+Sebelumnya aku saranin buat siapin tisu yaa dan komen setelah membaca chapter ini🙃
Sore itu,udara di halaman rumah sakit terasa sedikit lebih segar dibanding bau obat-obatan di dalam bangsal
Sunghoon berjalan perlahan menggunakan kruk,sementara jake berjalan pelan di sampingnya,tangan kirinya masih memegang lengan Sunghoon untuk menjaga keseimbangan mereka berdua
Langkah mereka terhenti saat suara sirine ambulans yang melengking mendekat ke arah IGD
Pintu belakang ambulans terbuka dengan kasar.para perawat dan dokter berlarian keluar membawa brankar
Suasana mendadak kacau dan tegang.
Wajah jake mendadak pucat"Hoon... itu..."
Jake memicingkan mata.di atas brankar yang didorong cepat itu,ia melihat sosok yang sangat ia kenal
Seragam SMA yg sama dengan milik nya itu bersimbah darah,dan wajah yang biasanya tenang dan berwibawa itu kini tertutup masker oksigen dengan luka robek di pelipisnya
Suaranya bergetar hebat"Heeseung hyeong?!itu heeseung hyeong,hoon!"
Refleks,jake mencengkeram tangan sunghoon dengan sangat kencang
Tubuhnya mulai gemetar—trauma kehilangan bayinya dan melihat Sunghoon jatuh kemarin seolah meledak kembali saat melihat orang terdekat mereka dalam kondisi kritis
Terkejut,berusaha menahan beban tubuhnya pada kruk agar tidak jatuh
"Apa?!heeseung hyeong?"
Sunghoon melihat betapa hancurnya kondisi heeseung yang baru saja dikeluarkan dari ambulans.ia bisa merasakan telapak tangan jake yang mendingin dan basah karena keringat dingin
"Jake,tarik napas...liat aku,jake!"
Jake tidak mendengar.matanya terus terpaku pada ceceran darah di lantai saat brankar heeseung didorong masuk ke ruang trauma.ia merasa dunianya kembali berputar
"Kenapa...kenapa semuanya jadi begini,hoon?kenapa satu-satu dari kita harus masuk ke sini?"
Sunghoon melepaskan satu kruknya hingga terjatuh ke rumput,lalu menggunakan lengan itu untuk menarik Jake ke dalam pelukannya.ia membiarkan jake menyembunyikan wajah di bahunya,menghalangi pandangan jake dari hiruk-pikuk IGD
"Sshhh...tenang.heeseung hyeong kuat.dia bakal selamat.kita di sini,kita doain dia.jangan lepasin tangan aku,oke?kita hadapin ini bareng"
Jake terisak pelan di pelukan sunghoon,tangannya meremas kaus rumah sakit yang dipakai sunghoon.di kejauhan
Pintu IGD tertutup rapat,meninggalkan mereka berdua dalam ketakutan baru yang mencekam
Sunghoon merogoh saku celana rumah sakitnya,mengeluarkan ponsel yang layarnya sedikit retak akibat jatuh kemarin
Nama 'Jay' sudah terpampang di layar,jarinya sudah menggantung di atas tombol panggil
Namun,ia ragu.ia teringat cerita perawat bahwa selama ia koma,jay-lah yang bolak-balik mengurus semuanya termasuk administrasi rumah sakit mereka
Keputusan sunghoon ini menunjukkan betapa dewasanya dia sekarang
Dia tahu seberapa besar jasa jay yang sudah menjaga jake sendirian saat sunghoon terbaring koma,dan dia gk mau merusak waktu tenang jay bersama jungwon
Sunghoon menghela napas panjang,lalu menurunkan ponselnya
"Gk...jangan sekarang"
Jake yang masih bersandar di bahu sunghoon mendongak,matanya yang sembab menatap bingung
KAMU SEDANG MEMBACA
Famous in school
Fanfiction(On Going) Orang-orang melihat nya sempurna tpi bukan berarti dia tidak mempunyai kekurangan ia hanya pandai menyembunyikan saja
