Cameron Blake (Young, Sexy, Powerful and Dangerous.)
All rights reserved to SweetImagination
Chapter Twenty-Three
"Jadi kau tidak setuju untuk membangun perusahaan di sini?"
Cameron menggertakkan rahangnya. "Sudah aku bilang, tempat itu terlalu beresiko."
"Mengapa? Tanah ini luas, sungguh bisa diandalkan."
"Tapi aku tidak mau mengambil resiko sebesar ini." Jawab Cameron.
"Jangan lah menjadi pengecut! Uang mu bermilyar milyar -an!"
Cameron berdiri dari duduk nya. "Jangan panggil aku pengecut! Jika perusahaan ini bangkrut, akan membuat kerugian yang jauh lebih banyak bisa mencapai bertriliun triliun dollar!"
"Permisi."
Cameron dan client nya tersebut terkejut dan menoleh ke pintu. Eveline terkejut melihat suami nya sedang berada di pertemuan bisnis penting.
Semua mata tertuju kepada Eveline.
"What the fuck is she doi-"
"Shut the fuck up." Ucap Cameron, membentak orang yang baru saja menghina isterinya. "Dia isteriku." Ucap Cameron sambil menunjuk Eveline. "Dia lebih berhak berada di gedung ini daripada kalian, mengerti!?"
Semua client nya terlihat emosi karena debat yang membara tadi.
Eveline berjalan menuju Cameron dan mengelus punggung suaminya. Napas Cameron pun mereda. Cameron merapihkan pakaian nya.
Cameron berdehem sambil menatap ke semua orang. "Kenneth, please, suruh mereka semua keluar."
Kenneth berdiri. "Yes, sir." Jawabnya. Kenneth memandang semua client Cameron. "Well, kalian tidak tuli, kan?"
Semua client nya pun berdiri dan berjalan meninggalkan ruang meeting tersebut.
Eveline menarik tubuh Cameron sehingga Cameron menghadapnya. "Apa itu tadi, sayang?" Ucapnya sambil mengecup dada suaminya.
Cameron menggeleng sambil menggertakkan rahang nya. "Tidak."
Eveline tersenyum dan berjinjit untuk mencium bibir suaminya. Cameron pun mencium isterinya dengan agresif, Eveline tersenyum di sela sela ciuman mereka.
Cameron melepas ciuman nya lalu mengecup kening Eveline. Cameron menatap isterinya itu sambil mencium tangan nya. "Kau adalah wanita yang hebat."
Eveline tersenyum. "Lihatlah dirimu, seperti lebih banyak orang yang setuju kalau aku bilang kau hebat."
Cameron menunduk dan mencium perut Eveline. "Bagaimana keadaan bayiku?"
Eveline tersenyum saat merasakan tangan Cameron diatas perutnya yang sudah sangat besar. "Baik baik saja."
"Kau sudah makan?" Tanya Cameron.
Eveline tersenyum bersalah dan menggeleng. "Belum."
"Kenapa kau nakal sekali? Akusudah memberi tahu mu untuk makan secara teratur."
Eveline mengecup bibir Cameron untuk menghentikannya mengoceh. "Aku mau nya makan bersama mu."
Cameron tersenyum dan mengecup bibir isterinya. "Mari kita makan siang."
Eveline pun mengangguk dan mengikuti suami nya berjalan.
Mereka menaiki mobil Lamborghini terbaru milik Cameron, milik mereka berdua. Cameron menyalakan mesindan menancap gas.
"Kau mau makan dimana, sayang?" Tanya Cameron.
Eveline mengindikkan bahu. "Terserah kamu."
Cameron mengangguk. "Alright."
Mereka duduk di sebuah meja makan di McDonald's. Sungguh bukan tempat yang cocok bagi orang kaya seperti Cameron. Namun, Cameron menyukai sedikit kesederhanaan.
Cameron melahap cheese burger-nya. "Jadi, ada apa kamu ke kantorku, sayang?"
Eveline memakan ayam nya. "Oh iya. Hampir lupa." Ucap Eveline.
"Makan dulu makanan dimulutmu." Ucap Cameron.
Eveline menelan makanan nya. "Tadi, ada wanita datang kerumah. Katanya, dia sahabatmu. Dan dia menyuruhmu datang ke rumahnya. Dia bilang aku tidak usah khawatir, karena yang seharusnya khawatir adalah kamu."
Cameron mengerutkan keningnya. "Siapa namanya?"
Eveline berpikir sejenak. "Mmm, Bella, sepertinya."
Cameron pun berhenti makan dan tertawa. "Astaga! Kau serius?!"
Eveline cemberut dan menatap Cameron. "Kenapa kau senang sekali? kau tidak akan datang kan?"
Cameron tersenyum. "Tentu saja! Tapi aku tidak memperbolehkan kamu ikut."
Wajah Eveline langsun murung dan emosi. "Kau mau selingkuh, ya?"
Cameron tertawa terbahak bahak. "Kau mengerti apa maksud Bella saat dia berkata aku yang seharusnya khawatir?"
Eveline berpikir dan menggeleng. "Tidak."
"Itu karena dia seorang Lesbian. Dia sahabatku sejak kecil."
Vote and Comment!
KAMU SEDANG MEMBACA
Cameron Blake
Romance"Young, sexy, powerful, and dangerous." Seorang lelaki tampan yang bisa mendapatkan wanita hanya dengan satu kedipan. "Beri tepuk tangan kepada Cameron Blake." Cameron menatap keluar dan tersenyum sambil melambaikan tangan kepada para penonton.
