37. Memulai

212 5 0
                                        

Dua hari telah berlalu sejak David tiba di rumah Fina, namun gadis itu tetap menghindar dan tak juga muncul.

Dengan berat hati, David mengepak barangnya, mempersiapkan diri untuk kembali ke London. Kuliahnya menanti, tapi hatinya masih tersangkut pada bayang-bayang Fina dan semua yang belum terungkap.

Sementara itu, Elang menghilang tanpa jejak. Dua hari penuh keheningan, telepon tak diangkat, pesan tak dibalas. Semua orang bertanya-tanya ke mana ia pergi, dan kenapa di saat sulit ini ia memilih menjauh.

***

Senja mulai meredup saat Fina berdiri di depan pintu apartemen Elang. Dua hari yang terasa panjang sejak Elang menghilang, meninggalkan tanya yang belum terjawab. Pesan singkat yang tiba-tiba datang membuat hatinya berdebar—alamat apartemen dan sebuah harapan.

Dengan napas tertahan, Fina mengetuk pintu. Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan Elang dengan mata yang letih tapi penuh harap.

“Fina,” suaranya lirih, “kamu datang.”

Fina mengangguk pelan, mencoba menahan perasaan yang berkecamuk di dadanya. “Aku datang… karena aku nggak tahan lagi. Aku butuh bicara sama kamu.”

Elang mempersilakan Fina masuk, menutup pintu di belakangnya. Ruang apartemen terasa sederhana, namun hangat dengan cahaya lampu yang redup.

Mereka duduk berhadapan, suasana hening memenuhi ruangan sebelum akhirnya Elang membuka pembicaraan.

“Aku nggak tunangan sama Sesil lagi,” katanya dengan nada tegas tapi lembut. “Aku batalkan semuanya. Aku nggak mau hidup dengan kebohongan.”

Fina menatap Elang dengan mata sedikit basah. “Aku senang kamu memutuskan itu.”

Elang menghela napas panjang, “Aku harus jujur sama kamu, Fina. Aku masih bingung, tapi aku ingin kita coba lagi. Aku nggak mau kehilangan kamu.”

Fina tersenyum tipis, “Aku juga nggak mau kehilangan kamu, Elang. Tapi kita harus mulai dari awal, perlahan.”

Elang menggenggam tangan Fina erat, “Kita jalani bareng, apa pun yang terjadi.”

Senyum kecil muncul di wajah Fina. “Aku percaya sama kamu.”

Malam itu, di apartemen kecil itu, mereka mengurai segala rasa yang sempat tertahan, mencoba membangun kembali ikatan yang sempat retak.

***

ME OR US (COMPLETED) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang