Chapter 26

5 0 0
                                        

Annyeong semuaaaa
Aku kembali ....
Langsung aja cusss...

Happy reading 🌱

Setelah pulang dari kantor Alka beberapa jam yang lalu,kini Naya terlihat sedang bergelut dengan beberapa alat masak di dapur.

Naya yang memang sudah mencari resep di ponselnya saat di kantor Alka kini ia memutuskan untuk mencoba membuat salah satu resep makanan yang menurutnya cukup gampang.

Tangan Naya mulai mengiris beberapa belimbing wuluh yang sempat ia dan suaminya beli saat perjalanan pulang tadi,bukan hanya itu saja,Naya juga mempersiapkan beberapa jenis bahan masakan lainnya.

"Aduh,perih" guman Naya sambil mengelap air matanya,setelah itu ia langsung lanjut mengiris percabaian dan perbawangan lagi.

Alka yang sedari tadi hanya diam di salah satu kursi itu mulai khawatir dengan keadaan istrinya di dapur sana,bukan Alka tidak ingin membantu Naya melainkan Nayalah yang menyuruh Alka agar duduk di salah satu kursi yang memang tersedia di dekat dapur sembari menunggu masakan yang nama bikin selesai.

"Sayang mas bantu ya"ucap Alka mulai beranjak dati duduknya namun belum juga melangkah gerakan Alka langsung terhenti tatkala Naya menodongkan pisaunya ke arah Alka dari jarak cukup jauh membuat Alka langsung duduk kembali.

Alka menghela nafasnya berat melihat tingkah istrinya yang cukup membuatnya gelisah sendiri.Bagaimana ia tidak gelisah jika saja penampilannya Naya saat ini jauh berbeda dengan Naya siang tadi.

Hijab yang mulai miring miring bahkan celemek yang Naya gunakan juga mulai kotor penuh dengan noda,dan untuk keadaan dapur jangan di tanya lagi.

"Ini garamnya berapa yaa tadi? Dua sendok teh atau dua sendok makan?"monolog Naya sambil melihat kedua tangannya yang sedang memegang sendok dengan ukuran yang berbeda di masing masing tangannya.

Tanpa pikir panjang dan takut Alka menunggu terlalu lama alhasil Naya mengikuti instingnya saja.

Dengan senyum bangga Naya mulai mengaduk-aduk masakannya dan mulai mengukusnya sampai beberapa waktu.

Hingga tanpa di rasa masakan yang Naya buat kini mulai ia hidangkan tepat di meja makan.
Dengan senyum mengembang Naya mempersilakan suaminya,Alka agar mencicipi makanan buatannya.

"Wih....baunya harum banget sayang,ini masakan apa sayang?"tanya Alka sambil memperhatikan masakan istrinya.

"Ayam garang asem mas,Naya penasaran makanya pengen buat"jawab Naya sembari mengambilkan masakan yang ia bikin ke piring Alka begitupun dengan nasinya.

Alka tersenyum,"makasih sayang"ucapnya yang langsung di balas senyuman manis oleh Naya.

"Emm...bau apa nihhh harum banget.."seru bunda Maya dari arah depan menuju ke arah Naya dan Alka.

"Ini siapa yang masak??"tanya Bunda melihat ada dua macam masakan di atas meja.

"Naya bund"ucap Alka membuat bunda langsung menoleh ke arah Naya dan mendudukkan diri di salah satu kursi yang masih kosong.

"Bunda mau juga dong,boleh?"

"Boleh dong bund,bentar Naya ambilin yaa"ucap Naya langsung menyiapkan piring dan mengambilkan lauk serta nasi kepada mertuanya.

Kini Alka dan bunda mulai menyuap makanannya.
Naya yang melihatnya pun mulai bertanya kepada suami dan mertuanya soal rasa masakannya.

"Gimana bund?enak nggk?"tanya Naya ketika melihat bunda yang entah mengapa langsung berhenti mengunyah.

Bunda yang di tanya seperti itu langsung mengunyahnya dengan gerakan cepat dan tersenyum ke arah Naya.
"Enak sayang...emmm enak bangett"
Bukan bunda yang menjawab melainkan Alkalah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 3 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

AlkanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang