Chapter Thirteen

97.4K 2K 5
                                        

Cameron Blake (Young, Sexy, Powerful and Dangerous.)

All rights reserved to SweetImagination

Chapter Thirteen

Cameron mengambil cerutu dari dalam sakunya dan menyalakan nya. Dia menghisapnya dalam dalam dan menatap keluar gedung perusahaan baru nya.

Tiga bulan terakhir, hidupnya berubah. Kamila datang dan mengubahnya dalam satu petikan jari. Mereka berhubungan di setiap tempat.

Cameron berjalan ke luar gedung dan menuju ke tempat parkiran. Dia pun masuk ke dalam mobil ferrari nya dan membuka handphone nya, ada dua missed call dari unknown number.

Cameron pun mengerutkan keningnya. Tak lama kemudian, saat Cameron ingin menyalakan mesin, handphone nya bergetar.

Cameron melihat layarnya dan masih unknown number. Dia pun mengangkatnya dan menghisap cerutu nya. "Siapa ini?!" Bentak Cameron.

Cameron mengaca di kaca spion nya, melihat apakah rambutnya baik baik saja.

"C-cameron?"

Suara familiar yang terbata bata itu membuat Cameron ketakutan. "Siapa kau?"

"Eveline." Jawabnya.

Cameron tersentak dan mengingat gadis cantik yang pernah menempati hatinya selama beberapa hari itu. "Ada apa?" Tanya Cameron, dingin.

"Tolong aku!"


Cameron berjalan keluar pesawat jet nya dan berlari menuju tempat kedatangan. Dia mencari cari wajah familiar tersebut.

Eveline berdiri di hadapan nya. Cameron pun berlari menuju Eveline dan memeluknya. "syukurlah." Ucap Cameron. Dia mengecupi kening gadis cantik itu. "Kautidak apa apa?"

Eveline memeluk erat tubuh Cameron dan menangis sejadi jadinya.

Cameron dan Eveline duduk berhadapan di sebuah meja di restoran mahal.

"Jadi kau anak billionaire?" Tanya Eveline.

Cameron mengangguk. "Jangan dibicarakan. Ada apa kau membutuhkanku?"

Cameron terus menghisap cerutu mahal nya itu. Eveline menatapnya lalu tersenyum. "aku meridukanmu."

Cameron menatap ke menara Eiffel yang terlihat gagah dan cantik speeti biasanya itu. Cameron menoleh kepada Eveline dan tersenyum.

Eveline mengerutkan keningnya. "Kamu tidak merindukanku?"

Eveline berdiri dan berjalan menuju Cameron. Cameron terdiam memperhatikan semua pergerakan Eveline. Eveline duduk di pangkuan Cameron. Dan dia mencium bibir Cameron.

Cameron yang hanya lelaki biasa penasaran tentan kelembutan bibir gadis cantik di pangkuan nya ini. Dia pun kembali menciumnya. Cameron mencengkram leher Eveline. Dan kilat pun menghantam.

Cameron membuka mata untuk melihat apakah hujan akan turun.

Namun, kilat itu tidak berasal dari langit, melainkan dari ribuan kamera.

Cameron pun terdiam dan langsung mengangkat tubuh Eveline dari pangkuannya.

Cameron menarik tangan Eveline menuju sebuah hotel terdekat. Cameron masukdan menyuruh semua security untuk menjaga agar para wartawan tidak masuk ke dalam hotel.

Cameron berlair menuju meja resepsionis dan meminta untuk sebuah kamar.

Setelah semuanya terurus, ya, memakan waktu lima belas menit, dan dalam keadaan seperti ini, terasa seperti seribu tahun.

Cameron akhirnya mendapatkan kuncinya. Dia pun mengganggam tangan Eveline dan langsung menariknya ke dalam lift. Sesampainya di lantai tiga, cameron melepas genggaman nya dan langsung mengiring Eveline masuk ke dalam kamar yang telah dia pesan.

Cameron pun mengunci pintu. Eveline duduk di pinggir kasur sambil menatapi Cameron yang tergesa gesa.

"Hidupku memang seperti ini." Ucap Cameron.

Eveline yang masih tergesa gesa pun mengangguk. "Wow."

Cameron tertawa kecil. "Yeah, wow."

Eveline menelan ludah. "Jadi, beritanya akan ada dimana mana?"

Cameron tertawa dan mengangguk. Namun senyuman nya memudar, saat dia mengingat sesuatu.

Kamila.

Whoopss Cameron! You're in a huge fuckin trouble, man.

Vote and comment!

Cameron BlakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang