Chapter Seventeen

85.7K 2K 12
                                        

Cameron Blake (Young, Sexy, Powerful and Dangerous.)

All rights reserved to SweetImagination

Chapter Seventeen

Cameron menyetir mobil ferrarinya di sekitar menara Eiffel. Suara mesin ferrarinya semakin membuatnya terlihat gagah. Walaupun, kau mengaku bukan wanita haus harta, namun jika kau melihat seseorang ber-jas seperti Cameron mengendarai mobil sexy ini, kau pasti ingin memilikinya dan siap membuka kaki mu lebar lebar.

Cameron mencari sebuah alamat. Antoinette Café. Cameron tersenyum bahagia setiap kali dia membaca nama kedai kopi tersebut.

Beberapa menit kemudian, Cameron pun sampai di kedai tersebut. Dia turun dari mobilnya. Kedai tersebut bukan kedai mewah dan mahal. Semua orang yang duduk di kedai tersebut pun menatapi keindahan mobil dan juga diri Cameron.

Cameron membenarkan jas dan rambutnya. Dia pun berjalan dengan gagah sambil mengunci alarm mobilnya. Wanita wanita pun langsung mencari perhatian Cameron.

Cameron masuk ke dalam kedai itu. Kedai yang ramai pun langsung diam. Memandang keindahan tubuh Cameron yang semakin sempurna. Potongan rambut Cameron yang rapih dan janggut tipi Cameron yang menggoda.

Seorang pelayan pun menoleh kepada Cameron. Pelayan tersebut menatapi Cameron dengan senyuman dan mata yang berkaca kaca.

Semua orang menatapi Cameron, namun, pandangan Cameron tertuju kepada satu orang.

Cameron berjalan mendekati pelayan tersebut dan berdiri menghadapnya. Pelayan yang lain menatapi mereka berdua. Cameron membenarkan dasinya lalu tersenyum.

"Adakah kursi kosong?" Tanya Cameron.

Pelayan tersebut tertawa dan mengangguk. Cameron pun tertawa.

Pelayan tersebut mengiring Cameron ke meja kosong. Cameron menghentikannya, Cameron mengelus lengan pelayan tersebut. "Bisakah kau tunjukkan dimana toilet?"

Pelayan tersebut tersenyum dan mengangguk. "Ikuti aku."

Cameron tersenyum dan mengikui pelayan tersebut. Pelayan itu mengiring Cameron ke sebuah ruangan dan ada pintu bergambarkan lambang toilet lelaki. Cameron pun tersenyum dan menarik badan pelayan itu.

Sekarang tubuh mereka berdekatan dan berhadapan. Cameron menatap mata pelayan itu dengan tajam dan tersenyum. "Kau sangat cantik, Eveline."

Pelayan itu tersenyum malu dan menunduk. Air mata menetes di pipinya dan Cameron menyekanya. "A-aku selalu menunggumu." Ucap Eveline.

Cameron pun tersenyum, matanya berkaca kaca. Dia menatap wanita cantik di depan nya ini. Dan dia tahu, dia mencitainya.

Cameron mengelus rambut pirang Eveline dan mengecup keningnya. Lalu Cameron memeluk tubuh mungil Eveline.

Cameron tersenyum dan melepas pelukan nya. Cameron menatap Eveline. "Jika aku membayar uang gajimu selama sebulan ke kedai ini, bolehkah aku membawa mu pergi sekarang?"

Eveline tersenyum dan tertawa.


Because of you, my life has changed.
Because of you, I feel no shame, I'd tell the world it's because of you.
Sometimes All I gotta do is think of you. You make all my dreams come true.
The magic in your eyes, true love I cant deny.
I want you to know, that I'm never letting go. You mean so much to me, and I want te world to see, it's because of you.

Cameron menggenggam tangan Eveline, mereka berjalan di sekeliling menara Eiffel. Cameron sedang mendengarkan cerita Eveline semenjak Cameron meninggalkannya.

Cameron BlakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang