mengambil kunci mobil untuk menjemput kekasihnya.
"Ngetawain apaan sih Soon?" Sejeong mengerenyitkan dahinya bingung seraya menghampiri Soonyoung untuk duduk di sebelahnya.
"Itu saudara kembar kamu, kesel aku dateng 4 jam lebih cepat, tapi dia sendiri juga gitu," Soonyoung menyandarkan kepalanya pada pundak Sejeong.
"Ya bagi dia itu bisa jadi 3 jam lebih cepat," timpal Sejeong.
"Tetep aja ngga kalah bucinnya sama aku," Soonyoung mendusel-duselkan kepala bersikap manja pada Sejeong. Sejak Jihoon menjadi kekasih Sohye, sikap manja Soonyoung semakin jadi.
"MAMA LIAT KA SOONYOUNG DEKET-DEKET KA SEJEONG," teriak Chan menjahili Soonyoung dengan pakaian ngga kalah rapi dengan Jihoon.
Soonyoung segera menjauhkan tubuhnya meski hanya 1 cm. "Ganggu aja nih bocah," gerutu Soonyoung mengambil kue yang tertata rapi di atas meja.
Sejeong hanya tersenyum melihat interaksi adiknya dengan kekasihnya itu. Sejeong menoleh ke Chan sembari memiringkan kepalanya. Rapi sekali dan sangat wangi. Sejeong bisa menebak Chan mau kemana.
Belum saja Sejeong mengucapkan sepatah kata untuk Chan agar berhati-hati ketika di Jalan, ia sudah melangkahkan kakinya keluar. Tak lupa dengan senyum cerahnya.
Hening. Hanya ada Sejeong dan Soonyoung. Seokmin sibuk dengan kuliahnya, sedangkan bu Jihyun dan pak Minho sedang pergi mengunjungi temannya di Rumah Sakit. Sejeong menengok ke arah Soonyoung. Senyum Sejeong kembali menghiasi wajahnya. Soonyoung tertidur pulas.
Setelah Sejeong memasang alarm, Sejeong menyandarkan kepalanya pada pundak Soonyoung dan ikut tertidur. Hembusan angin yang masuk dari jendela membuat tidur mereka semakin nyenyak.
Begitulah Sejeong dan Soonyoung menghabiskan waktuya sampai waktu sudah menunjukan pukul 5 sore.
***
Pukul 5 lewat 50 menit, mereka telah tiba di Rumah Doyeon.
"Ternyata Doyeon bukan orang sembarangan," celetuk Seungkwan yang cukup terkejut melihat rumah Doyeon.
"Ngomong apa sih?" cetus Soonyoung mulai malu dengan omongan temannya.
"Dih kaya omongan lo bener aja!" balas Seungkwan tidak terima.
Tentu saja Soonyoung tidak mau kalah, "lah emang bener, lo tuh jelas-jelas di bawah gue!"
Lalu, terjadilah berdebatan antara Seungkwan dan Soonyoung.
"Bikin malu aja," ucap Sejeong yang disetujui oleh semuanya.
Doyeon yang pas sekali sedang berjalan keluar mendengar keributan di depan rumahnya. Ia pun langsung berjalan ke sumber suara.
"Sudah gue duga itu kalian," ucap Doyeon begitu melihat Seungkwan dan Soonyoung berdebat.
"Sorry ya Doyeon ... baru dateng udah ribut," kata Sejeong begitu Doyeon sudah di dekatnya.
"Hahaha ... ngga masalah kok, ayo masuk. Bentar lagi mau dimulai," ucap Doyeon memperkenankan mereka masuk.
Mereka pun mengikuti langkah Doyeon. Memang Rumah Doyeon tidak biasa, bangunan serta tanahnya yang luas, perabotan yang cukup mewah serta pajangan yang memiliki nilai tersendiri membuat Soonyoung, Jun, Seungkwan sedikit berhati-hati agar tidak menyenggolnya.
Setelah melewati beberapa ruangan, mereka telah tiba di Halaman Belakang Rumah Doyeon yang luas. Ada Taman kecil deket Gazebo di ujung kiri, kolam renang berukuran sedang di seberangnya.
Doyeon mempersilahkan mereka untuk mendekat berkumpul mengelilingi Doyeon tidak jauh dari pintu masuk Halaman Belakang.
"Dateng juga kalian," celetuk Nayoung.
"Ngga telatkan?" balas Yoojung.
Nayoung menggeleng. "Ngga kok, kan, jam 6 mulainya."
"Halo teman-teman terima kasih sudah hadir di Pesta Ulang Tahun Gue. Agak malu sih sebenernya ... cuma, gue mau ngerayain bertambahnya usia gue untuk yang terakhir kalinya," ucap Doyeon sembari memandangi teman-temannya satu persatu sekaligus bertanda pesta telah dimulai.
Tidak ada acara yang istimewa. Hanya meniup lilin, memotong kue, memberikan kue pada orang tersayang dan dilanjut dengan acara bebas. Ada yang menikmati segala hidangan yang tersedia, bercanda gurau atau bernyanyi seperti yang dilakukan Seungkwan.
"Duh cape juga jadi biduan," keluh Seungkwan yang tetap mencari lagu selanjutnya. Iya, Doyeon menyediakan mesin Karaoke.
Soonyoung yang mulai merasa bosan segera merebut mic Seungkwan. Seungkwan memandang sinis Soonyoung. Soonyoung tidak mempedulikannya. Ia lanjut menyanyikan lagu.
Sepanjang lagu tersebut, Soonyoung dan Seungkwan berebut mic.
"Ngapain rebutan mic sih? Padahal ini ada mic satu lagi," gerutu Jihoon.
"Udah biarin, hiburan juga hahaha ..." balas Wonwoo dengan cemilan di tangannya.
Tak lama kemudian.
Byuurrr
Mereka kecebur. Padahal jarak karaoke dan kolam renang tidak dekat. Entah bagaimana mereka bisa sampai sana.
Tidak ada yang panik, mereka melanjutkan aktivitas masing-masing. Namun, ada 1 hal yang patut disyukuri. Mic selamat karena Seungkwan tidak sengaja melemparnya, lalu ditangkap oleh Jun yang cekatan.
"Gue jadi merenung, kok gue bisa sayang sama Soonyoung ya?" gumam Sejeong yang didengar Doyeon.
Kedua sudut bibir Doyeon terangkat. Jauh di dalam lubuk hatinya, ia ingin memiliki hubungan seperti Soonyoung dan Sejeong.
***
-TBC-
Chapter selanjutnya masih berlanjut dengan kerusuhan mereka di pesta Doyeon~
Terima kasih yang masih membaca Lee Family 2 ini🫶
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Family 2
Fanfiction[On Going] "Soonyoung bisa diem ngga sih?" -Jihoon "Hahaha ... gue bilang juga apa!" -Sejeong "Iya deh aku mah nurut kalau Sejeong yang ngomong." -Soonyoung "Idih bucin." -Chan "Idih ngga ngaca!" -Seokmin "Permisi ... Jihoonnya ada?" -Unknow Kembali...
