Chapter Twenty-Seven

74.2K 1.8K 17
                                        

Cameron Blake (Young, Sexy, Powerful and Dangerous.)

All rights reserved to SweetImagination

Chapter Twenty-Seven

Cameron berenang di kolam renang belakang rumahnya. Stevie merokok dan meminum alkohol bersama Colton.

"Jadi, aku dan tunanganku boleh menikah di hotelmu di London, kan?" Tanya Stevie.

Cameron berdiri di pinggir kolam dengan badan yang masih berada di dalam air dan meminum susu hangat.

"Ya." Jawab Cameron.

"Gratis?" Tanya Stevie.

Cameron menunjukkan muka jijik dan jari tengah. Lalu berenang kebelakang, dengan punggung di bawah.

"Ayolah, kita kan sahabat!" Bentak Stevie.

Colton membuka mantel handuknya dan langsung masuk ke dalam kolam renang. Dia pun langsung berenang tanpa memperdulikan kedua sahabatnya yang sedang berdebat tentang pernikahan.

Colton bukanlah seseorang yang percaya cinta. Persi seperti ayahnya dulu. Ketampanan dan kekayaan membuatnya rakus akan wanita.

"Bagaimana denganmu, Colton?" Tanya Cameron. "Kau sudah punya pacar?"

Colton tersenyum dan duduk di pinggir kolam. "Well, aku sudah menjalani hubungan bersama si pirang anak Bieber."

"What the fuck?" Ucap Stevie dan Cameron secara bersamaan.

Oops. Mungkin narrator salah menilai Colton.

Stevie membuka mantelnya dan loncat ke dalam kolam renang. Dia berenang mendekati Colton lalu menenggelamkan tubuh Colton.

Cameron menepi, tidak ingin ikut campur. Cameron tertawa melihat kedua sahabatnya yang saling mencoba membunuh.

"Jadi, bukan hanya aku saja ya yang gay di rumah ini?"

Cameron, Stevie dan Colton terkejut dan menoleh ke Bella yang berjalan mendekati kolam renang menggunakan bikini. Dia memiliki tubuh yang sangat sexy.

"Holy fuck." Ucap Colton dan Stevie bersamaan.

Bella pun tertawa. "Sayangnya aku lesbi."

Cameron tertawa melihat ekspresi kedua sahabatnya itu yang memudar.

"Ayolah, Bella tidak terlalu sexy." Ucap Cameron. "Eveline jauh lebih sexy."

"Daddy?"

Cameron menoleh ke arah Maggie yang berjalan menunduk. Rambutnya dikuncir dua.

"Yes, princess?" Jawab Cameron.

"Aku tidak melakukan apapun." Ucap Maggie.

Cameron pun tersenyum dan menggeleng. "Ada apa, sayang?"

Maggie duduk di pinggir kolam sambil memasukkan kakinya ke dalam air. "Mommy tiba tiba berteriak dan ada darah mengalir di kakinya."

"WHAT?" TERIAK CAMERON, COLTON, STEVIE DAN BELLA bersamaan.


"Maaf, anda tidak bisa masuk." Ucap dokter.

Eveline masuk ke dalam ruang UGD. Cameron pun ketakutan setengah mati. Cameron duduk di kursi tunggu dengan tangan di kedua kepalanya.

Maggie menghampiri Cameron dan menyelip di antara kedua kaki Cameron. "Daddy, I'm sorry."

Cameron menoleh ke anaknya itu dan tersenyum. "Ini bukan salahmu, Maggie. In fact, jika bukan karena kamu yang memberi tahu daddy, mungkin daddy tidak akan tahu."

Cameron BlakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang