Dua Puluh Tujuh

24 3 1
                                        

Hari damai sekaligus menegangkan telah berakhir. Kini Sejeong sedang bersantai dengan Soonyoung di Atap.

"Jeong, waktu berlalu dengan cepat bukan? Aku merasa baru kemarin memikirkan 1001 cara agar kamu suka sama aku," ucap Soonyoung menyandarkan bahunya pada Sejeong.

"Sekarang kamu udah ngga mikirin caranya, kan?" balas Sejeong sedikit tersenyum.

Soonyoung menggeleng, "aku tuh beruntung banget tau dapetin kamu!"

"Dih, mulai deh ...."

"Ya siapa juga yang ngga seneng dapetin Lee Sejeong yang merupakan saudara kembar Lee Jihoon ditambah saudara kembarnya itu sangatlah protektif."

"Hahaha ... agak geli ya dengernya."

"Kuat-kuat ya sayangnya Soonyoung karna ini belum seberapa."

"Hahaha ... kamu juga kuat-kuat ya."

Hembusan angin membuat mereka semakin nyaman bersandar satu sama lain seolah alam mendukung sepasang kekasih ini. Mereka sudah menerima segala kekurangan.

Di samping itu, ada Jihoon yang sedang membantu Sohye membawakan minuman. Mereka kalah suit saat menentukan orang yang membelikan minuman. Iya, mereka semua masih berkumpul di kelas 3-1.

Begitu Jihoon kembali, Jihoon tidak melihat Sejeong.

"Sejeong masih di Atap?" tanya Jihoon sembari simpan minuman di atas meja.

"Iya ... udah biarin aja, biarkan mereka menghabiskan waktu berdua," jawab Wonwoo.

"Iya betul tuh! Lagian lo juga udah ada Sohye," ledek Seungkwan.

"Kali ini gue setuju sama lo!" sambung Jun.

"Sesama bucin diem ya," timpal Wonwoo.

Seungkwan menatap Wonwoo menunjukan ekspresi tidak percaya kalau ia setuju dengan ucapannya.

Jihoon tidak menggubris perkataan mereka. Jihoon segera menghampiri Sohye yang sedang bersantai di kursi dekat jendela membiarkan angin menghembus membuat helai rambut Sohye terbawa angin. 

Jihoon yang sejak tadi memperhatikan Sohye hanya menatap kagum, ia sekali lagi menyadari secantik apa kekasihnya itu.

Sohye melirik ke kanan mendapati Jihoon yang sedang memperhatikannya.

Blush!

Sohye tersipu malu.

Jihoon menghampiri dan duduk di kursi depannya dengan menghadap kekasihnya itu. 

"Lanjutkan saja kegiatanmu tadi, aku mau menganggumi kecantikanmu lagi," ucap Jihoon menopang dagu dengan senyumnya.

Sohye membelalakan matanya tidak percaya, ia memegang rambut dengan kedua lengan, lalu menenggelamkan wajahnya.

"Ini Jihoon kerasukan apa?" batin Sohye.

Seungkwan memutar bola matanya malas. Melihat kebucinan Jihoon. Setelahnya ia melihat Jun yang asik menjahili Yoojung.

"Yoojung, padahal aku lebih ganteng lho dari pada pemain itu," kata Jun.

"Diem ah! Ganggu aja, nanggung tau ini tinggal 1 episode," balas Yoojung tanpa memalingkan matanya dari layar handphone.

"Kapan gue punya pacar?" ucap Seungkwan dalam hati meratapi nasib.

Tak lama kemudian, datanglah Soonyoung dan Sejeong sambil berpegangan tangan. "HAI KAWAN-KAWANKU YANG BERBAHAGIA," teriak Soonyoung begitu sampai kelas 3-1.

"Lama banget sih ngebucinnya?" protes Seungkwan.

"Hehehe ... maaf ya, sebagai gantinya gue bakal traktir kalian makan tteokbokki!" ucap Soonyoung bersemangat.

"AYO JALAN!" Seungkwan langsung mengambil tas.

***

Singkat cerita mereka sudah sampai di Resto langganan Soonyoung. Soonyoung memesan menu yang diminta oleh teman-temannya tanpa terkecuali.

Saat makanan telah tiba, Soonyoung sempat takut jika makanan itu tidak habis. Namun, itu sama sekali tidak benar, nyatanya tersisa bumbu atau remahan di piring.

"Wow kenapa gue baru sadar kalau makan kalian tuh banyak ya, termasuk Sohye dan Yoojung," komentar Soonyoung menyeruput minumnya.

"Jahat juga ya lo ngga merhatiin kita-kita," balas Jun.

"Maklum dimatanya cuma ada Sejeong," sambung Seungkwan.

"Hahaha ... sekarang mau lanjut ronde 2 ngga?" ucap Sejeong.

"EH KEMANA?" tanya Seungkwan dan Jun berbarengan.

"Biasa, karaoke hehehe ... kali ini gue yang teraktir!" jawab Sejeong.

"Kalian berdua sedang dalam rangka apa meneraktir kita gini?" tanya Wonwoo sedikit curiga.

"Ngga dalam rangka apa-apa sih, cuma mau merayakan ujian kita yang sudah selesai sebelum ujian masuk Universitas," kata Sejeong bersiap untuk pergi.

Muka Seungkwan berubah menjadi sendu, "jangan diingetin."

"AH AYO SEMANGAT DONG! ITU BUKANLAH AKHIR TAU!" ucap Yoojung semangat.

"Iya betul tuh! Yuk semangat Seungkwan," timpal Sohye.

Seungkwan terharu mendengar perkataan mereka. "OK GUE SEMANGAT! AYO KITA KARAOKE!!" Seungkwan mengepalkan kedua tangannya.

.

.

.

Tidak butuh waktu lama untuk sampai di Tempat Karaoke langganan mereka. Seperti biasa Sejeong dan Seungkwan adu vocal. Setelahnya penampilan solo masing-masing. Lalu, dilanjut penampilan grup dan sekali lagi mereka terpukau dengan suara Jihoon.

Sejeong memperhatikan saudara kembarnya itu, tatapan matanya yang tidak biasa pada Sohye. Seungkwan tetap semangat diikuti Wonwoo yang ngga kalah bersemangat. Jun yang tidak lelahnya menjahili Yoojung. Terakhir Soonyoung, laki-laki yang berhasil merebut hatinya.

Senyum Sejeong merekah. Ia sangat bersyukur memiliki mereka sebagai sahabat. Ia juga bersyukur atas hubungannya dengan Soonyoung. Sejeong berdoa agar semua ini tidak berubah terlepas jalan yang mereka tempuh nanti.

***

-TBC-

Maaf banget baru update hari ini 🙏🏻🥺
Semoga kalian masih baca ceritanya yaa🥺







Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Lee Family 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang