Rumah duka yang dingin.foto heeseung dengan senyum hangat terpajang di antara rangkaian bunga putih,sangat kontras dengan suasana ruangan yang mencekam
Kenzo duduk bersimpuh di depan foto heeseung.matanya sembab,tidak ada lagi air mata yang bisa keluar—hanya kekosongan
Di sudut lain,jay berdiri kaku,bahunya bergetar hebat.jungwon memeluk lengan jay dengan erat,mencoba memberikan kekuatan
Jay berbisik parau"Dia janji mau lulus bareng,dan dia bilang bakal jadi orang pertama yang traktir kita...kenapa dia malah pergi duluan?"
Jungwon menahan tangisnya"heseung hyeong udah tenang jay hyeong"
Pintu terbuka.sunghoon melangkah masuk dengan susah payah menggunakan tongkat,langkahnya berat karena kakinya masih belum pulih sepenuhnya
Jake berjalan tepat di sampingnya,satu tangannya selalu siap menyangga pinggang sunghoon,sementara tangan lainnya menggenggam jemari sunghoon
Setelah sampai di depan peti sunghoon menatap foto heeseung lama"Maaf heeseung hyeong maaf.."
Jake mengusap punggung sunghoon untuk memberikan kekuatan,dirinya paham karena sunghoon kehilangan dua orang sekaligus bayi nya dan juga sahabatnya
Langkah kaki dengan sepatu hak tinggi terdengar nyaring di lantai marmer yang sunyi
Sakura masuk dengan gaun hitam ketat yang elegan,bibirnya dipulas merah menyala—sebuah tindakan yang dianggap sangat tidak sopan di rumah duka
Dia berjalan melewati sunghoon dan jake tanpa menoleh sedikit pun,langsung menuju kenzo
Sakura berlutut di samping kenzo,suaranya dibuat-buat lembut"Kenzo...aku tahu ini berat.heeseung sudah pergi,tapi kamu masih punya aku.jangan siksa diri kamu di tempat suram ini"
Kenzo tidak bergerak.dia bahkan tidak melirik Sakura.baginya,sakura hanya udara kosong yang berbau busuk
Di sisi lain,sunghoon menatap sakura dengan tatapan tajam,tangannya mencengkeram tongkatnya hingga buku jarinya memutih
Suara rendah dan mengancam"Asahi benar,iblis kayak lu gk punya tempat di sini"
Sakura berdiri,menatap sunghoon dengan remeh"Nikmati saja kesedihan kalian,pada akhirnya.siapa yang masih berdiri tegak di sini?aku"
Sakura tersenyum sinis,merasa telah menang karena kenzo kini "bebas"
Namun,dia tidak melihat bahwa di pintu masuk,asahi sedang memperhatikan setiap gerakannya dengan mata dingin,memegang sebuah amplop cokelat yang akan mengubah segalanya
Asahi melangkah maju,memotong jalan sakura yang baru saja ingin meninggalkan kenzo
Matanya yang biasanya terlihat ceria kini menyala dengan amarah yang dingin.dia mencengkeram lengan sakura dengan kuat,memaksa wanita itu berhenti
Asahi berbisik tajam"Jangan pikir lu bisa keluar dari sini dengan senyum itu,sakura.satu nyawa sudah hilang,heeseung hyeong...lu pikir Tuhan tidur?"
Sakura mencoba melepaskan tangan asahi,wajahnya mulai panik tapi tetap berusaha angkuh
"Lepasin!lu gk punya bukti apa-apa,asahi.jangan jadi gila di sini"
Asahi makin mendekatkan wajahnya"Gue gk butuh jadi gila buat hancurin lu.akui sekarang,atau gue yang bakal pastiin lu gk akan pernah punya kesempatan buat minta maaf selamanya"
Jay,yang sejak tadi memperhatikan dari jauh bersama jungwon,segera berlari menghampiri mereka
Dia melihat betapa tidak stabilnya kondisi Asahi.sebagai yang tertua di sana setelah heeseung pergi,jay merasa bertanggung jawab menjaga ketenangan
Jay menarik bahu asahi menjauh dari Sakura"Asahi! Berhenti! Ini bukan tempatnya!"
Asahi berteriak pelan namun penuh emosi"Tapi dia pembunuhnya!Dia penyebab semua kekacauan ini!"
Di koridor tengah,suara Asahi meninggi,memecah kesunyian rumah duka
Jay mencengkeram kedua bahu Asahi,mencoba menahan anak itu agar tidak meledak lebih jauh
"Jay hyeong,lepasin!lu gk liat kenzo?dia kehilangan separuh nyawanya karena perempuan itu!due bakal bikin dia ngerasain apa yang kakak gue rasain!"
Jay menatap asahi dengan tajam"Gue juga kehilangan heeseung,asahi!dia teman gue dia kakak gue juga!tapi kalau lu bertindak bodoh sekarang,lu cuma bakal berakhir di penjara dan sakura bakal tertawa di atas kemenangan dia.pikirin Kenzo!dia cuma punya lu sekarang!"
Memanfaatkan kekacauan argumen antara jay dan asahi,sakura mundur perlahan.Dia menyelinap melalui pintu samping menuju taman belakang rumah duka yang sepi dan berkabut.Dia terengah-engah,merasa terpojok oleh ancaman asahi
Sakura berbisik pada diri sendiri"Sial... mereka mulai curiga.gue harus pergi dari sini sebelum Asahi benar-benar gila"
Sakura berjalan terburu-buru menuju parkiran belakang,namun langkahnya tiba-tiba membeku.di balik pohon besar yang tertutup kabut tipis,seorang pria berdiri membelakanginya
Pria itu memakai jas hitam,postur tubuhnya sangat familiar—tinggi,bahu tegap,dan cara berdirinya yang sedikit miring ke kanan
Sakura membelalak.jatungnya berdegup kencang hingga terasa menyakitkan
Pria itu perlahan menoleh ke samping,menunjukkan profil wajah yang sangat mirip dengan Heeseung
Suaranya bergetar hebat"H-Heeseung?gk mungkin...lu udah mati.gue sendiri yang liat..."
Pria itu tidak menjawab.dia hanya menatap Sakura dengan tatapan yang dingin dan tak terbaca,sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam kegelapan kabut
Sakura jatuh terduduk di atas tanah yang dingin, seluruh tubuhnya gemetar.dia mulai meragukan kewarasannya sendiri
-vote komen juseyo
-terimakasih next
KAMU SEDANG MEMBACA
Famous in school
Fanfic(On Going) Orang-orang melihat nya sempurna tpi bukan berarti dia tidak mempunyai kekurangan ia hanya pandai menyembunyikan saja
