Bab 21 : Terbongkar

24 3 0
                                        

Pengeras suara sekolah tiba-tiba menyala, memecah kebisingan pagi yang biasanya dipenuhi suara langkah dan obrolan siswa. Dalam hitungan detik, hampir seluruh aktivitas di area sekolah melambat. Beberapa siswa yang sedang berjalan di koridor berhenti, menoleh ke arah speaker yang tergantung di langit-langit. Guru-guru yang sedang berbincang di depan kelas pun terdiam.

Lalu suara itu terdengar dengan jelas, suara seorang perempuan disusul suara seorang laki-laki. Keduanya terdengar sedang berdebat dengan emosi yang tidak disembunyikan sedikit pun. Suara itu menggema ke seluruh penjuru sekolah, keluar dari setiap pengeras suara yang terpasang di koridor, kantin, hingga lapangan. Itu adalah suara Sena dan Saga.

Di ruang penyiaran radio sekolah, Sabrina yang duduk di depan panel kontrol awalnya hanya menganggap rekaman itu sebagai sesuatu yang "menarik" seperti yang Leo janjikan. Namun semakin lama rekaman itu diputar, semakin jelas baginya bahwa ini bukan sekadar konten biasa.

Matanya membesar, Ia segera menoleh ke arah Leo yang berdiri di samping meja siaran. Leo menatapnya balik dengan ekspresi yang sulit ditebak.

"Lo gak beres, Leo!" ucap Sabrina tegas. Ia langsung bergerak hendak mematikan siaran itu. Namun Leo lebih cepat. Ia menarik pergelangan tangan Sabrina dan menahannya sebelum jari gadis itu menyentuh tombol.

"Nurut sekali ini, Sa," ucap Leo pelan. Nada suaranya rendah, namun sangat serius, jauh dari nada bercandanya yang biasa. Sabrina terdiam sejenak. Ada sesuatu dalam cara Leo memandangnya yang membuatnya ragu untuk melawan.

Di lapangan, Edgar, Oki, dan Sam duduk santai di bangku pinggir lapangan. Ketika suara rekaman itu mulai terdengar jelas, ketiganya saling melirik dengan senyum tipis. Rencana mereka akhirnya berjalan.

"Mulai," gumam Edgar.

Oki langsung membuka laptop yang sejak tadi ia bawa. Jarinya bergerak cepat di atas keyboard. Ia membuka halaman web resmi sekolah, menembus sistem yang sebelumnya sudah ia pelajari berhari-hari. Beberapa detik kemudian, sebuah video mulai terkirim ke perangkat para siswa. Tidak hanya siswa, guru, staf sekolah, dan semua yang terhubung dengan jaringan internal sekolah.

"Tugas gue beres," ucap Oki puas. "Udah gue sebar semuanya."

Edgar menepuk bahu temannya itu. "Mantap."

Di berbagai sudut sekolah, ponsel mulai berbunyi bersahut-sahutan, notifikasi masuk. Beberapa siswa membuka pesan itu dengan rasa penasaran, dan ketika video tersebut diputar, wajah mereka berubah. Video itu memperlihatkan ancaman yang dilontarkan Saga kepada Sena. Ada potongan rekaman kekerasan, tekanan, serta bukti-bukti yang selama ini disembunyikan.

Suara Sena yang bergetar dari speaker kini terasa jauh lebih berat setelah orang-orang melihat bukti dengan mata mereka sendiri. Bisik-bisik langsung menyebar seperti api yang menjalar cepat.

Di kantin sekolah, Saga yang sedang duduk bersama beberapa temannya tiba-tiba membeku. Suara dari speaker itu terlalu familiar, dan terlalu jelas. Percakapan antara dirinya dan Sena diputar di seluruh sekolah.

Saga menoleh ke kiri dan kanan dengan ekspresi bingung. Ia seperti tak percaya apa yang sedang ia dengar, kemudian ponselnya bergetar, Saga membuka ponselnya dan melihat sebuah video, tanpa menunggu lagi Ia menekan tombol putar. Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah gelap.

"Anjing!!"

Saga berdiri dengan kasar dan melempar ponselnya ke lantai kantin hingga terbentur keras. Ponsel itu memantul sedikit sebelum jatuh kembali. Ia menginjaknya dengan penuh amarah. Teman-temannya panik melihat reaksinya.

"CARI ANAK-ANAK ZELOS. SEKARANG!!" teriak Saga dengan suara menggema di seluruh kantin.

Tanpa menunggu lagi, beberapa temannya langsung berhamburan keluar. Salah satu dari mereka yang bernama Andi berlari cepat menuju gedung utama. Langkahnya berhenti di depan ruang siaran. Tanpa mengetuk dan tanpa ragu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 09 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A&ZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang