Di koridor apartemen yang remang-remang,evan berjalan dengan langkah tenang
Ia tidak terburu-buru.baginya melihat mangsanya gemetar ketakutan jauh lebih memuaskan daripada langsung mengakhiri permainan ini
Ia berhenti sejenak di depan pintu apartemen mereka,lalu mengetuknya sekali-ketukan yang pelan namun terdengar nyaring di telinga sakura dan winter yang sedang ketakutan di dalam
"Nikmati malam terakhir kalian dalam ketenangan yang palsu" Gumam evan dengan nada yang hampir seperti bisikan
"Karena mulai besok,perlahan tapi pasti,aku akan mencabut semua yang kalian miliki.nama baik kalian,harta kalian,dan terakhir... kewarasan kalian"Setelah mengucapkan itu evan berjalan keluar apartemen itu
Evan masuk ke dalam mobilnya di mana Asahi sudah menunggu
Asahi hanya melirik sekilas, ia melihat kemarahan yang tertahan di balik wajah tenang evan
"Mereka sudah hancur secara mental"ucap asahi singkat
"Kau ingin aku menyebarkan bukti sabotase gedung itu sekarang hyeong?"
Evan menyandarkan kepalanya ke kursi mobil,menatap lurus kedepan
"Belum,asahi.biarkan mereka merasa dihantui dulu"
"Aku ingin winter hancur,dan aku ingin sakura melihat kenzo membencinya sampai ke dasar hati.itu adalah hukuman yang setimpal untuk mereka"
Pagi itu,langit di atas sekolah terasa abu-abu,seolah sisa duka dari pemakaman heeseung kemarin enggan beranjak
Sunghoon melangkah perlahan,bunyi detak tongkatnya di aspal terdengar ritmis namun berat
Kakinya masih terbebat kaku,pengingat fisik akan kecelakaan yang merenggut banyak hal dari hidupnya
Di sampingnya,jake berjalan dengan tangan yang tertaut erat pada lengan Sunghoon
Wajah jake pucat,tubuhnya masih lemas pasca keguguran yang menguras seluruh emosinya
Meski mereka berdua hancur,mereka menjadi tiang penyangga bagi satu sama lain
Setiap kali sunghoon goyah karena tumpuan tongkatnya,jake akan menopang lebih kuat
Sebaliknya,setiap kali embusan angin dingin membuat jake menggigil,sunghoon akan menariknya lebih dekat ke dalam perlindungannya yang protektif
Langkah mereka terhenti di koridor utama,di depan sana mereka berpapasan dengan winter
Sosok yang seharusnya menjadi sasaran kemarahan mereka-orang yang memicu rentetan tragedi ini
Namun,kata-kata makian yang sudah di ujung lidah tiba-tiba tertelan kembali
Winter berdiri mematung.tak ada lagi keangkuhan yg biasanya ia miliki
Matanya cekung dengan lingkaran hitam yang tebal,kulitnya kusam,dan jemarinya gemetar hebat
Ia tampak seperti raga kosong yang baru saja melewati neraka.teror yang menghantuinya semalam nampaknya telah merenggut paksa "kehidupan" dari binar matanya
Jake mencengkeram lengan sunghoon lebih kencang,perasaannya berkecamuk antara benci dan ngeri melihat kondisi wiinter
Sunghoon mengeraskan rahangnya,ia memosisikan dirinya sedikit di depan Jake, melindungi kekasihnya dari aura gelap yang terpancar dari winter
KAMU SEDANG MEMBACA
Famous in school
Fiksi Penggemar(On Going) Orang-orang melihat nya sempurna tpi bukan berarti dia tidak mempunyai kekurangan ia hanya pandai menyembunyikan saja
