20. Broke

193 7 0
                                        

"Kalau cinta harus begini, harus sampai mengorbankan harga diri dan air mata… apa aku masih bisa sebut ini cinta?"

🍂🍂🍂

Paginya Fina masih terduduk di pojok kamar. Tangisnya kembali pecah, deras dan tak tertahankan. Ia menekuk lututnya, memeluknya erat seolah ingin memeluk dirinya sendiri—menguatkan hati yang mulai runtuh.

Fina ingin marah. Ingin menampar. Tapi lebih dari itu, ia ingin tahu…
Apa dirinya gak cukup?
Apa cintanya gak layak dipertahankan?

Air matanya mengalir lagi.

Beberapa ketukan terdengar dari pintu.

"Fina? Kamu gak apa-apa?" suara Isti pelan, khawatir.

Fina buru-buru menyeka air matanya. "Gak apa-apa bu. Lagi pusing aja."

"Yakin? Ibu bisa temenin kalau kamu mau cerita."

Fina mencoba tersenyum meski suaranya serak, "Iya, makasih ya

Di luar kamar, Isti berdiri menempelkan telapak tangan di pintu. Ia mendengar semuanya.

"Fina… kamu gak harus kuat terus kok, Nak." ucapnya pelan, hanya untuk dirinya sendiri

Begitu langkah Isti menjauh, Fina berdiri, meraih ponselnya yang kini retak di ujung layar. Notifikasi baru kembali muncul.

Elang
"Aku tahu kamu udah lihat. Aku bisa jelasin."

Fina
"Jelasin apa? Posisi kalian yang terlalu nyaman di meja makan atau yang di atas ranjang?"

Dibacanya, tapi tak dibalas lagi.

Elang menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras sembari menduga apalagi yang akan dilakukan medusa yang dicacinya semalam. Ia tahu ini akan terjadi cepat atau lambat. Tapi tetap saja… rasanya seperti ditampar. Ia menyesal? Mungkin. Tapi penyesalannya terlalu basi untuk seorang Fina.

Bayangan Fina terus mengusik. Bukan wajah cantiknya, bukan senyumnya… tapi caranya menatap Elang terakhir kali sebelum berangkat, yang sekarang terasa seperti perpisahan.

Ia memutar ulang momen pagi itu. Tangannya memeluk pinggang Fina erat, bibirnya menelusuri leher yang harum itu, dan bisikan "I love you" yang ia ucapkan… sekarang terasa palsu bahkan untuk dirinya sendiri.
Ia mengutuk dirinya. Tapi bukan karena mencintai Fina—melainkan karena terlalu takut kehilangan kuasa atas semuanya. Sesil, ancaman, egonya.

Dan di kamar yang jauh dari sana, Fina menatap langit-langit bergumam "Kalau cinta harus begini, harus sampai mengorbankan harga diri dan air mata… apa aku masih bisa sebut ini cinta?"

***

Haiiiii aku balik lagi bawa potongan cerita absurd yang ga mau dibawa kemana. Jangan bosan ya buat tinggalin jejak. Luvv ❤️❤️

ME OR US (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang