Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Dua Puluh Lima

17 2 0
                                        

Byuurrr

Soonyoung dan Seungkwan sempat diam beberapa saat mencoba mencerna apa yang telah terjadi pada mereka. Seperkian detik kemudian, Soonyoung lebih cepat memahami situasi segera keluar kolam renang meninggalkan Seungkwan yang masih kesal.

"Kan, jadi basah baju gue!" gerutu Seungkwan sambil berusaha untuk keluar dari kolam renang.

Soonyoung yang sudah diatas hanya melihat Seungkwan, dirinya serta temannya bergantian.

"Kalian tega ya," Soonyoung merajuk.

"Sejeong lo urusin sana pacar lo," Yoojung menyikut lengan Sejeong.

Tanpa diminta pun Sejeong ingin menghampiri kekasihnya itu.

"Sini keringin dulu," Sejeong menarik pelan lengan Soonyoung ke pinggir. Di tangannya sudah ada handuk besar dan kecil yang diberikan Doyeon.

Sejeong menemukan 2 kursi kayu, ia pun segera meminta Soonyoung untuk duduk dan Sejeong berdiri dibelakangnya. Ia meletakkan handuk besar di bahunya, sedangkan handuk kecil digunakan untuk mengeringkan rambutnya.

Perlahan-lahan Sejeong mengeringkan rambut Soonyoung.

"Kamu pasti malu punya pacar kaya aku," cicit Soonyoung sedikit menundukan kepala.

"Hmm ... kalau malu aku ngga akan mau sama kamu," balas Sejeong yang masih mengeringkan rambut. 

"Iya juga sih," gumam Soonyoung.

Puk

Sejeong tiba-tiba memeluk Soonyoung dari belakang membuat Soonyoung membelalakan matanya lantaran terkejut, "baju kamu nanti basah lho Sejeong," ucap Soonyoung berusaha tenang.

"Ngga masalah, biar kamu ngga mikir yang aneh-aneh lagi hehehe," ucapan Sejeong berhasil bikin Soonyoung tersipu malu.

"Jadi makin sayang deh," kata Soonyoung memeluk lengan Sejeong.

Suasana menjadi sepi, angin malam yang terasa dingin kini tak terasa lagi. Hanya ada kehangatan yang meliputi dua sejoli ini. Rasanya Soonyoung ingin segera menikahkan Sejeong.

***

Bruk!

Sejeong dan Soonyoung yang baru saja kembali ke tempat pesta mengerenyitkan dahinya begitu melihat Jun yang sudah terduduk di bawah dengan kue ulang tahun di atas kepala tak lupa meja terbelah dua di belakangnya. 

Yoojung menupuk jidatnya, ia lelah sekali dengan tingkah Jun.

"Ji, Jun kenapa?" tanya Sejeong menghampiri Jihoon yang asik duduk santai dengan Sohye.

"Lagi main makan kacang tapi di lempar dulu ke atas, jadi gitu," jelas Jihoon memberikan Sohye minum yang sedari tadi ia pegang. Sohye pun menerimanya dengan senang hati.

"Ditambah Jun mundur terus dan saking semangatnya berakhir nabrak meja," tambah Wonwoo yang merasa tidak bersalah. Padahal ia duluan yang mengajak Jun bermain.

Sejeong mengangguk tanda mengerti.

"Cih, malu-maluin aja kalian," komentar Seungkwan.

"Dih, ngga ngaca," balas Jun tidak terima.

Seungkwan melirik tajam Jun.

Plak!

Yoojung memukul punggung Jun yang mengakibatkan ia meringis kesakitan, "bikin malu aja!"

"Hehehe ...."

Doyeon yang memperhatikan mereka sejak tadi hanya bisa tersenyum. Ia sama sekali tidak mempermasalahkannya, lagi pula ini terakhir kalinya ia merayakan ulang tahun.

"Setidaknya tahun ini ulang tahun gue lebih seru," pikir Doyeon.

"HAHAHAHA ... GUE TAU KALAU KALIAN TUH BANYAK TINGKAH, TAPI GUE NGGA NYANGKA SAMPE BEGINI!" tawa Nayoung pecah begitu saja.

"Kaget Nayoung tiba-tiba ketawa," celetuk Chaeyeon keheranan dengan sikap Nayoung yang tak biasa.

"HABIS MEREKA LUCU BANGET HAHAHA ... NGGA APA-APA DEH KALIAN BERTINGKAH KAYA GINI SELAGI ITU MENGHIBUR," tawa Nayoung tidak kunjung berhenti.

"Pelawak kali gue," ucap Soonyoung, Seungkwan dan Jun berbarengan.

Doyeon menghampiri Jun dan memberikan sebuah pakaian dan celana. "Nih, ada baju sama celana bokap gue yang udah kecil. Jadi bisa lo pake dan ngga usah dibalikin ngga apa-apa."

Jun menerimanya sedikit malu-malu, "maaf ya Doyeon gue hancurin kue sama meja lo." Jun menunduk 90 derajat sebagai tanda sangat menyesali perbuatannya.

"Gue maafin kok, lagi pula pesta gue jadi lebih meriah," balas Doyeon seramah mungkin.

"Gue pasti bakal gantiin meja sama kuenya!" ucap Jun menatap Doyeon semangat.

Mendengar hal itu Doyeon langsung melambaikan tangan ke samping sebagai tanda menolak ganti ruginya. "Ngga usah, ngga apa-apa kok."

Jun menggeleng tidak terima, "pokoknya harus gue ganti!" kata Jun sedikit memaksa.

"Kalau gitu kue aja ya, kalau sama mejanya gue ngga akan terima!" tergas Doyeon yang segera mendapatkan anggungkan Jun.

"Kalau gitu gue izin ke toilet lo dulu," ucap Jun berjalan.

Selagi Jun berganti pakaian, Sejeong dan yang lainnya melanjutkan pesta tersebut. Walaupun sudah membuat kegaduhan mereka tetap asik bermain mafia game dengan peserta tambahan Doyeon, Nayoung, Chaeyeon serta 2 tamu Doyeon. Permainan itu berlangsung cukup lama hingga waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.

"Makasih ya semua yang sudah hadir meramaikan pesta hari ini. Hati-hati di Jalan semuanya!" ucap Doyeon sebagai penutup acara.

Satu persatu tamu pulang ke rumah masing-masing.

***

Sebuah pemandangan yang langka jika Jihoon membawa kendaraannya sendiri. Kini Jihoon tengah menyetir untuk mengantarkan Sohye ke Rumah.

"Jujur aku ngga nyangka kamu bisa sweet gini selain ke Sejeong," ucap Sohye memandang lembut Jihoon.

Seharian ini Sohye sudah seperti tuan puteri yang selalu dilayani. Jihoon sangat memperhatikan Sohye, Jihoon menunjukannya melalui tindakan nyata kalau ia sangat menyukai Sohye.

"Aku juga ngga nyangka ada cewek yang bisa bikin aku kaya gini," balas Jihoon meraih tangan Sohye.

Sohye senyum melihat tangannya yang telah digenggam beralih melihat Jihoon.

"Jangan diliatin terus, nanti aku salting," ucap Jihoon melirik sebentar lalu mengeratkan genggamannya.

"Hehehe ..." Sohye terkekeh-kekeh.

***

-TBC-

Selesai sudah kerusuhan yang terjadi di Pesta Doyeon~








Lee Family 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang