"Jake..."suara sunghoon bergetar
"Ternyata aku benar.ada sesuatu yang sangat tidak beres"
Jake menatap sunghoon dengan bingung,tangannya masih menggenggam lengan sunghoon untuk membantunya berdiri
"Hoon,apa maksudmu?niki bilang apa tadi?"
Sunghoon menarik napas pendek,mencoba menstabilkan emosinya"Ingat tidak,kemarin saat di pemakaman?aku bilang padamu kalau aku melihat seseorang yang mirip sekali dengan heeseung-hyeong.dia berdiri diam di belakang pohon besar yang tidak jauh dari tempat kita berdiri"
Mata jake membelalak,ia teringat saat sunghoon sempat melamun dan terlihat gelisah di pemakaman kemarin
"Waktu itu aku pikir itu hanya halusinasiku"lanjut sunghoon dengan nada mendesak
"Tapi sekarang niki melihatnya juga.sosok itu bukan hantu,Jake.dia nyata.jika benar dia ada di pemakaman kemarin dan sekarang ada di sekolah...dia sedang mengawasi kita.dia mengawasi winter"jake merasakan hawa dingin merambat di punggungnya
"Tapi Heeseung-hyeong sudah... kita melihatnya sendiri,hoon. Lalu siapa orang itu?"
Evan berjalan dengan sorot matanya lurus ke depan seolah dunia di sekitarnya hanyalah dekorasi mati
Di sudut lain,jungwon berdiri mematung di samping mobil jay.napasnya tercekat,tangannya yang semula memegang ponsel kini gemetar hebat hingga benda itu hampir jatuh ke tanah
Jungwon suaranya tercekat di tenggorokan, berbisik lirih
"H-Heeseung hyeong...?"
JJungwon mundur selangkah hingga punggungnya menabrak pintu mobil matanya membelalak ketakutan
Ia melihat wajah itu-wajah yang kemarin ia tangisi di pemakaman-kini berjalan melewatinya dengan nyawa yang nyata, namun dengan aura kegelapan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya
"Gk mungkin...aku pasti sudah gila.heeseung hyeong sudah tenang di bawah sana... tapi siapa pria itu?kenapa...kenapa wajahnya semirip itu?"
Evan masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu dengan dentuman keras
Ia menghidupkan mesin,lalu melaju pergi meninggalkan debu yang menyelimuti jungwon yang masih terpaku lemas
Jay keluar dari pintu mobil sisi lain sambil membawa barang jungwon yg tertinggal itu,ia menyadari wajah pucat kekasihnya
Jay: "Wonie?ada apa?kenapa wajahmu pucat sekali?"
Jungwon menunjuk ke arah mobil evan yang menjauh dengan tangan gemetar
"Hyeong...heeseung hyeong... aku melihat heeseung hyeong baru saja lewat di depanku..."
Jay mengepalkan tangannya kuat-kuat di balik saku jas seragam nya,batinnya bergejolak
"Jadi sunghoon benar...pria itu bukan sekadar halusinasi nya.dia nyata.tapi siapa dia?apa tujuannya muncul tepat setelah pemakaman?"
Jungwon menatap jay dengan cemas
"Hyeong?kenapa diam saja?"
Jay langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi tenang,ia mengusap rambut jungwon dengan lembut untuk meredam kepanikan kekasihnya
"Tidak,wonie.aku hanya sedang memikirkan jadwal latihan yang padat.jangan dipikirkan lagi,ya?mungkin sunghoon benar,kita semua hanya butuh istirahat karena terlalu terpukul"
"...karena kemarin juga sunghoon melihat seseorang yg mirip dengan heeseung hyeong"
Setelah nya mereka berdua meninggalkan parkiran tersebut
Langkah jay terasa berat saat menuntun jungwon melewati koridor sekolah yang panjang
Meskipun tangannya menggenggam jemari jungwon untuk memberi ketenangan,pikirannya justru melayang jauh ke arah mobil hitam yang baru saja melesat pergi di parkiran
Rasa penasaran nay kini bercampur dengan ambisi yang gelap
Jika pria misterius itu benar-benar memiliki dendam yang sama terhadap sakura dan winter,maka jay tidak melihatnya sebagai ancaman,melainkan sebagai senjata
Jay batinya"Kalau dia memang datang untuk menghancurkan mereka untuk kematian heeseung...kalau dia merasakan amarah yang sama atas apa yang terjadi pada jake dan sunghoon...maka kita tidak perlu menjadi musuh"
"Temui aku,pria misterius.jika kau ingin darah sebagai bayaran atas kematian heeseung,aku bisa membukakan jalannya untukmu.kita berada di pihak yang sama"
Jungwon menyadari genggaman jay yang semakin erat
"Hyeong...tanganmu sakit.kau memikirkan sesuatu?"
Jay tersentak,lalu melonggarkan genggamannya dan menatap jungwon dengan tatapan protektif
"Ah,maafkan hyeong,wonie.hyeong hanya sedang berpikir bagaimana cara memastikan tidak akan ada lagi hal buruk yang menimpa kalian"
Evan menatap tajam ke arah sosok eakura yang baru saja keluar dari gerbang
Keinginan untuk menginjak gas dan mengakhiri segalanya saat itu juga sangat kuat,namun ia menahan diri
Baginya,kematian yang instan terlalu baik untuk wanita itu.ia ingin sakura merasakan kehancuran yang perlahan kehilangan segalanya sebelum napas terakhirnya diambil
Evan batin"Menabrakmu sekarang hanya akan membuatmu mati dengan cepat.aku ingin kau memohon kematian saat kau sudah tidak punya siapa-siapa lagi"
Evan merogoh sakunya,mengeluarkan ponsel yang berisi pesan dari asahi
Di sana tertera nomor ponsel jay,orang yang memiliki koneksi luas di dunia elit sekolah mereka
Evan tahu,untuk menghancurkan sakura tanpa meninggalkan jejak,ia butuh bidak yang tepat
Evan menekan tombol panggil.di sisi lain,jay baru saja selesai mengantar jungwon ke kelas dan sedang berjalan di koridor sepi
Tuuut... Tuuut...
Jay mengangkat telepon,suaranya dingin
"Halo?siapa ini?"
Evan suaranya berat dan penuh wibawa, sangat mirip heeseung namun tanpa kehangatan
"Orang yg kau cari?"
Jay langkahnya terhenti,jantungnya berdegup kencang
"Kau... pria misterius itu?apa maumu?"
Evan terkekeh"Aku tahu kau mencari cara untuk membalaskan penderitaan jake dan sunghoon.aku punya target yang sama,aku punya nama Sakura"
Jay terdiam,matanya menyipit tajam
"Kenapa aku harus mempercayaimu?kau bahkan tidak menyebutkan namamu"
"Panggil saja aku evan.aku adalah bayangan heeseung yang datang untuk menuntut balas.bantu aku masuk ke lingkaran sakura tanpa dicurigai,dan aku akan memberikan kehancuran yang paling indah untuknya"
Jay menyeringai tipis,merasakan ambisi yang sama
"Menarik.di mana kita bisa bertemu?"
"Kau yg tentukan tempatnya jay.tapi pastikan ini tetap rahasia dari sunghoon.kondisinya terlalu lemah untuk rencana seberbahaya ini"
-ini alur ny menurut kalian tambah gk jelas gk si? Mana chapter ny 100 lebih,apa kita buat end?
-vote komen juseyo
-next terimakasih
KAMU SEDANG MEMBACA
Famous in school
Fanfiction(On Going) Orang-orang melihat nya sempurna tpi bukan berarti dia tidak mempunyai kekurangan ia hanya pandai menyembunyikan saja
