Aku tersentak kaget dan langsung bangkit dari tempat dudukku. "Mitch? Apa yang kau lakukan di sini? Kau seharusnya tidak boleh berada di sini!" tanyaku dengan panik. Dia melihatku. Ini masalah yang cukup serius!
"Avi? Uh, ak-aku... aku habis dari laboratorium utama. Lalu, aku mendengar ada seseorang yang menyanyi.
"Suaranya mirip dengan suaramu. Ternyata, yang menyanyi itu benar-benar kamu. Maaf kalau aku masuk tanpa permisi," terangnya.
Aku menaikkan alisku sebelah. "Laboratorium utama? Ada apa memangnya? Seharusnya kau tidak boleh ke laboratorium utama dan ke ruangan ini." Aku memberi penekanan pada kata ruangan.
"Aku meminta pengobatan di sana. Aku terkena radang tenggorokan. Mungkin karena aku terlalu sering menggunakan falsetto dan jarang minum air."
Aku terkekeh canggung. "Jagalah suara malaikatmu itu baik-baik. Jangan sampai rusak. Kami membutuhkannya."
Ia mengangguk dan balik bertanya. "Kau sendiri... ngapain di sini?"
Aku terdiam sejenak. "Aku... direktur perusahaan ini. Sekaligus presiden The Earthenians City. Ayahku lah yang membuat kota ini. Ia sudah memprediksikan kehancuran bumi kita tiga tahun sebelum kematianmu."
Rasanya dadaku sangat sesak ketika aku mengatakan kalimat itu. Di depan orangnya sendiri. Pemuda berambut cokelat tua itu hanya tersenyum canggung. "Oh, begitu." Lalu ia menundukkan kepalanya.
"Aku benar-benar minta maaf, Mitch."
Ia mendongakkan kepalanya kembali dan menatapku bingung. "Untuk apa?" tanyanya bingung. Aku menghela napas dan bangkit berdiri. Aku menghampirinya dengan takut-takut.
"Itu semua salahku."
"Maksudmu?"
"Kematianmu. Itu salahku. Aku menolak ketika kau menyarankan untuk mencoba peralatannya. Terutama pencahayaannya. Oleh karena itu, aku ingin menebus kesalahanku dengan mereinkarnasi dirimu."
Aku melihatnya bergidik ngeri ketika aku mengatakan semua itu. Dengan detail. "Sudahlah, Avi. Itu masa lalu. Lupakan saja." Ia tersenyum kecil. "Lalu, kamu kok bisa ada di sini? Dengan kondisi yang sama saat... terakhir kali kita bertemu di konser itu."
Aku menatapnya bingung. "Maksudmu?" Ia memainkan ujung kemejanya dengan canggung. Ia seperti bertemu dengan orang baru saja. "Kau masih terlihat... muda."
Ah, sekarang aku mengerti maksudnya. Ia bingung melihatku karena aku tidak terlihat tua sama sekali.
"Kapsul hibernasi, Mitch. Itu membuatku awet muda setelah tiga puluh enam tahun lamanya aku berbaring di dalamnya. Aku kembali terjaga ketika bumi sudah hancur."
"Oke, itu terdengar sedikit aneh..." Kami tertawa keras. Ia sudah merasa tidak canggung lagi. Lalu, ia kembali bertanya.
"Lalu, dimana yang lain? Scott, Kirstie, dan Kevin?"
Deg.
Aku berpikir sejenak. Kirstie dan Kevin. Aku sempat melihat apa yang terjadi dengan mereka di monitor masa lalu, setelah aku terjaga dari tidur panjangku.
Sedangkan Scott... Apa yang harus kukatakan kepadanya tentang Scott?
"Avi?"
"Uh, ye-yeah. Setelah kematianmu, Pentatonix bubar. Aku masuk ke dalam kapsul hibernasi dua hari setelah kematianmu dan tidur selama tiga puluh enam tahun lamanya.
"Saat aku terbangun, aku melihat di monitor masa lalu. Di masa lalu, Kirstie menikah dengan tunangannya, Jeremy, memiliki keluarga serta beberapa anak dan meninggal di usia tua. Sama halnya dengan Kevin."
Dia beroh pelan. Aku melanjutkan ceritaku. "Sayangnya, aku tidak bisa mereinkarnasi mereka. Pertama-tama, aku tidak menemukan jasad mereka di bumi.
Lagi pula, sel mereka sudah terlalu tua dan tidak bisa dikembangkan lagi. Tidak seperti dirimu dan Scott yang meninggal dalam usia mud— oops."
Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku. Mitch menatapku tidak percaya. "Scott... sudah meninggal?"
Tubuhku langsung membeku. Aku hanya diam membisu. Mitch berjalan mendekatiku dengan wajah yang luar biasa berang.
"Avriel! Jawab aku!" gertaknya. Jantungku berdetak kencang. "Scott... ia masih sangat mencintaimu. Ia sangat kehilanganmu, Mitch.
"Beberapa jam setelah kematianmu, aku mendapatkan kabar dari Esther kalau Scott bunuh diri dengan sebuah razor blade."
Mitch tersentak kaget. "Dia bunuh diri? Karena... aku?" Aku mengangguk. "Lalu, dimana dia sekarang? Apa kau juga mereinkarnasinya?"
Belum sempat aku menjawabnya, seorang ilmuwan dari laboratorium utama masuk tanpa permisi. "Excuse me, Sir. This is urgent." Aku mengangguk, lalu menatap Mitch sejenak.
"I gotta go, okay? Talk to you later."[]
KAMU SEDANG MEMBACA
The Earthenians
FanfictionHIT #5 ON SCI-FI -- 08 OCT 15. [PENTATONIX FANFICTION] Tidak ada lagi benua ataupun samudra yang tersisa di bumi kita ini. Hanya ada permukaan kerak bumi yang kering, retak-retak, dan sangat rapuh. Tidak ada lagi tumbuhan dan hewan yang dapat hidup...
